- Luke Vickery, winger Macarthur FC yang sedang bersinar di Liga Australia, memiliki darah keturunan Indonesia dari neneknya yang berasal dari Medan.
- Kariernya nyaris tamat akibat krisis klub, namun ia bangkit dengan mencetak lima gol dari 17 laga musim ini, termasuk membobol gawang tim yang pernah menolaknya.
- Vickery memenuhi syarat membela tiga negara (Australia, AS, Indonesia) dan PSSI dikabarkan sudah melakukan kontak awal untuk proses naturalisasi.
Suara.com - Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air menyusul kabar ketertarikan PSSI untuk menaturalisasinya.
Winger muda yang kini bersinar di kasta tertinggi Liga Australia bersama Macarthur FC ini ternyata memiliki darah Indonesia yang kental dari Sumatera Utara.
Bukan sekadar talenta biasa, pemain yang siap dipanggil John Herdman ini menyimpan berbagai fakta menarik dalam perjalanan kariernya.
Berikut adalah lima fakta Luke Vickery yang wajib Anda ketahui:
1. Nyaris Pensiun Dini Akibat Krisis Klub
Karier profesional Luke Vickery hampir saja berakhir prematur saat klub lamanya, Western United, mengalami krisis finansial hingga harus "dibekukan".
Di saat pemain bintang lain sudah mendapatkan pelabuhan baru, Vickery yang kala itu baru mencatatkan 16 laga senior sempat terkatung-katung tanpa tawaran.
Situasi pelik tersebut bahkan sempat membuatnya bersiap untuk pulang kampung ke Amerika Serikat sebelum akhirnya diselamatkan oleh Macarthur FC pada September 2025.
2. Langsung 'Meledak' di Klub Baru
Baca Juga: Mauro Zijlstra Tak Otomatis Jadi Pemain Utama Persija Jakarta
Keputusan bergabung dengan Macarthur FC terbukti menjadi titik balik kebangkitan kariernya. Di bawah asuhan pelatih Mile Sterjovski, pemain berusia 19 tahun ini menjelma menjadi winger agresif yang sangat produktif.
Sejauh ini, ia telah mengemas lima gol dari 17 pertandingan, termasuk satu gol indah saat Macarthur membantai juara bertahan Melbourne City dengan skor telak 6-2.
3. Balas Dendam Manis pada Klub yang Menolaknya
Tak banyak yang tahu, Luke Vickery ternyata pernah dua kali ditolak mentah-mentah saat menjalani trial di akademi Melbourne City pada usia muda.
Pada kesempatan kedua, ia bahkan sempat mendengar vonis pahit bahwa tak satu pun peserta trial saat itu dianggap punya masa depan profesional.
Ironisnya, kini Melbourne City justru menjadi korban keganasan Vickery di atas lapangan, sebuah momen balas dendam yang terasa sangat manis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC