Bola / Bola Indonesia
Kamis, 12 Februari 2026 | 16:50 WIB
Ribuan Siswi Serbu MilkLife Soccer Challenge. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Baca 10 detik
  • MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026 diadakan 12–15 Februari 2026 di Jakarta Timur, didukung Pemprov DKI Jakarta.
  • Turnamen ini menggerakkan pembinaan sepak bola putri usia dini, menarik partisipasi 2.319 siswi dari 128 SD/MI.
  • Peserta terbaik akan diseleksi untuk mewakili Jakarta dalam MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus Juni 2026.

Suara.com - Dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pengembangan sepak bola putri kembali ditegaskan dalam pembukaan MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026.

Turnamen usia dini ini berlangsung pada 12–15 Februari 2026 di Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, Jakarta Timur.

Ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut menjadi salah satu motor penggerak pembinaan sepak bola putri di level sekolah dasar. 

Kehadiran Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim dalam seremoni pembukaan mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya talenta-talenta muda sejak dini.

Menurut Ali, kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pemangku kepentingan olahraga merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. 

Turnamen ini dinilai tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter bagi para siswi di luar lingkungan kelas.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur mengucapkan terima kasih atas inisiasi dari Djarum Foundation dan MilkLife sehingga turnamen MilkLife Soccer Challenge ini kembali diadakan."

"Antusiasme sangat bagus di tahun ini, oleh karena itu kita akan terus dukung  agar menjadi agenda rutin di DKI Jakarta. Dan saya kira, turnamen ini menjadi contoh bagi semua pihak untuk bersama-sama membina olahraga  baik berkolaborasi dengan pemerintah maupun dengan pihak swasta,” ucap Ali Maulana.

Hal senada disampaikan Staf Khusus Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Diky Soemarno. Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI memiliki ambisi besar dalam memajukan sektor olahraga, termasuk sepak bola putri, melalui pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan.

Baca Juga: Terlibat Kasus Korupsi, 9 Klub Super League Disanksi Pengurangan Poin

“Kalau dukungan dari Pemprov DKI tentu sangat besar, karena ini menjadi wadah pembibitan, terutama bagi atlet-atlet DKI. Kami memang punya ambisi besar terhadap olahraga."

"Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur juga sering menyampaikan bahwa untuk olahraga, DKI akan memberikan dukungan maksimal, apalagi untuk sepak bola,” ujar Diky.

Diky turut mengingatkan pentingnya peran sekolah dalam mengembangkan potensi siswa di luar jalur akademik. 

Menurutnya, bakat olahraga harus mendapat perhatian serius agar dapat menjadi peluang masa depan yang positif bagi generasi muda.

“Kami berharap para kepala sekolah dan tenaga pendidik juga bisa melihat bahwa potensi para murid di bidang non-akademik. Bakat olahraga ini harus dikembangkan agar bisa menjadi tujuan dan peluang yang baik di masa depan,” tutup Diky.

Dari sisi penyelenggara, Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengungkapkan bahwa seri Jakarta kali ini mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan. 

Total 2.319 siswi dari 128 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) ambil bagian, dengan 85 tim di kategori usia (KU) 10 serta 123 tim di KU 12.

Menurut Teddy, angka tersebut menjadi indikator kuat meningkatnya minat terhadap sepak bola putri usia dini di ibu kota. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan strategis Pemprov DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan yang ikut memastikan kelancaran kompetisi.

“Kami melihat tingkat partisipasi yang sangat positif dari para atlet muda di Jakarta, dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan dan turut ambil bagian dalam program ini." 

"Capaian tersebut merefleksikan pertumbuhan minat yang kian kuat terhadap sepak bola putri di tingkat usia dini. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, atas dukungan strategis yang diberikan sehingga penyelenggaraan kegiatan ini dapat berjalan optimal."

"Kami berharap seri ini dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam memperkuat keberlanjutan MilkLife Soccer Challenge di Jakarta pada penyelenggaraan berikutnya,” ujar Teddy.

Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, mengaku terkesan dengan perkembangan kualitas permainan dari seri ke seri. 

Tingginya jumlah peserta membuat babak kualifikasi MLSC Seri 2 Jakarta 2025–2026 digelar selama empat hari sebelum memasuki fase knockout dan grup.

“Proses kualifikasi hingga babak knockout dan fase grup memberi kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tim pelatih regional nantinya akan menyeleksi pemain-pemain potensial untuk dibentuk menjadi satu tim yang akan mewakili Jakarta di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus pada Juni 2026,” jelasnya.

Jacksen menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan demi meningkatkan kualitas kompetisi dan perkembangan pemain.

“ Kami selalu melakukan evaluasi setelah event. Kami meninjau beberapa aturan yang bisa disesuaikan, misalnya terkait faktor usia, sehingga anak-anak bisa berkembang lebih optimal dan berjenjang. Mereka akan belajar bagaimana bermain sebelas lawan sebelas, dan dengan evaluasi yang tepat, kami berharap permainan mereka tetap menarik dan semakin berkualitas,” ujar Jacksen.

Atmosfer kompetisi juga dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya Amanda Aqhila Putri dari SDN Cikini 01 yang sukses membawa timnya menembus babak utama setelah lolos dari fase kualifikasi pada 22–25 Januari lalu.

“Ini pertama kali saya ikut turnamen sebesar ini, sampai terasa speechless karena venue-nya sangat besar, ada empat lapangan! Kami harus benar-benar siap dan punya strategi jika ingin menghadapi tim-tim besar,” ujar Amanda.

Ia mengakui perjalanan menuju babak utama tidaklah mudah dan membutuhkan fokus di setiap pertandingan.

“Perjalanan dari kualifikasi sampai tahap ini cukup menantang. Kami ingin fokus di setiap pertandingan agar bisa meraih kemenangan dan memberikan yang terbaik, apalagi ini pertama kalinya sekolah kami ikut serta. Semoga kami bisa membuat penampilan yang membanggakan,” tutupnya.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026 sendiri akan digelar di 12 kota. Setelah Semarang dan Tangerang, kompetisi berlanjut ke Bandung dan Yogyakarta (27 Januari–1 Februari), Solo dan Jakarta (10–15 Februari), Samarinda by Bayan (23–26 April), Bekasi (28 April–3 Mei), Banjarmasin by Bayan (30 April–3 Mei), Kudus dan Surabaya (12–17 Mei), serta Malang (19–24 Mei). Ajang ini diharapkan terus menjadi fondasi kuat bagi masa depan sepak bola putri Indonesia.

Load More