-
Maarten Paes resmi pindah ke Ajax Amsterdam dengan kontrak hingga akhir tahun 2025.
-
Sang kiper mengucapkan terima kasih mendalam kepada FC Dallas atas dukungan empat musim.
-
Kepindahan ke Ajax dianggap sebagai pencapaian terbesar dalam hidup dan karier Maarten Paes.
Suara.com - Dunia sepak bola internasional kembali digemparkan dengan kabar kepindahan penjaga gawang andalan Timnas Indonesia.
Maarten Paes kini telah memulai babak baru dalam karier profesionalnya dengan merapat ke raksasa Belanda.
Kepastian mengenai transfer ini muncul secara resmi melalui pengumuman klub pada Senin malam waktu setempat.
Klub legendaris Eredivisie tersebut mengonfirmasi kehadiran sang kiper melalui berbagai platform media sosial resmi mereka.
Langkah strategis ini menandai kembalinya sang pemain ke tanah kelahirannya setelah lama berkarier di Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan yang dirilis, Maarten Paes telah menyepakati kerja sama profesional dengan durasi tertentu.
Ia akan berseragam klub yang bermarkas di Amsterdam tersebut setidaknya hingga akhir tahun 2025 mendatang.
Momen ini menjadi sangat emosional bagi Paes karena ia tumbuh besar dengan menyaksikan kejayaan klub ini.
Kembali ke Belanda bagaikan sebuah siklus kehidupan yang kembali menemui titik pangkal kesuksesannya yang dulu.
Baca Juga: Australia Bakal Mati-matian Pertahankan Luke Vickery dari Rayuan John Herdman
Rasa syukur pun terpancar jelas dari pernyataan yang ia unggah melalui kanal komunikasi pribadinya kepada publik.
"Sepak bola memiliki cara untuk berputar kembali ke titik awal. Tumbuh dewasa di Belanda, klub ini memiliki tempat khusus di hati saya. Hari ini, saya resmi menjadi pemain Ajax," kata Paes di akun Instagram pribadinya.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa dalamnya ikatan batin antara sang kiper dengan identitas klub barunya.
Bagi pemain berusia matang ini, kesempatan membela tim besar Eropa adalah impian yang akhirnya menjadi nyata.
Ia tidak sekadar pindah klub, melainkan pulang ke rumah di mana minat sepak bolanya pertama kali tumbuh.
Dukungan dari keluarga juga menjadi faktor krusial yang menyelimuti keputusan besar dalam karier internasionalnya tersebut.
Meskipun menyambut masa depan dengan antusias, Paes tidak pernah melupakan akar perjuangannya di Major League Soccer.
Ia memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada FC Dallas yang telah menjadi rumahnya selama beberapa musim.
Perjalanan empat musim di Amerika Serikat diakuinya telah membentuk karakter dan kemampuan teknisnya di bawah mistar.
Interaksi dengan para penggemar di Texas memberikan kesan mendalam yang akan selalu ia simpan dalam ingatan.
Baginya, dedikasi staf dan rekan setim di klub lamanya adalah bagian penting dari perkembangan kariernya.
"Saya sangat bangga dengan momen bersama @fcdallas. Terima kasih kepada para suporter, rekan-rekan setim, dan seluruh staf atas kepercayaan dan dukungan selama empat musim terakhir."
Kalimat tersebut menjadi salam perpisahan yang sangat hangat bagi seluruh elemen yang mendukungnya di Amerika.
Paes mengakui bahwa banyak memori indah yang tercipta selama ia berkompetisi di liga sepak bola Amerika.
"Kita telah berbagi sejumlah momen istimewa bersama, dan saya akan selalu berterima kasih dengan cara kota dan komunitas ini menerima saya."
Ungkapan tulus ini mencerminkan profesionalitas tinggi dari seorang atlet yang menghargai setiap kesempatan yang didapat.
Kini fokus utama Maarten Paes sepenuhnya beralih untuk membantu tim barunya meraih kejayaan di kompetisi domestik.
Ia menyadari tantangan besar yang menanti di depan mata bersama salah satu klub tersukses di dunia.
Kesiapan fisik dan mental telah ia siapkan demi bisa bersaing memperebutkan posisi utama di dalam skuat.
Paes berjanji untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan besar yang telah diberikan oleh jajaran manajemen klub Belanda itu.
Harapan besar pun kini tersampir di pundaknya untuk membawa nama Indonesia harum di kancah sepak bola Eropa.
Ekspektasi tinggi dari para pendukung klub barunya justru dijadikan sebagai motivasi tambahan untuk tampil maksimal setiap pekan.
"Bergabung dengan Ajax adalah momen besar bagi saya dan keluarga. Saya siap untuk bekerja dan memberikan segalanya untuk klub dan kota ini. Sampai jumpa!" ujar Paes mengakhiri.
Penegasan tersebut sekaligus menutup spekulasi mengenai masa depannya yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta bola.
Kini publik sepak bola tanah air menantikan aksi heroik Paes dalam menjaga gawang tim paling ikonik di Belanda.
Selamat berjuang Maarten Paes di panggung baru yang penuh dengan sejarah dan prestasi gemilang di Eropa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki
-
Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
-
Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia
-
FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026
-
Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool
-
Pascal Struijk Pamer Tato Garuda Usai Asisten Timnas Indonesia Berkunjung ke Leeds, Kode Gabung?
-
Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong
-
Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026