Bola / Bola Indonesia
Kamis, 12 Februari 2026 | 15:28 WIB
Sumardji (IG Sumardji)
Baca 10 detik
  • Sumardji dilarang FIFA dampingi Timnas selama 20 laga akibat insiden lawan Irak.

  • Denda sebesar Rp324 juta dijatuhkan kepada Sumardji karena melanggar Kode Disiplin FIFA.

  • PSSI masih mencari pengganti manajer baru yang mampu menangani tekanan berat publik.

Terkait siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan tersebut, Sumardji menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas tertinggi PSSI.

"Saya masih belum tahu (calon manajer timnas yang baru), itu semua tergantung nanti pak ketua umum dan juga mungkin teman-teman Exco seperti apa," kata Sumardji kepada awak media.

Keputusan final tetap berada di tangan Ketua Umum PSSI beserta jajaran Komite Eksekutif yang berwenang.

Mengingat durasi sanksi mencapai 20 pertandingan, kebutuhan akan sosok manajer baru menjadi sangat mendesak.

Tantangan bagi manajer berikutnya tentu tidak akan lebih mudah dari periode kepemimpinan sebelumnya.

Sumardji menekankan bahwa publik seringkali salah menilai kemudahan pekerjaan di balik layar tim nasional.

"Karena jujur saja memang tugas pekerjaannya manajer cukup berat, sekali lagi cukup berat. Mungkin orang di luar nganggapnya itu ringan-ringan. Jujur sebenarnya selama ini yang saya alami itu sangat berat," jelasnya.

Menjaga harmoni antara pemain lokal dan naturalisasi di bawah asuhan pelatih kelas dunia bukan perkara simpel.

Manajer dituntut menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara manajemen federasi dengan kebutuhan teknis di lapangan.

Baca Juga: Calon Lawan Timnas Indonesia, St Kitts and Nevis Diperkuat Eks Rekan Elkan Baggott

Keseimbangan emosional tim sangat bergantung pada bagaimana manajer mengelola situasi di ruang ganti pemain.

Prioritas pertama seorang manajer adalah memastikan seluruh kebutuhan atlet dan staf kepelatihan terpenuhi tanpa celah.

"Satu, harus bisa memastikan rasa aman, nyaman, dan sejahtera pemain," jelas lelaki yang juga COO Bhayangkara FC tersebut.

Jika pemain merasa terlindungi, performa mereka di atas rumput hijau diharapkan bisa lebih maksimal.

Selain urusan logistik, aspek psikologis menjadi pilar utama yang harus dijaga oleh sang manajer tim.

Tanpa kenyamanan, taktik sehebat apapun dari pelatih tidak akan bisa diimplementasikan dengan sempurna oleh pemain.

Load More