Bola / Liga Italia
Rabu, 04 Februari 2026 | 08:57 WIB
Ilustrasi suporter dan flare [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Pelaku pelemparan flare ke kiper Emil Audero saat laga Serie A telah ditangkap polisi Italia kurang dari dua hari.
  • Remaja berusia 19 tahun yang merupakan pendukung Inter Milan ini diidentifikasi melalui rekaman CCTV dan saksi.
  • Pihak berwenang mengonfirmasi pelaku bukanlah individu yang sebelumnya dikabarkan kehilangan jari dalam insiden berbeda.

Suara.com - Insiden pelemparan flare yang melukai kiper Timnas Indonesia Emil Audero saat laga Cremonese vs Inter Milan di Serie A menyita perhatian publik.

Peristiwa tersebut kini memasuki babak baru setelah pihak kepolisian Italia berhasil menangkap pelakunya.

Berikut tiga fakta penting terkait pelaku pelemparan flare tersebut.

Pelaku Berasal dari Ultras Nerazzurri

Pelaku pelemparan flare diketahui merupakan remaja berusia 19 tahun.

Pelaku adalah pendukung Inter Milan dan disebut memiliki keterkaitan dengan kelompok ultras Nerazzurri.

Identitas pelaku berhasil diungkap aparat keamanan melalui rekaman CCTV stadion serta keterangan saksi di lokasi kejadian.

Kronologi Emil Audero cedera kena flare fans Inter Milan. Kiper Timnas Indonesia luka bakar, pelaku kehilangan 3 jari akibat ledakan. Simak detailnya.[Dok. Fox Sports]

Ditangkap Kurang dari 48 Jam

Dilansir dari La Gazzetta dello Sport, Polisi bergerak cepat menangani kasus ini.

Baca Juga: Pelaku Pelemparan Flare ke Emil Audero Ternyata Masih Berusia Belasan Tahun

Dalam waktu kurang dari 48 jam setelah pertandingan, pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap oleh aparat kepolisian setempat.

Pelaku Tidak Kehilangan Jari

Fakta penting lainnya, pelaku pelemparan flare ke Emil Audero dipastikan bukan orang yang kehilangan tiga jari tangan.

Media Italia menyebut korban yang kehilangan tiga jari merupakan insiden terpisah dari pelemparan flare ke Emil Audero.

Pihak berwenang menegaskan bahwa dua kejadian tersebut tidak saling berkaitan dan melibatkan individu yang berbeda, sekaligus meluruskan informasi keliru yang sempat beredar di publik.

Kontributor: Azka Putra

Load More