Bola / Bola Indonesia
Senin, 09 Februari 2026 | 19:15 WIB
Kiper Timnas Iran, Bagher Mohammadi, mengungkap cerita di balik keberhasilan timnya meraih gelar ke-14 Piala Asia Futsal 2026 setelah mengalahkan Timnas Futsal Indonesia. [Instagram Bagher Mohammadi]
Baca 10 detik
  • Kiper Iran, Bagher Mohammadi, menyatakan kemenangan Piala Asia Futsal 2026 diraih di tengah tekanan mental berat.
  • Mohammadi merasakan atmosfer intens dari 16.500 penonton di Indonesia Arena selama laga final.
  • Keputusan mengganti kiper saat adu penalti diambil demi stabilitas dan tujuan akhir meraih juara.

Suara.com - Kiper Timnas Iran, Bagher Mohammadi, mengungkap cerita di balik keberhasilan timnya meraih gelar ke-14 Piala Asia Futsal 2026 setelah mengalahkan Timnas Futsal Indonesia.

Mohammadi menyoroti beratnya tekanan yang dihadapi tim, mulai dari kondisi mental pemain hingga atmosfer luar biasa di Inodnesia Arena, tempat laga final Piala Asia Futsal 2026.

Menurut Mohammadi, gelar juara tersebut diraih dalam situasi yang tidak mudah.

“Kami memenangkan turnamen ini dalam kondisi sulit. Saat itu kami berlatih dengan tekanan mental yang berat. Futsal Asia juga berkembang pesat, terlihat dari hasil-hasil pertandingan yang semakin ketat,” ujarnya dilansir dari Mashreghnews.

Mohammadi secara khusus menyoroti atmosfer pertandingan di Indonesia yang ia sebut belum pernah dirasakan sepanjang kariernya.

Timnas Futsal Indonesia Juara di Hati Masyarakat, Hector Souto: Mental Mereka Luas Biasa! [@timnasfutsal]

“Ketika laga dimulai, tercipta suasana yang belum pernah saya lihat selama 20 tahun bermain futsal. Sebanyak 16.500 penonton mendukung tim mereka dengan sangat intens, bahkan para ofisial ikut memberi semangat,” katanya.

Salah satu momen penting terjadi saat Mohammadi digantikan oleh Mehdi Rostamiha dalam adu penalti final. Ia menilai keputusan tersebut tepat karena rekannya berada dalam kondisi lebih tenang.

“Detak jantungnya lebih stabil dan kemampuan pengambilan keputusannya lebih baik. Setelah saya bermain enam laga dalam 10 hari, kondisinya memang lebih siap. Yang penting kami semua ingin menjadi juara, siapa pun yang berdiri di bawah mistar,” jelasnya.

Menariknya, Mohammadi juga mengungkap bahwa tidak semua pihak mendukung keberhasilan timnas.

Baca Juga: Suporter Timnas Indonesia Bikin Kaki Gemetar, Jantung Deg-degan, Pemain Iran: Ini Final Terberat!

“Setidaknya ada sebagian orang yang tidak ingin tim nasional menjadi juara. Saya melihatnya di media sosial dan mendengar beberapa komentar yang mengkritik performa kami,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa trofi yang dibawa pulang menjadi bukti kerja keras tim di tengah tekanan besar.

“Tidak ada yang bisa menilai kami tanpa merasakan langsung atmosfer tersebut. Anda harus berada di sana untuk memahami betapa beratnya situasi yang kami hadapi,” tegasnya.

Kontributor: Adam Ali

Load More