Bola / Liga Italia
Rabu, 11 Februari 2026 | 09:37 WIB
Emil Audero dan Cremonese alami masa sulit di Serie A 2025/2026. Kiper Timnas Indonesia ini belum rasakan kemenangan dalam dua bulan terakhir. [Dok. Kolase Suara]
Baca 10 detik
  • Emil Audero belum merasakan kemenangan bersama Cremonese dalam dua bulan terakhir setelah kalah 1-2 dari Atalanta pada Selasa (10/2).
  • Cremonese melewati 10 pertandingan Serie A tanpa kemenangan dengan rincian tiga imbang dan tujuh kalah, menempatkan mereka di peringkat 16.
  • Jadwal berat menanti Emil Audero karena harus menghadapi Genoa, AS Roma, dan AC Milan dalam upaya menjauh dari ancaman degradasi.

Suara.com - Emil Audero Mulyadi tengah merasakan fase berat dalam kariernya bersama Cremonese di kompetisi Serie A Italia musim 2025/2026.

Kiper andalan Timnas Indonesia ini terpaksa menelan pil pahit karena timnya tak kunjung meraih kemenangan dalam dua bulan terakhir.

Rentetan hasil buruk ini semakin panjang usai Cremonese takluk 1-2 dari Atalanta pada laga pekan terbaru, Selasa (10/2) dini hari WIB.

Kekalahan tersebut memastikan puasa kemenangan skuad asuhan Davide Nicola genap berlangsung selama dua bulan penuh.

Terakhir kali Emil Audero merasakan manisnya tiga poin adalah saat menundukkan Lecce dengan skor 2-0 pada 7 Desember tahun lalu.

Sejak momen kemenangan itu, Cremonese harus melewati 10 pertandingan Serie A tanpa sekalipun meraih hasil maksimal.

Statistik mencatat mereka hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan harus menderita tujuh kekalahan dalam periode kelam tersebut.

Situasi sulit ini berdampak langsung pada posisi Cremonese yang kini tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.

Jarak mereka dengan zona aman papan tengah semakin jauh karena terpaut tujuh angka dari Bologna yang menduduki posisi ke-10.

Baca Juga: Nasib Orang Dzalim ke Emil Audero Sungguh Tragis

Ancaman degradasi kian membayangi mengingat mereka hanya unggul lima poin dari Fiorentina yang berada di papan bawah.

Kondisi klasemen yang sangat rapat membuat setiap pertandingan ke depan menjadi laga hidup mati bagi Emil Audero untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Di tengah tekanan besar, pelatih Cremonese Davide Nicola menegaskan bahwa anak asuhnya tidak kehilangan semangat juang di lapangan.

Ia menilai para pemain tetap menunjukkan tekad pantang menyerah dan berusaha tampil agresif meski hasil akhir belum memihak.

Nicola juga menekankan pentingnya keberanian memegang bola serta variasi serangan melalui sayap maupun umpan langsung ke kotak penalti.

Menurutnya, gaya bermain terbuka di babak kedua memang berisiko membuka celah di lini belakang, namun strategi bertahan total bukan solusi untuk menang.

Ujian mental bagi Emil Audero masih akan berlanjut dengan jadwal neraka yang menanti Cremonese dalam tiga pekan ke depan.

Mereka dijadwalkan akan menghadapi Genoa sebelum akhirnya menantang raksasa Italia, AS Roma dan AC Milan, secara beruntun.

Jadwal padat dan berat ini menjadi tantangan nyata bagi kiper Timnas Indonesia tersebut untuk segera membawa timnya keluar dari krisis.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Load More