Bola / Bola Indonesia
Selasa, 03 Februari 2026 | 08:21 WIB
Maarten Paes (ig Ajax Amsterdam)
Baca 10 detik
  • Maarten Paes resmi dikontrak Ajax hingga 2029 setelah meninggalkan klub Amerika FC Dallas.

  • Sang kiper membawa julukan "Tembok" dari fans Indonesia ke markas besar Ajax Amsterdam.

  • Paes akan bersaing dengan Jaros Vitezslav untuk menjadi penjaga gawang utama klub Ajax.

Manajemen Ajax bergerak cepat untuk mengamankan jasa pemain berusia 29 tahun ini dari klub sebelumnya di MLS.

FC Dallas telah mencapai kesepakatan penuh untuk melepas kiper andalan mereka guna mencari tantangan baru di Eropa.

"Ajax, FC Dallas, dan Maarten Paes telah mencapai kesepakatan untuk transfer langsung ke Ajax," demikian isi keterangan pers Ajax.

Klub raksasa Belanda tersebut memberikan kepercayaan jangka panjang melalui durasi kontrak yang terhitung sangat signifikan bagi seorang kiper.

"Paes yang berusia 29 tahun telah menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2029. Ia sebelumnya terikat kontrak dengan klub Amerika Serikat hingga akhir tahun," lanjut keterangan tersebut.

Rekam jejak Paes selama berkompetisi di Major League Soccer menjadi alasan kuat mengapa Ajax berani memboyongnya kembali.

Sejak bergabung pada tahun 2022, ia telah membuktikan kualitasnya sebagai kiper yang memiliki konsistensi tingkat tinggi.

Ia tercatat telah memainkan sebanyak 114 pertandingan bersama FC Dallas selama periode kariernya di Amerika Serikat.

Meski harus memungut bola sebanyak 158 kali dari gawangnya, ia sukses membukukan total 23 laga tanpa kebobolan.

Baca Juga: RESMI! Selamat Tinggal Ivar Jenner

Kemampuan distribusi bola dan refleks cepatnya menjadi modal berharga untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Benua Biru.

Di level negara, peran Maarten Paes sebagai tembok terakhir Timnas Indonesia juga memberikan statistik yang cukup impresif.

Hingga saat ini, sang pemain telah mencatatkan 10 penampilan kompetitif bersama skuat asuhan Shin Tae-yong tersebut.

Dalam periode tersebut, ia harus kebobolan sebanyak 18 gol namun berhasil mencatatkan 3 kali clean sheet.

Mentalitas bertandingnya dalam laga-laga krusial internasional diharapkan mampu membantu Ajax meraih trofi bergengsi musim depan.

Pengalaman menghadapi penyerang top di level internasional memberikan kematangan berpikir saat mengambil keputusan sulit di kotak penalti.

Load More