-
Ole Romeny bantu Oxford United raih hasil imbang 0-0 saat melawan pemimpin klasemen Coventry.
-
Meski bermain sepuluh orang, Oxford tampil disiplin dan Romeny mencatatkan rating performa 6,1.
-
Oxford United masih berada di zona degradasi dan terpaut empat poin dari batas aman.
Meski bermain dalam waktu yang relatif singkat, Ole Romeny memberikan dampak positif yang nyata.
Berdasarkan data statistik dari laman FotMob, pemain berusia 24 tahun ini mendapatkan rating sebesar 6,1.
Angka penilaian tersebut ternyata lebih tinggi dibandingkan pemain yang digantikannya, Myles Peart-Harris, yang mendapat 5,8.
Romeny tercatat melakukan satu tekel penting dan satu kontribusi bertahan yang menggagalkan peluang lawan.
Ketenangan Romeny dalam memegang bola juga terlihat dari catatan empat sentuhan penting di area kritis.
Keberhasilan menahan imbang tim terbaik liga saat ini memberikan kepuasan tersendiri bagi internal skuad.
Usai laga yang melelahkan tersebut, Romeny membagikan unggahan emosional melalui akun Instagram pribadinya kepada publik.
“Teamwork 100,” tulisnya, menegaskan pentingnya kerja sama tim dalam hasil imbang tersebut.
Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besarnya rasa kebersamaan yang ada di dalam ruang ganti tim.
Baca Juga: Timnas Indonesia Krisis Striker Abroad Eropa Andai Mauro Zijlstra Gabung Persija
Hasil imbang ini dianggap setara dengan kemenangan mengingat kondisi tim yang kekurangan jumlah pemain.
Walaupun meraih satu poin tambahan, Oxford United masih berjuang keras di papan bawah klasemen.
Saat ini mereka masih tertahan di peringkat ke-23 dengan perolehan total sebanyak 28 poin.
Jarak dengan Leicester City yang berada di zona aman kini terpaut sebanyak empat poin saja.
Sementara itu, Coventry City masih kokoh di puncak dengan koleksi 59 poin meski gagal menang.
Persaingan di papan atas semakin memanas karena Middlesbrough terus membayangi dengan selisih hanya satu poin.
Kesempatan bermain yang didapatkan Romeny menjadi sinyal positif bagi karier internasionalnya bersama skuad Garuda.
Kemampuan beradaptasi dengan atmosfer Championship yang sangat fisik menunjukkan bahwa dirinya adalah pemain bermental baja.
Etos kerja yang ia tunjukkan saat bertahan bisa menjadi pertimbangan pelatih untuk memberinya menit bermain.
Konsistensi adalah kunci utama bagi Romeny jika ingin mengamankan posisi inti di sisa kompetisi musim.
Seluruh penggemar sepak bola di tanah air tentu berharap kontribusi Romeny terus meningkat secara signifikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil