Bola / Bola Indonesia
Kamis, 12 Februari 2026 | 15:52 WIB
Mauricio Souza (Ileague)
Baca 10 detik
  • Mauricio Souza dilarang dampingi Persija Jakarta melawan Bali United akibat sanksi akumulasi kartu kuning.

  • Asisten pelatih Ricky Nelson resmi mengambil alih komando tim untuk pertandingan pekan ke-21.

  • Persija Jakarta menargetkan kemenangan di Gianyar demi menebus kekalahan menyakitkan dari Arema FC.

Suara.com - Kabar kurang sedap menghampiri kubu Persija Jakarta menjelang laga krusial kontra Bali United akhir pekan ini.

Tim berjuluk Macan Kemayoran dipastikan kehilangan sosok mentor utama mereka di pinggir lapangan hijau nanti.

Mauricio Souza yang merupakan juru taktik asal Brasil dilarang mendampingi skuad karena hukuman disiplin kompetisi.

Absennya sang pelatih menjadi tantangan besar saat tim ibu kota bertamu ke markas Serdadu Tridatu.

Pertandingan pekan ke-21 Super League 2025/2026 ini akan menjadi ujian mental bagi para pemain Persija.

Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar akan menjadi saksi perjuangan tim tamu tanpa komando langsung Souza.

Hukuman ini muncul setelah pelatih kepala tersebut menerima kartu kuning pada pertandingan pekan sebelumnya.

Laga melawan Arema FC menjadi momen pahit di mana ia mengoleksi kartu kuning keempatnya musim ini.

Secara otomatis, regulasi liga melarangnya berada di bangku cadangan untuk satu pertandingan yang akan datang.

Baca Juga: Persija Jakarta Kian Gahar, Inilah 3 Amunisi Pemain Keturunan Timnas Indonesia di Musim 2025-2026!

Kepastian sanksi tersebut didasarkan pada aturan resmi yang telah ditetapkan oleh penyelenggara liga profesional Indonesia.

Sanksi itu Merujuk pada aturan resmi kompetisi Super League 2025/2026 yang tertuang dalam Bab XII Pasal 55 ayat ke-13.

"Ofisial yang mengumpulkan akumulasi 2 (dua) kartu kuning dalam 2 (dua) Pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Super League, tidak diperkenankan untuk mendampingi 1 (satu) kali Pertandingan pada pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai."

“Aturan ini juga berlaku untuk kelipatan berikutnya (keempat, keenam, kedelapan, dan seterusnya),”

Hukuman ini bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat sesuai dengan draf regulasi yang berlaku.

Catatan kedisiplinan Mauricio Souza memang menjadi perhatian khusus bagi tim kebanggaan warga Jakarta tersebut.

Load More