-
Thailand memimpin Grup B AFC Futsal 2026 setelah mengalahkan Libanon dengan skor akhir 2-0.
-
Pelatih Rakphol Sainetngam mengeluhkan permukaan lapangan Velodrome Jakarta yang lambat karena tidak menggunakan parket.
-
Timnas Thailand fokus pada adaptasi lapangan dan pemulihan fisik menjelang laga berat melawan Kuwait.
Fokus kritik sang pelatih tertuju pada kondisi permukaan lapangan di venue Velodrome International Jakarta yang digunakan.
Lapangan tersebut diketahui tidak menggunakan material parket sebagaimana standar lapangan futsal internasional yang biasa mereka gunakan.
Hal ini mengakibatkan laju bola menjadi jauh lebih lambat jika dibandingkan dengan lapangan yang memiliki permukaan kayu atau parket.
Coach Hamee membandingkan fasilitas ini dengan Indonesia Arena di Senayan yang justru sudah dilengkapi dengan fasilitas parket.
Kondisi tersebut menciptakan tantangan tersendiri bagi pemain Thailand yang terbiasa dengan ritme permainan tempo tinggi dan cepat.
Perbedaan karakteristik lantai ini diakui sangat kontras dengan tempat latihan yang digunakan Thailand selama masa persiapan.
"Mengenai pertandingan selanjutnya melawan Kuwait, kami tahu gaya bermain mereka karena kami sudah cukup sering bermain melawan mereka. Mereka cepat dan memiliki pelatih yang cukup bagus," tutur Rakphol.
Pertemuan melawan Kuwait diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi fleksibilitas taktik dan kemampuan adaptasi skuad Thailand.
Kuwait dikenal sebagai tim yang memiliki transisi permainan sangat dinamis dan pemain-pemain dengan kecepatan individu di atas rata-rata.
Baca Juga: Proyek LRT Velodrome-Manggarai Sudah Capai 61,79 Persen dan Habiskan 19 Ribu Ton Semen
Coach Hamee menyadari bahwa mereka tidak boleh terpaku pada masalah teknis lapangan jika ingin terus melaju jauh.
Masalah lingkungan pertandingan ini harus segera diselesaikan secara internal melalui penyesuaian sentuhan bola para pemain di lapangan.
"Namun, masalah utama bagi tim kami adalah kondisi lapangan, yang tidak sama seperti saat kami latihan. Kami berlatih di lapangan yang cepat, tetapi itu bukan alasan. Kami harus cepat beradaptasi, memahami permukaan lapangan dan bola. Kuwait adalah tim yang bagus, jadi kami perlu mempersiapkan diri dengan baik. Istirahat serta pemulihan yang baik dan cepat," ungkap Coach Hamee menutup keterangannya.
Waktu istirahat yang singkat akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengembalikan kebugaran fisik seluruh anggota skuad Thailand.
Tim medis dan pelatih fisik kini bekerja ekstra keras demi memastikan pemain siap tempur dalam kondisi fisik yang prima.
Manajemen Thailand berharap kendala teknis lapangan ini tidak menjadi penghambat ambisi mereka untuk merajai turnamen futsal bergengsi ini.
Kemenangan atas Kuwait nantinya akan semakin mengukuhkan dominasi Thailand sebagai salah satu raksasa futsal di kawasan Asia.
Publik futsal kini menanti apakah adaptasi cepat yang dijanjikan Coach Hamee mampu membawa Thailand meraih kemenangan kedua secara beruntun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026