- PSSI didenda USD 11.000 oleh AFC karena pelanggaran regulasi pengamanan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia.
- Pelanggaran tersebut meliputi masuknya individu tanpa akreditasi dan penonton turun ke lapangan setelah laga final.
- PSSI menerima keputusan denda dari AFC yang diterbitkan 1 Februari 2026 dan diputuskan tidak akan mengajukan banding.
Suara.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga membenarkan pihaknya dihukum denda oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) buntut Timnas Futsal Indonesia di ajang Piala Asia Futsal 2026. Meski begitu, PSSI memastikan tak akan banding.
Piala Asia Futsal 2026 memang berlangsung di Indonesia pada 27 Januari sampai 7 Februari mendatang. Skuad Garuda finish sebagai runner-up, sementara juaranya adalah Iran.
Nah, selama kejuaraan itu berlangsung AFC ternyata menjatuhi sanksi kepada PSSI.
PSSI dinyatakan melanggar tiga regulasi AFC terkait pengamanan pertandingan Piala Asia Futsal 2026. AFC menilai ada satu individu tanpa akreditasi yang memasuki area terbatas serta satu penonton pendukung yang turun ke lapangan usai laga.
Akibat pelanggaran tersebut, PSSI dijatuhi denda total USD 11.000 dan wajib melunasinya dalam 30 hari sejak keputusan AFC diterbitkan pada 1 Februari 2026
"Benar. Paling enggak supaya tahu itu, kan yang kena ya PSSI di Denda," kata Arya di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Arya menjelaskan banyak pecinta sepak bola Tanah Air yang tidak tahu bahwa Federasi Futsal Indonesia ada di bawah PSSI.
Menurut Arya, PSSI juga bekerja membantu supaya Piala Asia Futsal 2026 berlangsung maksimal.
"Supaya netizen 'kan banyak enggak ngerti ya kalau futsal itu di bawah PSSI. Kadang-kadang ini, ini makanya perlu ada literasi bola gitu. Literasi-literasi sepak bola," jelasnya.
Baca Juga: AFC Jatuhi Sanksi PSSI Gara-gara Timnas Futsal Indonesia
"Bahwa yang namanya futsal itu under-nya PSSI gitu. Tahu lah, pembiayaan aja kita biayai kok. Futsal yang kemarin (Piala Asia) kan kita biayai, besar lho kita biayai," tegasnya.
Terkait sanksi yang sudah dijatuhi AFC, Arya menyebut menerimanya dan tidak akan melakukan banding.
"Ah, enggak lah (banding). Ya, sudah kita terima aja,' pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yuto Nagatomo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Jadi Pemain Asia Pertama Tampil di 5 Edisi
-
Jerman Tumbang dari Ekuador di Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann Murka Soroti Disiplin Pemain
-
Jepang Ukir Rekor Spesial di Piala Dunia 2026 Usai Lolos ke Babak 32 Besar
-
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Juara Grup, Pantai Gading Cetak Sejarah
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026