- Timnas Indonesia akan menghadapi St Kitts and Nevis dari CONCACAF dalam FIFA Series 2026.
- St Kitts and Nevis, dijuluki The Sugar Boyz, pernah menjadi *runner up* Caribbean Cup 1996.
- Saat ini St Kitts and Nevis berada di peringkat ke-154 FIFA, jauh di bawah Indonesia (ke-122).
Suara.com - Timnas Indonesia akan memulai petualangannya di ajang FIFA Series 2026 dengan menghadapi lawan dari zona CONCACAF, St Kitts and Nevis.
Meski di atas kertas Skuad Garuda lebih diunggulkan, negara kepulauan Karibia ini memiliki profil yang menarik untuk ditelisik lebih dalam sebelum kedua tim bertemu di lapangan.
Negara yang berbasis di Basseterre ini memiliki julukan yang unik, yakni The Sugar Boyz.
Julukan ini bukan tanpa alasan, melainkan berakar kuat pada sejarah panjang negara tersebut sebagai salah satu penghasil tebu dan gula di kawasan Karibia.
Federasi sepak bola mereka (SKNFA) telah berdiri sejak 1932, namun baru resmi menjadi anggota CONCACAF dan FIFA pada tahun 1992.
Laga internasional pertama mereka tercatat terjadi pada 1938, di mana mereka takluk 2-4 dari Grenada.
Jika berbicara soal prestasi, lemari trofi The Sugar Boyz memang masih kosong. Mereka belum pernah sekalipun meraih gelar juara di turnamen resmi, baik di level regional maupun benua.
Pencapaian terbaik mereka hingga saat ini adalah menjadi runner up Caribbean Cup edisi 1996, setelah di partai puncak harus mengakui keunggulan Trinidad dan Tobago.
Di level yang lebih tinggi, partisipasi mereka di CONCACAF Gold Cup (turnamen setara Piala Asia) baru terjadi satu kali, yakni pada edisi 2023.
Baca Juga: Lawan Saint Kitts and Nevis Jadi Ujian Perdana Garuda di Turnamen Bergengsi FIFA Series 2026
Sayangnya, dalam debutnya tersebut, mereka harus puas menjadi bulan-bulanan setelah selalu menelan kekalahan dalam tiga pertandingan di fase grup.
Dari sisi peringkat FIFA, perbandingan kekuatan kedua tim terlihat cukup timpang.
Saat ini, St Kitts and Nevis menempati posisi ke-154 dunia dengan 1035.25 poin. Peringkat ini terpaut cukup jauh dari Indonesia yang berada di urutan ke-122 dengan 1144.73 poin.
Menariknya, posisi ini merupakan salah satu yang terendah bagi St Kitts and Nevis dalam satu dekade terakhir.
Mereka pernah merasakan masa keemasan saat berhasil menembus peringkat ke-73 FIFA pada Maret 2017.
Namun sejak saat itu, performa mereka cenderung menurun hingga terdampar di posisinya saat ini.
Berita Terkait
-
FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Tanpa Diperkuat Pemain Naturalisasi Baru
-
Striker Keturunan Jakarta Jadi Top Skor di Klub Belanda, Dilirik John Herdman ke Timnas Indonesia?
-
Format FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Lawan St Kitts and Nevis, Potensi Jumpa Bulgaria di Final
-
PSSI Ungkap Pergerakan John Herdman Keliling Eropa Cari Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Jelang FIFA Series 2026, PSSI Ungkap Persiapan Timnas Indonesia
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Publik Jepang Ramai-ramai Doakan Timnas Indonesia Tumbangkan Qatar di Piala Asia 2027
-
Kiper Jebolan Eropa Kaget dengan Kultur Serba Mobil di Indonesia: Minim Aktivitas Jalan Kaki
-
PSSI Hubungi FIFA, Bahas Bidding Piala Dunia Futsal 2028
-
Kiper Kelahiran Hoorn: Tanpa Staf Pelatih Belanda, Saya Mungkin Tak ke Indonesia
-
Transfer Ederson ke Manchester United Terancam Gagal Jika Arsenal Berani Bayar Mahal
-
Erick Thohir Minta PSSI Tak Gengsi Belajar dari Federasi Futsal Indonesia
-
Dituduh Diving, Kapten Leeds United Tampil Interview dengan Luka di Kepala
-
MU Berburu The Next Bruno Fernandes, Maxi Araujo Jadi Target Utama
-
Krisis Lini Tengah Manchester United, Ederson Menjadi Solusi Murah Usai Atletico Tikung Joao Gomes
-
Pep Guardiola Yakin Omar Marmoush Punya Peran Penting untuk Manchester City