-
Sumardji dilarang FIFA dampingi Timnas selama 20 laga akibat insiden lawan Irak.
-
Denda sebesar Rp324 juta dijatuhkan kepada Sumardji karena melanggar Kode Disiplin FIFA.
-
PSSI masih mencari pengganti manajer baru yang mampu menangani tekanan berat publik.
Terkait siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan tersebut, Sumardji menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas tertinggi PSSI.
"Saya masih belum tahu (calon manajer timnas yang baru), itu semua tergantung nanti pak ketua umum dan juga mungkin teman-teman Exco seperti apa," kata Sumardji kepada awak media.
Keputusan final tetap berada di tangan Ketua Umum PSSI beserta jajaran Komite Eksekutif yang berwenang.
Mengingat durasi sanksi mencapai 20 pertandingan, kebutuhan akan sosok manajer baru menjadi sangat mendesak.
Tantangan bagi manajer berikutnya tentu tidak akan lebih mudah dari periode kepemimpinan sebelumnya.
Sumardji menekankan bahwa publik seringkali salah menilai kemudahan pekerjaan di balik layar tim nasional.
"Karena jujur saja memang tugas pekerjaannya manajer cukup berat, sekali lagi cukup berat. Mungkin orang di luar nganggapnya itu ringan-ringan. Jujur sebenarnya selama ini yang saya alami itu sangat berat," jelasnya.
Menjaga harmoni antara pemain lokal dan naturalisasi di bawah asuhan pelatih kelas dunia bukan perkara simpel.
Manajer dituntut menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara manajemen federasi dengan kebutuhan teknis di lapangan.
Baca Juga: Calon Lawan Timnas Indonesia, St Kitts and Nevis Diperkuat Eks Rekan Elkan Baggott
Keseimbangan emosional tim sangat bergantung pada bagaimana manajer mengelola situasi di ruang ganti pemain.
Prioritas pertama seorang manajer adalah memastikan seluruh kebutuhan atlet dan staf kepelatihan terpenuhi tanpa celah.
"Satu, harus bisa memastikan rasa aman, nyaman, dan sejahtera pemain," jelas lelaki yang juga COO Bhayangkara FC tersebut.
Jika pemain merasa terlindungi, performa mereka di atas rumput hijau diharapkan bisa lebih maksimal.
Selain urusan logistik, aspek psikologis menjadi pilar utama yang harus dijaga oleh sang manajer tim.
Tanpa kenyamanan, taktik sehebat apapun dari pelatih tidak akan bisa diimplementasikan dengan sempurna oleh pemain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Tak Anggap Remeh, Bintang Bulgaria Puji Timnas Indonesia: Jelas Lebih Berkelas
-
Eredivisie Tegaskan Polemik Paspor Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, Tolak Laga Ulang
-
Cetak Banyak Gol, Andrew Jung Tegaskan Target Juara Bersama Persib
-
Dion Markx Anggap Sembilan Laga Sisa Seperti Final
-
Miro Petric Sebut Kondisi Fisik Layvin Kurzawa Semakin Bagus
-
Bojan Hodak Dukung Frans Putros Bawa Irak Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Adu Kuat Timnas Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026
-
3 Pemain Bulgaria yang Jadi Ancaman Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026
-
John Herdman Puji Kreativitas Ole Romeny Saat Timnas Indonesia Gilas Saint Kitts and Nevis
-
Calvin Verdonk Terpukau Atmosfer SUGBK Saat Timnas Indonesia Gulung Saint Kitts and Nevis