-
Luke Vickery merupakan pemain Macarthur FC yang memiliki garis keturunan Indonesia dari neneknya.
-
PSSI dikabarkan telah berkomunikasi secara serius untuk mengajak Vickery bergabung dengan tim nasional.
-
Sang pemain sedang menimbang pilihan antara membela Indonesia, Australia, atau Amerika Serikat sekarang.
Upaya komunikasi terakhir yang dilakukan agennya membuahkan hasil manis ketika Macarthur FC menyatakan minat serius terhadapnya.
Tanpa berpikir panjang ia langsung menyetujui tawaran tersebut demi menyelamatkan karier profesionalnya yang hampir saja padam total.
“Saya benar-benar sudah hampir naik pesawat ke Amerika. Lalu kami mencoba satu panggilan terakhir ke klub-klub A-League, dan ketika Macarthur menghubungi, saya langsung menerimanya,” kata Vickery.
Keputusan krusial ini terbukti menjadi titik balik paling spektakuler dalam perjalanan hidup seorang Luke Vickery di lapangan hijau.
Di bawah bimbingan pelatih bertangan dingin Mile Sterjovski potensi maksimal sang pemain mulai terlihat secara nyata.
Gaya mainnya yang mengandalkan kecepatan lari serta agresivitas tinggi membuatnya menjadi momok bagi pertahanan lawan mana pun.
Ia tidak hanya tajam di liga domestik tetapi juga mampu menunjukkan taji saat bertarung di level kontinental.
Kini ia telah mengemas koleksi lima gol dari total tujuh belas penampilan bersama tim berjuluk The Bulls tersebut.
Puncak kepuasan batinnya terjadi saat ia berhasil menjebol gawang Melbourne City dalam kemenangan telak dengan skor 6-2.
Baca Juga: Angin Segar untuk John Herdman, Pemain Keturunan Grade A Buka Pintu Gabung Timnas Indonesia
Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor melainkan sebuah ajang balas dendam pribadi bagi masa lalunya.
Ternyata saat masih menimba ilmu di usia muda Vickery pernah dua kali mencoba peruntungan lewat jalur seleksi di sana.
Ironisnya tim raksasa Australia tersebut justru membuangnya dan meragukan kemampuan teknis yang ia miliki saat itu.
“Pada trial kedua, mereka bahkan menghentikannya lebih awal dan mengatakan tidak ada satu pun dari kami yang punya bakat. Jadi rasanya sangat memuaskan bisa mencetak gol dan mengalahkan mereka,” ujarnya.
Kegigihannya membuktikan diri kini membuahkan hasil yang jauh melampaui ekspektasi banyak pemandu bakat di Australia sebelumnya.
Kabar mengenai performa menawannya ini rupanya sudah sampai ke telinga para pengurus sepak bola di tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Serius Go Global, Futsal Indonesia Bangun Koneksi di Spanyol
-
Arahan FIFA, AFC Resmi Hentikan Bidding Tuan Rumah Piala Asia yang Diikuti Indonesia
-
FIFA Pastikan ASEAN Cup akan Digelar pada September-Oktober 2026
-
Siapa Marco Giampaolo? Eks AC Milan yang Resmi Jadi Pelatih Emil Audero
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
Profesionalisme Tingkat Tinggi: Kisah Hugo Ekitike Rela Lebaran di Pesawat Demi Liverpool
-
Pascal Struijk Pamer Tato Garuda Usai Asisten Timnas Indonesia Berkunjung ke Leeds, Kode Gabung?
-
Satu Posisi Penting di Timnas Indonesia Era John Herdman Justru Masih Kosong
-
Rival Timnas Indonesia Pusing, Pelatih Bulgaria Kekurangan Pemain Jelang FIFA Series 2026
-
Orleans Masters 2026: Tumbang dari Unggulan, Ubed Akui Petik Pelajaran Berharga