Bola / Bola Indonesia
Selasa, 10 Februari 2026 | 11:20 WIB
Timnas Futsal Indonesia (IG Timnas Futsal Indonesia)
Baca 10 detik
  • PSSI resmi didenda AFC senilai USD 11.000 akibat pelanggaran keamanan Piala Asia Futsal.

  • Arya Sinulingga menegaskan PSSI tidak akan melakukan banding dan menerima sanksi tersebut.

  • Federasi meminta masyarakat memahami bahwa Timnas Futsal berada penuh di bawah naungan PSSI.

Suara.com - Federasi sepak bola tertinggi di Indonesia PSSI baru saja menerima kabar kurang sedap dari pihak konfederasi Asia kepada Timnas Futsal Indonesia.

Keputusan tegas diambil oleh AFC terkait penyelenggaraan turnamen futsal internasional yang baru saja usai di tanah air.

Indonesia sebelumnya dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi Piala Asia Futsal 2026 pada awal tahun ini.

Sayangnya, kesuksesan penyelenggaraan tersebut harus ternoda dengan munculnya hukuman finansial yang cukup signifikan bagi federasi.

Arya Sinulingga selaku Anggota Komite Eksekutif PSSI memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya sanksi administratif tersebut.

Terdapat tiga poin utama regulasi yang dianggap telah dilanggar oleh pihak panitia pelaksana di Indonesia.

Pelanggaran tersebut berkaitan erat dengan aspek keamanan dan sterilisasi area pertandingan selama turnamen berlangsung di Jakarta.

Laporan resmi menyebutkan adanya individu tanpa identitas resmi yang nekat menyusup ke zona terlarang di stadion.

Selain itu, terdapat insiden seorang suporter yang merangsek masuk ke dalam arena lapangan setelah pertandingan berakhir.

Baca Juga: Dibantai China 0-7, PSSI: Timnas Indonesia U-17 Masih Jauh dari Level Sebenarnya

Hal ini dianggap sebagai kelalaian serius dalam menjaga prosedur keselamatan pemain dan ofisial di area pertandingan.

Akibat rentetan kejadian tersebut, PSSI kini diwajibkan menyetorkan denda total senilai USD 11.000 kepada pihak AFC.

Jika dikonversi ke dalam mata uang lokal, angka tersebut menyentuh nominal ratusan juta rupiah yang harus segera dilunasi.

Berdasarkan surat keputusan per tanggal 1 Februari 2026, federasi memiliki waktu 30 hari untuk menyelesaikan pembayaran.

Meskipun nominalnya cukup besar, pihak PSSI telah mengambil sikap untuk tidak memperpanjang urusan hukum ini.

Federasi memilih untuk patuh pada keputusan tersebut tanpa melakukan upaya keberatan atau langkah banding.

Kepastian mengenai diterimanya hukuman ini disampaikan langsung oleh Arya Sinulingga saat berada di kawasan GBK Arena.

Beliau ingin masyarakat luas memahami bahwa tanggung jawab atas kejadian tersebut sepenuhnya berada di pundak PSSI.

"Benar. Paling enggak supaya tahu itu, kan yang kena ya PSSI di Denda," kata Arya di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pihaknya merasa perlu meluruskan pemahaman publik mengenai struktur organisasi yang membawahi olahraga futsal di Indonesia.

Selama ini masih terdapat anggapan di kalangan masyarakat bahwa futsal berdiri sendiri tanpa kaitan dengan PSSI.

Arya menekankan bahwa literasi mengenai tata kelola olahraga di kalangan netizen masih perlu ditingkatkan kembali.

Banyak pendukung yang belum menyadari bahwa Federasi Futsal Indonesia merupakan bagian integral yang berada di bawah PSSI.

"Supaya netizen 'kan banyak enggak ngerti ya kalau futsal itu di bawah PSSI. Kadang-kadang ini, ini makanya perlu ada literasi bola gitu. Literasi-literasi sepak bola," jelasnya.

Beliau juga memaparkan besarnya komitmen finansial yang telah dikucurkan federasi demi kesuksesan ajang internasional tersebut.

PSSI mengaku telah mengeluarkan modal yang sangat besar untuk memastikan seluruh kebutuhan Timnas Futsal Indonesia terpenuhi.

Keterlibatan PSSI dalam menyokong kebutuhan tim nasional futsal mencakup segala aspek, mulai dari teknis hingga operasional.

"Bahwa yang namanya futsal itu under-nya PSSI gitu. Tahu lah, pembiayaan aja kita biayai kok. Futsal yang kemarin (Piala Asia) kan kita biayai, besar lho kita biayai," tegasnya.

Pada kompetisi tersebut, perjuangan skuad Garuda sebenarnya membuahkan hasil yang cukup membanggakan bagi publik olahraga nasional.

Timnas Futsal Indonesia berhasil menyabet gelar runner-up setelah bertarung sengit di partai puncak melawan kekuatan Asia lainnya.

Gelar juara sendiri akhirnya jatuh ke tangan tim nasional Iran yang tampil dominan sepanjang turnamen berlangsung.

Terkait sanksi denda yang sudah ditetapkan, Arya menegaskan bahwa PSSI akan segera memproses pelunasan administrasi tersebut.

Tidak ada niatan dari pengurus federasi untuk mencari celah hukum guna menghindari kewajiban yang telah dijatuhkan AFC.

"Ah, enggak lah (banding). Ya, sudah kita terima aja," pungkasnya.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab profesional PSSI sebagai penyelenggara turnamen internasional di masa depan.

Diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi manajemen pengamanan di pertandingan-pertandingan skala dunia berikutnya di Indonesia.

Load More