- Timnas Futsal Indonesia memiliki rekam jejak menyakitkan saat kalah tipis 2-3 dari Jepang di perempat final Piala Asia Futsal 2022 di Kuwait.
- Kekalahan tersebut menyisakan luka mendalam bagi pemain seperti Syauqi Saud karena Indonesia sebenarnya mampu mengimbangi permainan Jepang.
- Tragedi 2022 menjadi pelajaran berharga dan motivasi tambahan bagi skuad Garuda setiap kali harus kembali berhadapan dengan Jepang di level Asia.
Suara.com - Bayang-bayang kelam masih menyelimuti Timnas Futsal Indonesia setiap kali harus berhadapan dengan raksasa Asia, Jepang.
Pertemuan dengan tim Samurai Biru selalu membuka kembali luka lama yang belum sepenuhnya sembuh di benak para penggawa Garuda.
Momen paling menyakitkan yang tak terlupakan terjadi pada ajang Piala Asia Futsal 2022 yang digelar di Kuwait.
Kala itu, langkah impresif Timnas Futsal Indonesia harus terhenti secara tragis di babak perempat final.
Indonesia dipaksa menyerah dengan skor sangat tipis 2-3 dari Jepang dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga detik akhir.
Kekalahan tersebut terasa sangat pahit karena Indonesia sejatinya tampil berani dan mampu mengimbangi permainan kelas dunia milik Jepang.
Namun, satu kelengahan kecil di momen krusial cukup untuk membuat harapan melaju ke semifinal sirna seketika.
Gol demi gol yang dilesakkan Jepang seolah menjadi pukulan telak yang meruntuhkan mentalitas para pemain Indonesia saat itu.
Bagi pemain andalan seperti Syauqi Saud Lubis, laga tersebut masih tersimpan sangat jelas dalam ingatannya hingga detik ini.
Baca Juga: Penyelamatan Pakai Wajah, Ahmad Habibie Gembira Dinyanyikan Suporter di Indonesia Arena
Ia mengakui bahwa kekalahan dramatis itu menjadi pengalaman emosional yang paling sulit dilupakan sepanjang kariernya.
Rasa kecewa bercampur frustrasi yang menyelimuti ruang ganti usai peluit panjang adalah gambaran betapa dekatnya Indonesia dengan sejarah saat itu.
Timnas Futsal Indonesia merasa bahwa peluang lolos ke semifinal sebenarnya sangat terbuka lebar jika sedikit lebih fokus.
Kekalahan tipis dari Jepang dianggap sebagai kegagalan yang menyakitkan karena bukan disebabkan oleh kalah kualitas, melainkan detail permainan.
Sejak tragedi itu, Jepang selalu menjadi simbol ujian terberat dan momok yang menakutkan bagi skuad Merah Putih.
Setiap kali jadwal mempertemukan kedua tim, bayangan laga dramatis di Kuwait tersebut kembali menghantui.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Calvin Verdonk Sukses Bantu Lille Curi Poin di Markas Metz Meski Main Sebentar
-
Publik Iran: Ada Beban Jadi Juara Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia Bahaya!
-
Final Piala Asia Futsal 2026: Jutaan Pasang Mata Malam Ini Doakan Timnas Indonesia Juara
-
Bojan Hodak Beri Jawaban Soal Status Febri Hariyadi di Persib Bandung
-
Indonesia Kalah Telak Soal Head to Head dari Iran di Piala Futsal Asia
-
Persib Rekrut Sergio Castel, Sosok Ini Tergeser dari Tim
-
Eks Pemain Ajax Doakan Timnas Indonesia Juara Piala Asia Futsal 2026
-
Cetak Gol ke Gawang Malut United, Saddi Ramdani Tetap Merendah
-
Kalahkan Malut United, Bojan Akui di Babak Pertama Persib Kesulitan
-
Hossein Tayyebi Raja Gol Iran yang Jadi Ancaman Serius Indonesia di Final Piala Asia Futsal 2026