Bola / Bola Dunia
Jum'at, 30 Januari 2026 | 08:00 WIB
Bek Timnas Indonesia dan Lille, Calvin Verdonk. [@LOSC_EN]
Baca 10 detik
  • Lille mengalahkan Freiburg 1-0 melalui penalti Olivier Giroud, memastikan lolos ke babak playoff Liga Europa.
  • Pelatih Bruno Genesio menyatakan kemenangan itu mengembalikan kegembiraan dan memenuhi target lolos kompetisi.
  • Lille akan menghadapi Celta Vigo atau Red Star Belgrade di babak playoff yang akan digelar Februari mendatang.

Suara.com - Lille sukses lolos ke babak playoff Liga Europa setelah di laga terakhir fase grup mampu mengalahkan Freiburg 1-0 lewat gol penalti Olivier Giroud di menit-menit akhir pertandingan.

Pelatih Lille, Bruno Genesio, tak menutupi rasa bahagianya usai pertandingan. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini memiliki makna emosional yang besar bagi timnya.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa kembali merasakan kegembiraan setelah pertandingan. Sejak awal Januari, kami hampir tidak pernah merasakannya di ruang ganti. Itulah yang paling membahagiakan saya malam ini,” ujar Genesio dikutip dari halaman resmi klub.

Menurut Genesio, kemenangan ini memenuhi tiga target utama tim, menang, lolos, dan menampilkan wajah permainan Lille yang sesungguhnya.

“Di kompetisi ini, penting untuk lolos dengan kemenangan, dan jika memungkinkan dengan permainan yang mencerminkan identitas tim. Tiga hal itu kami dapatkan malam ini. Kami bermain baik dan meraih kemenangan. Tapi ini bukan akhir segalanya. Kami lolos, tetapi belum semua masalah selesai,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Lille masih membutuhkan konsistensi jika ingin kembali ke papan atas Ligue 1 dan stabil di kompetisi domestik.

Genesio menilai timnya kembali menemukan karakter permainan yang sempat hilang dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya melihat kami menemukan kembali nilai-nilai dasar tim sejak awal musim yang sempat menghilang. Kembalinya kapten tim juga sangat penting karena dia adalah salah satu pemimpin di ruang ganti.”

Ia memuji soliditas lini belakang yang dikomandoi pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, intensitas pressing tinggi hampir sepanjang laga, serta dinamika serangan yang mulai hidup, meski mengakui bahwa Lille masih kurang tajam di babak pertama.

Baca Juga: Berapa Uang yang Keluar dari Ajax Amsterdam untuk Rekrut Maarten Paes?

“Jika kami mencetak gol penentu di menit terakhir, itu bukan kebetulan. Kami menginginkannya lebih dari lawan, kami memaksa situasi terjadi. Kami menciptakan peluang dan menekan. Itu hasil dari kemauan, bukan sekadar keberuntungan.”

Meski gagal finis di delapan besar fase liga dan harus melalui babak playoff, Genesio tetap menilai target utama sudah tercapai.

“Target awal kami adalah finis delapan besar agar terhindar dari playoff, tapi kami gagal. Maka targetnya kami sesuaikan: lolos. Dan kami berhasil.”

Lille kini menunggu hasil undian untuk menghadapi Celta Vigo atau Red Star Belgrade di babak playoff Liga Europa, dengan leg kedua harus dimainkan di kandang lawan.

“Siapa pun lawannya, itu akan sulit. Tapi yang terpenting malam ini adalah kami lolos undian besok. Februari akan menjadi bulan dengan dua pertandingan besar dan kami harus siap,” tutup Genesio.

Kontributor: M.Faqih

Load More