- Sriwijaya FC menelan kekalahan 15-0 dari Adhyaksa FC Banten, menjadi salah satu skor kekalahan terbesar dalam sejarah Liga Indonesia.
- Rekor ini melampaui kemenangan legendaris 14-0 Niac Mitra atas Cahaya Kita di era Galatama pada tahun 1982.
- Sriwijaya FC ironisnya juga pernah mencatatkan salah satu kemenangan terbesar di Liga Indonesia dengan skor 10-2 atas Gresik United pada 2017.
Suara.com - Sejarah kelam baru saja terukir dalam kompetisi Liga 2 musim 2025/2026 setelah klub Sriwijaya FC harus menelan kekalahan dengan skor yang sangat memalukan.
Tidak tanggung-tanggung, gawang Sriwijaya FC harus rela dijebol sebanyak 15 kali tanpa mampu membalas satu gol pun saat berhadapan dengan Adhyaksa FC Banten.
Kekalahan telak 15-0 ini secara otomatis tercatat sebagai salah satu skor terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah penyelenggaraan liga sepak bola profesional di Indonesia.
Pesta gol Adhyaksa FC Banten dibuka oleh aksi Makan Konate yang sukses memanfaatkan umpan matang dari Adilson Silva.
Adilson Silva sendiri tampil menggila dengan memborong total enam gol ke gawang Laskar Wong Kito sepanjang pertandingan.
Selain itu, Miftahul Hamdi sukses mencatatkan hattrick, sementara Ramiro Fergonzi dan Makan Konate masing-masing menyumbang tiga dan dua gol tambahan.
Skor fantastis ini bahkan melampaui rekor-rekor kemenangan telak yang sebelumnya terjadi di era Galatama maupun Liga Indonesia klasik.
Sebelum rekor baru ini tercipta, terdapat empat pertandingan lain yang juga pernah mencatatkan skor kemenangan terbesar dalam sejarah kompetisi domestik.
Pertama, ada kemenangan legendaris Niac Mitra dengan skor 14-0 atas Cahaya Kita pada era Galatama musim 1981/1982.
Baca Juga: Pulih dari Cedera, Shayne Pattynama Dirumorkan Merapat ke Liga Indonesia?
Laga yang berlangsung di Stadion Menteng, Jakarta, tersebut menjadi panggung bagi Syamsul Arifin yang sukses mencetak empat gol.
Kedua, Sriwijaya FC yang baru saja dibantai ternyata pernah merasakan kemenangan terbesar di Liga Indonesia dengan skor 10-2 atas Gresik United.
Momen tersebut terjadi pada 5 November 2017 di mana Alberto Goncalves sukses mencetak hattrick untuk mengantar timnya berpesta gol.
Ketiga, Persela Lamongan pernah mencatatkan kemenangan sensasional 9-1 saat menjamu PSPS Pekanbaru di Liga 1 musim 2013.
Mario Costas menjadi bintang kemenangan Laskar Joko Tingkir di Stadion Surajaya dengan torehan tiga golnya ke gawang lawan.
Keempat, Arema FC pernah menghancurkan Bontang FC dengan skor telak 8-0 dalam ajang Indonesia Super League (ISL) musim 2010/2011.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Investasi Rp4 T Tak Berbuah Manis, Florentino Perez Bakal Rombak Skuat Real Madrid
-
Jangan Pecat Hector Souto Seperti Shin Tae-yong!
-
Perang Saudara di Playoff Liga Champions: PSG vs AS Monaco Berebut Tiket 16 Besar
-
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Tembus Rp140 Juta, Mauricio Pochettino Pasang Badan untuk FIFA
-
Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam Jadi Polemik, Nilai Kontrak Dianggap Merugikan
-
Dibidik John Herdman, Laurin Ulrich Pemain Keturunan Indonesia Bakal Digusur Gelandang Benfica
-
Bak Langit dan Bumi, Beda Nasib Calvin Verdonk dan Dean James di Liga Europa
-
Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam
-
John Herdman Harus Pagari Pemain yang Pernah Main di Timnas Indonesia U-17 Sebelum Diserobot Jerman