- Real Madrid tetap kompetitif dalam persaingan LaLiga, hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Barcelona.
- Meskipun sering menang, performa permainan tim asuhan Álvaro Arbeloa dinilai pundit belum meyakinkan.
- Kemenangan penting diraih melawan Valencia, namun mereka masih lemah saat menghadapi pertahanan lawan yang dalam.
Suara.com - Real Madrid terus menjaga peluang dalam perburuan gelar LaLiga setelah hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen, Barcelona.
Namun di balik hasil positif tersebut, muncul keraguan terkait performa tim asuhan Álvaro Arbeloa yang dinilai belum sepenuhnya meyakinkan.
Sejumlah pundit dari Spanyol, menyoroti bahwa Los Blancos memang sering meraih kemenangan, tetapi kualitas permainan mereka masih menjadi tanda tanya.
Kemenangan penting atas Valencia menjadi bukti bahwa Madrid tetap kompetitif, terutama di laga tandang yang kerap sulit.
Eks bek timnas Spanyol, Rafa Alkorta, menegaskan bahwa kemenangan adalah fondasi utama bagi klub besar seperti Madrid.
“Hal terbaik yang dilakukan Madrid saat ini adalah menang. Untuk bangkit dan membangun tim, itu langkah pertama,” ujarnya dilansir dari Cardena Ser.
“Namun jelas mereka masih kurang dalam permainan, terutama saat menghadapi tim yang bertahan sangat dalam.”
Pergantian pelatih dari Xabi Alonso ke Arbeloa sempat diharapkan membawa angin segar.
Arbeloa bahkan mencoba memperbaiki hubungan internal dengan pendekatan yang lebih dekat kepada pemain.
Baca Juga: Santi Cazorla Kritik La Liga, Sebut Jauh di Belakang Premier League
Namun di atas lapangan, perbedaannya dinilai belum terlalu terlihat.
“Saya masih melihat dalam banyak momen pertandingan, ini adalah Madrid yang sama seperti era Xabi Alonso,” kata Alkorta.
Pundit lainnya, Alvaro Benito menilai penilaian terhadap Arbeloa belum bisa final karena tantangan berat masih menanti.
Menurutnya, jika Madrid mampu mempertahankan disiplin seperti saat menghadapi Valencia, terutama dalam fase bertahan, mereka akan sulit dikalahkan di kompetisi domestik.
Namun keraguan muncul ketika menghadapi lawan-lawan besar, terutama di Liga Champions.
“Tim ini perlu berkembang menghadapi tantangan ke depan, khususnya di Eropa,” katanya.
Berita Terkait
-
Santi Cazorla Kritik La Liga, Sebut Jauh di Belakang Premier League
-
Sukses bersama Nigeria, Eric Chelle Ungkap Impian Latih Real Madrid
-
Liga Spanyol: Joan Laporta Resmi Mengundurkan Diri sebagai Presiden Barcelona
-
Real Madrid Bidik Pedri! Florentino Perez Ingin Ulangi Saga Transfer Luis Figo
-
Joan Laporta Resmi Mundur dari Presiden Barcelona, Ada Masalah Apa?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Mati-matian Kalahkan Emil Audero Cs, Pelatih Atalanta Loncat Kegirangan
-
Gebrakan Baru PSSI Gandeng JFA, Kirim Wasit Negeri Sakura untuk Kawal Laga Liga Nusantara
-
Erwan Hendarwanto Resmi Dipinjamkan PSIM ke Garudayaksa FC
-
Bomber Haus Gol Keturunan Indonesia: Umur 23 Tahun, 19 Laga 15 Gol, Siapa Dia?
-
Pergi Saat Lagi Sayang-sayangnya, Ryo Matsumura Tulis Perpisahan Mengharukan untuk Persija
-
Sayang PSSI Sementara Stop Naturalisasi, Padahal Bek PSV Ini Bisa Bela Timnas Indonesia
-
5 Fakta Tim The Sugar Boyz Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis
-
Badai Cedera Hantui Debut John Herdman di FIFA Series 2026
-
Mengupas St Kitts and Nevis, Lawan Perdana Timnas Indonesia di FIFA Series 2026