- Kalender Timnas Indonesia tahun 2026 sangat padat dengan agenda internasional dan regional yang memerlukan manajemen ekstra PSSI.
- Agenda penting dimulai dengan FIFA Series Maret 2026, debut John Herdman, diikuti ASEAN Championship Juli hingga Agustus.
- Seluruh rangkaian pertandingan menjadi persiapan menuju Piala Asia 2027 serta melibatkan tim nasional kelompok usia.
Suara.com - Kalender Timnas Indonesia sepanjang 2026 dipastikan sangat padat. Deretan agenda internasional dan regional membuat PSSI harus bekerja ekstra menyusun jadwal agar seluruh program berjalan optimal.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, tak menampik padatnya agenda tim nasional membuat federasi cukup kewalahan menentukan prioritas.
Sepanjang 2026, Skuad Garuda akan menjalani rangkaian turnamen dan laga internasional secara beruntun. Agenda pembuka adalah FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23–31 Maret.
Ajang tersebut sekaligus menandai debut internasional John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia.
FIFA Series 2026 akan diikuti empat negara, yakni Indonesia, Saint Kitts and Nevis, Kepulauan Solomon, dan Bulgaria. Format turnamen menghadirkan tiga pertandingan, terdiri dari dua laga awal dan satu partai final.
Selepas itu, Timnas Indonesia masih harus bersiap menghadapi FIFA Matchday Juni 2026.
Jadwal tak berhenti di sana. Setelah agenda internasional tersebut, fokus tim beralih ke ASEAN Championship 2026 yang digelar pada 25 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Turnamen terbesar di Asia Tenggara itu menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang gelar juara yang belum pernah diraih sejak pertama kali digelar pada 1996.
Usai ASEAN Championship, Timnas Indonesia kembali dihadapkan pada FIFA Matchday periode September–Oktober serta November 2026.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Bantu Timnya Tampil Gahar di AFC Champions League Elite 2025/2026
Seluruh agenda itu menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027 yang akan berlangsung pada Januari–Februari 2027.
“Banyak banget nih agenda. Sampai pusing. Belum lagi bulan Juni kan? Bulan Juni ada, terus AFF juga ada,” ungkap Arya Sinulingga beberapa waktu lalu.
Tak hanya tim senior, PSSI juga harus membagi fokus untuk kelompok usia. Timnas U-17 dan U-19 sama-sama memiliki agenda turnamen sepanjang tahun.
Dengan jadwal sepadat ini, PSSI dituntut cermat dalam manajemen waktu dan kondisi pemain.
Rotasi, pemanggilan pemain, hingga strategi jangka panjang menjadi kunci agar seluruh tim nasional tampil maksimal tanpa mengorbankan kebugaran maupun target besar ke depan.
“Ada AFF U-17, lalu AFF U-19, kemudian FIFA Matchday. Banyak, banyak banget agendanya,” tambah Arya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Valuasi Inter Miami Tembus Rp23,4 Triliun, Geser LAFC dari Puncak MLS
-
Timnas Indonesia Diajak Uji Coba Lawan Peserta Piala Dunia 2026, Ini Bocorannya!
-
Bawa Como 1907 Singkirkan Napoli, Berapa Bos Djarum Bayar Gaji Cesc Fabregas?
-
3 Alasan Wonderkid PSV Sebas Ditmer Layak Jadi Rebutan Timnas Indonesia
-
Viral! Ditahan Imbang West Ham, Fans Manchester United Puasa Cukur Rambut Hampir 500 Hari
-
Gaji Rafael Struick vs Ivar Jenner di Dewa United, Siapa Tajir Melintir?
-
Silsilah Darah Indonesia Sebas Ditmer, Pemain Keturunan PSV Eindhoven Eligible Bela Timnas Indonesia
-
Layvin Kurzawa dan 6 Pemain Asing Termahal di BRI Super League: Ada yang Moncer, Banyak yang Gagal
-
Ryo Matsumura Curhat Persija Jakarta Tunggak Gaji Berbulan-bulan, Sebut Nama Thomas Doll
-
Bukan Titipan PSSI, Arya Sinulingga Ungkap Alasan Pemain Naturalisasi Banjiri Super League