Bola / Bola Dunia
Jum'at, 30 Januari 2026 | 14:28 WIB
China persiapkan taktik khusus jelang lawan timnas Indonesia. (Dok. CFA)
Baca 10 detik
  • Asosiasi Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan larangan seumur hidup kepada 73 individu, termasuk Li Tie, karena korupsi masif.
  • Sebanyak 13 klub profesional profesional dijatuhi sanksi berat, termasuk pengurangan poin dan denda besar, akibat skandal pengaturan skor.
  • Mantan ketua CFA, Chen Xuyuan, turut dihukum penjara seumur hidup akibat terbukti menerima suap bernilai jutaan dolar AS.

Suara.com - Asosiasi Sepak Bola China (CFA) resmi menjatuhkan larangan seumur hidup kepada 73 pemain, termasuk mantan pelatih Timnas China Li Tie, dalam kasus pengaturan skor (match-fixing), perjudian, dan suap.

Tak hanya pemain, 13 klub profesional papan atas juga dijatuhi sanksi berat, mulai dari pengurangan poin hingga denda besar, dalam langkah tegas terbaru pemerintah China memberantas praktik korupsi di dunia sepak bola.

Dari 16 klub yang tampil di Liga Super China (CSL) musim 2025, sebanyak 11 klub dijatuhi pengurangan poin dan denda.

Salah satu nama terbesar yang terkena sanksi adalah Li Tie, mantan pemain Everton dan eks pelatih timnas China periode 2019–2021.

Eks pemai Everton dijatuhi sanks seumur hidup oleh federasi sepak bola China [PDChinaSports]

Li Tie sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara 20 tahun pada Desember 2024 atas kasus suap.

Kini, CFA resmi menjatuhkan larangan seumur hidup dari seluruh aktivitas sepak bola kepadanya.

Selain Li Tie, terdapat juga nama Chen Xuyuan, mantan ketua CFA, yang saat ini sudah menjalani hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti menerima suap senilai 11 juta dolar AS.

CFA menyebut sanksi ini merupakan hasil dari investigasi sistematis terhadap praktik korupsi yang mengakar di sepak bola profesional China.

“Langkah ini dilakukan untuk menegakkan disiplin industri, memurnikan lingkungan sepak bola, dan menjaga kompetisi yang adil.”

Baca Juga: Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Tujuan Ekspor Mobil China Terbanyak di Dunia

Sejak kepemimpinan Presiden Xi Jinping, kampanye anti-korupsi nasional memang menyasar berbagai sektor, termasuk olahraga, dan sepak bola menjadi salah satu fokus utama.

Daftar klub yang Dihukum CFA:

Tianjin Jinmen Tiger

  • Pengurangan 10 poin dan denda 1 juta yuan (± Rp2,2 miliar)

Shanghai Shenhua (runner-up musim lalu)

  • Pengurangan Potongan 10 poin dan denda 1 juta yuan

Shanghai Port (juara 3 musim terakhir)

  1. Pengurangan 5 poin dan denda 400 ribu yuan

Beijing Guoan

Load More