-
Persik Kediri hadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Joko Samudra Gresik pada pekan ke-21.
-
Laga dipindah ke Gresik tanpa penonton akibat trauma sejarah bentrok suporter tahun 2019 lalu.
-
Pelatih Marcos Reina Torres tekankan disiplin dan kerja sama tim demi amankan poin penuh.
Persiapan skema permainan telah dimatangkan dalam sesi latihan terakhir guna memastikan setiap instruksi dapat dijalankan dengan sempurna oleh pemain.
“Kami harus menyiapkan game plan terbaik dan melakukan pendekatan yang tepat untuk menghadapi PSIM,” kata dia.
Kedisiplinan Tinggi di Stadion Netral
Kedisiplinan menjadi instruksi mutlak yang ditekankan Torres mengingat status laga ini yang secara teknis bukan di markas asli mereka.
Walaupun bertindak sebagai penyelenggara, suasana pertandingan tentu akan terasa sangat berbeda dibandingkan saat bermain di hadapan publik sendiri.
Pelatih menginginkan para pemain tetap memiliki mentalitas petarung meski tidak mendapatkan dukungan langsung dari ribuan suporter setia di tribun.
Kewaspadaan ekstra harus diterapkan sejak peluit pertama dibunyikan guna menghindari kesalahan fatal yang bisa berujung kerugian bagi tim.
“Ini laga home, tetapi tidak sepenuhnya seperti bermain di kandang sendiri. Karena itu, kami harus tetap waspada dan fokus penuh,” kata dia.
Alasan Keamanan dan Perpindahan Venue
Baca Juga: BRI Super League: Bek anyar PSIM Yogyakarta berpeluang debut kontra Persik Kediri
Tri Widodo yang menjabat sebagai Ketua Panpel Persik Kediri menjelaskan alasan di balik keputusan pemindahan lokasi pertandingan pekan ini.
Faktor perizinan dari pihak keamanan menjadi kendala utama sehingga laga tidak bisa diselenggarakan di Stadion Brawijaya yang menjadi rumah mereka.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek risiko keamanan demi kelancaran jalannya kompetisi sepak bola nasional yang sedang berlangsung.
Pihak kepolisian setempat memberikan perhatian khusus pada riwayat pertemuan kedua tim yang pernah diwarnai oleh insiden yang tidak diinginkan.
"Polres Kediri Kota tidak memberikan izin karena sejarah yang kurang baik, sebab kedua tim sempat terlibat bentrok pada 2019 saat keduanya bertanding di kompetisi Liga 2," kata dia.
Stadion Gelora Joko Samudra Sebagai Pilihan
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Florentino Perez Siap Bajak Bintang Dunia Meski Real Madrid Hancur Tanpa Gelar, Singgung Ronaldo
-
Rotasi Ekstrem Pep Guardiola, Pasrah Kejar Arsenal saat Manchester City Alami Kelelahan Hebat
-
Fantastis! Gaji Lionel Messi Tembus Rp460 Miliar, Ronaldo Gak Tertarik Main di MLS?
-
Daftar 11 Klub Championship Gagal Lolos Lisensi, Operator Siapkan Hukuman Minus Poin
-
Dibuang DPMM FC, Klub Super League Mana yang Bakal Dituju Ramadhan Sananta?
-
Jackpot! Perjudian Pep Guardiola Berbuah Manis, Phil Foden Jadi Kunci
-
Cuma Klub Ini yang Tak Lolos Penilaian Lisensi Super League, Terancam Sanksi Berat!
-
Striker Timnas Indonesia Ramadhan Sananta Resmi Berpisah dengan DPMM FC
-
What a Finish! Nonton Piala Dunia 2026 Bonus Kondom Gratis, Kok Bisa?
-
Carlo Ancelotti Bantah Pemain Real Madrid Sulit Diatur