- Kiper Iran, Bagher Mohammadi, menyatakan kemenangan Piala Asia Futsal 2026 diraih di tengah tekanan mental berat.
- Mohammadi merasakan atmosfer intens dari 16.500 penonton di Indonesia Arena selama laga final.
- Keputusan mengganti kiper saat adu penalti diambil demi stabilitas dan tujuan akhir meraih juara.
Suara.com - Kiper Timnas Iran, Bagher Mohammadi, mengungkap cerita di balik keberhasilan timnya meraih gelar ke-14 Piala Asia Futsal 2026 setelah mengalahkan Timnas Futsal Indonesia.
Mohammadi menyoroti beratnya tekanan yang dihadapi tim, mulai dari kondisi mental pemain hingga atmosfer luar biasa di Inodnesia Arena, tempat laga final Piala Asia Futsal 2026.
Menurut Mohammadi, gelar juara tersebut diraih dalam situasi yang tidak mudah.
“Kami memenangkan turnamen ini dalam kondisi sulit. Saat itu kami berlatih dengan tekanan mental yang berat. Futsal Asia juga berkembang pesat, terlihat dari hasil-hasil pertandingan yang semakin ketat,” ujarnya dilansir dari Mashreghnews.
Mohammadi secara khusus menyoroti atmosfer pertandingan di Indonesia yang ia sebut belum pernah dirasakan sepanjang kariernya.
“Ketika laga dimulai, tercipta suasana yang belum pernah saya lihat selama 20 tahun bermain futsal. Sebanyak 16.500 penonton mendukung tim mereka dengan sangat intens, bahkan para ofisial ikut memberi semangat,” katanya.
Salah satu momen penting terjadi saat Mohammadi digantikan oleh Mehdi Rostamiha dalam adu penalti final. Ia menilai keputusan tersebut tepat karena rekannya berada dalam kondisi lebih tenang.
“Detak jantungnya lebih stabil dan kemampuan pengambilan keputusannya lebih baik. Setelah saya bermain enam laga dalam 10 hari, kondisinya memang lebih siap. Yang penting kami semua ingin menjadi juara, siapa pun yang berdiri di bawah mistar,” jelasnya.
Menariknya, Mohammadi juga mengungkap bahwa tidak semua pihak mendukung keberhasilan timnas.
Baca Juga: Suporter Timnas Indonesia Bikin Kaki Gemetar, Jantung Deg-degan, Pemain Iran: Ini Final Terberat!
“Setidaknya ada sebagian orang yang tidak ingin tim nasional menjadi juara. Saya melihatnya di media sosial dan mendengar beberapa komentar yang mengkritik performa kami,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa trofi yang dibawa pulang menjadi bukti kerja keras tim di tengah tekanan besar.
“Tidak ada yang bisa menilai kami tanpa merasakan langsung atmosfer tersebut. Anda harus berada di sana untuk memahami betapa beratnya situasi yang kami hadapi,” tegasnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Suporter Timnas Indonesia Bikin Kaki Gemetar, Jantung Deg-degan, Pemain Iran: Ini Final Terberat!
-
Rincian Denda PSSI dari AFC Gegara Suporter Terobos Lapangan di Final Piala Asia Futsal 2026
-
Angin Segar untuk Herdman! 'The Next Sergio Ramos' Buka Pintu Bela Timnas Indonesia
-
Badai Absen Hantam Timnas Indonesia: 5 Pilar Terancam Gagal Tampil di FIFA Series 2026
-
Starting XI Ngeri Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Disesaki Pemain Diaspora?
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026
-
Bukan Sekadar Menang, Ini Janji John Herdman untuk Gaya Main Timnas Indonesia
-
Misi Terselubung Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Takut Pemainnya Cari Suaka Politik, Negara Ini 7 Tahun Tak Main hingga Tak Masuk Ranking FIFA
-
Dean James Diterpa Masalah, Bek Timnas Indonesia Rp170 M Dapat Tawaran Wow dari Klub Belanda
-
Dirtek FC Emmen: Skandal Dean James Bisa Hancurkan Karier Tim Geypens
-
Penampakan Rumput Stadion GBK Jelang Timnas Indonesia vs St Kitts and Nevis, Kok Bisa Kaya Gitu?
-
John Herdman Boyong Eks Persija ke Timnas Indonesia! Siapa Dia?
-
Eks Persija Ini Rindu Jakarta, Kini Datang Punya Misi Permalukan Timnas Indonesia
-
Timnas Indonesia Butuh Dukungan Total Hadapi Saint Kitts and Nevis