Bola / Liga Spanyol
Kamis, 14 Mei 2026 | 11:05 WIB
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti. [Instagram Carlo Ancelotti]
Baca 10 detik
  • Carlo Ancelotti membantah isu pemain Real Madrid sulit dikendalikan melalui pernyataan resmi pada hari Rabu, 13 Mei 2026.
  • Ancelotti menegaskan bahwa diskusi intensif dengan para pemain merupakan metode efektif untuk menerapkan strategi permainan secara optimal.
  • Isu konflik internal antar pemain Real Madrid dinilai menjadi faktor utama kegagalan klub meraih gelar pada musim ini.

Suara.com - Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, membantah anggapan bahwa para pemain Real Madrid sulit dikendalikan dan menilai isu tersebut dibesar-besarkan.

“Yang saya baca sepertinya pemain-pemain Madrid bertindak sesuka hati. Itu tidak benar. Omong kosong. Benar-benar omong kosong,” kata Ancelotti seperti dilaporkan The Athletic, Rabu (13/5/2026).

Ancelotti yang pernah melatih Real Madrid pada periode 2013-2015 dan 2021-2025 menegaskan dirinya tidak pernah mengalami persoalan kedisiplinan selama menangani Los Blancos.

Menurut pelatih asal Italia tersebut, komunikasi dengan pemain justru menjadi elemen penting dalam membangun tim yang solid.

"Tidak benar. Di sana, ketika mempunyai ide dan saya selalu berdiskusi dengan para pemain. Saya melihat apakah mereka setuju atau tidak. Kami bahkan melakukan ini di final Liga Champions,” ujar Ancelotti.

Ia menilai berdiskusi dengan pemain bukan berarti pelatih kehilangan kendali terhadap tim. Sebaliknya, komunikasi dibutuhkan agar para pemain memahami strategi yang diterapkan.

“Bicara dengan pemain itu bukan berarti lemah. Itu sangat penting karena saya harus bisa menjelaskan ide permainan saya kepada pemain. Saya tidak ingin para pemain cuma menurut begitu saja. Saya ingin pemain tahu apa yang harus mereka lakukan," tutur Ancelotti.

Real Madrid memang terus diterpa isu internal sepanjang musim ini. Saat masih ditangani Xabi Alonso, performa Madrid sempat menjanjikan sebelum hubungan sang pelatih dengan Vinicius Junior dikabarkan memburuk usai El Clasico pada Oktober 2025.

Situasi tersebut disebut memengaruhi keharmonisan ruang ganti hingga akhirnya Alonso dipecat pada awal 2026.

Baca Juga: Eks Bintang Real Madrid Ramal Arsenal Juara Liga Inggris dan Liga Champions

Posisi pelatih kemudian diisi Alvaro Arbeloa. Meski sempat membawa perubahan positif, Arbeloa juga disebut mengalami kesulitan mengendalikan situasi internal tim.

Konflik internal kembali mencuat setelah Federico Valverde dan Aurélien Tchouaméni dikabarkan terlibat perselisihan pekan lalu.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor kegagalan Real Madrid meraih gelar musim ini.

Arbeloa pun disebut tidak akan dipertahankan pada musim depan. Sementara itu, nama José Mourinho muncul sebagai kandidat kuat pelatih baru karena dianggap mampu mengembalikan kekompakan skuad Madrid.

(Antara)

Load More