-
Maarten Paes resmi dikontrak Ajax hingga 2029 setelah meninggalkan klub Amerika FC Dallas.
-
Sang kiper membawa julukan "Tembok" dari fans Indonesia ke markas besar Ajax Amsterdam.
-
Paes akan bersaing dengan Jaros Vitezslav untuk menjadi penjaga gawang utama klub Ajax.
Manajemen Ajax bergerak cepat untuk mengamankan jasa pemain berusia 29 tahun ini dari klub sebelumnya di MLS.
FC Dallas telah mencapai kesepakatan penuh untuk melepas kiper andalan mereka guna mencari tantangan baru di Eropa.
"Ajax, FC Dallas, dan Maarten Paes telah mencapai kesepakatan untuk transfer langsung ke Ajax," demikian isi keterangan pers Ajax.
Klub raksasa Belanda tersebut memberikan kepercayaan jangka panjang melalui durasi kontrak yang terhitung sangat signifikan bagi seorang kiper.
"Paes yang berusia 29 tahun telah menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2029. Ia sebelumnya terikat kontrak dengan klub Amerika Serikat hingga akhir tahun," lanjut keterangan tersebut.
Rekam jejak Paes selama berkompetisi di Major League Soccer menjadi alasan kuat mengapa Ajax berani memboyongnya kembali.
Sejak bergabung pada tahun 2022, ia telah membuktikan kualitasnya sebagai kiper yang memiliki konsistensi tingkat tinggi.
Ia tercatat telah memainkan sebanyak 114 pertandingan bersama FC Dallas selama periode kariernya di Amerika Serikat.
Meski harus memungut bola sebanyak 158 kali dari gawangnya, ia sukses membukukan total 23 laga tanpa kebobolan.
Baca Juga: RESMI! Selamat Tinggal Ivar Jenner
Kemampuan distribusi bola dan refleks cepatnya menjadi modal berharga untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Benua Biru.
Di level negara, peran Maarten Paes sebagai tembok terakhir Timnas Indonesia juga memberikan statistik yang cukup impresif.
Hingga saat ini, sang pemain telah mencatatkan 10 penampilan kompetitif bersama skuat asuhan Shin Tae-yong tersebut.
Dalam periode tersebut, ia harus kebobolan sebanyak 18 gol namun berhasil mencatatkan 3 kali clean sheet.
Mentalitas bertandingnya dalam laga-laga krusial internasional diharapkan mampu membantu Ajax meraih trofi bergengsi musim depan.
Pengalaman menghadapi penyerang top di level internasional memberikan kematangan berpikir saat mengambil keputusan sulit di kotak penalti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Perkenalkan Oleksandr Zinchenko, Ajax Amsterdam Tulis Pesan Menyentuh
-
Daftar Lengkap Bursa Transfer Musim Dingin Liga Inggris 2025/2026: Manchester United Lepas 3 Pemain
-
Liverpool Tebus Jeremy Jacquet dari Rennes Rp1,37 Triliun!
-
Masih Ingat Andri Syahputra? Lahir di Aceh Pilih Bela Timnas Qatar, Begini Nasibnya Sekarang
-
Emil Resmi Gabung Juventus
-
Mauro Zijlstra Bakal Jadi Tumpuan Lini Serang Persija Jakarta
-
Alasan Pelatih Persija Ngebet Sama Mauro Zijlstra
-
Kata-kata Maarten Paes Resmi Gabung Ajax Amsterdam
-
Ivar Jenner Susul Rafael Struick ke Dewa United?
-
RESMI! Selamat Tinggal Ivar Jenner