Bola / Liga Spanyol
Jum'at, 13 Februari 2026 | 10:34 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick. (Instagram/hansiflickofficialy)
Baca 10 detik
  • FC Barcelona kalah telak 0-4 dari Atlético Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey di Stadion Metropolitano.
  • Pelatih Hansi Flick menyoroti buruknya organisasi tim dan kurangnya determinasi pemain pada 45 menit pertama pertandingan.
  • Gol Barcelona di babak kedua dianulir VAR dan kemudian Eric García dikeluarkan karena kartu merah, mempersulit peluang ke final.

"Ketika saya melihat situasi ini, jelas tidak ada offside. Mungkin mereka bisa melihat sesuatu yang berbeda. Lalu beritahu kami. Tidak ada komunikasi. Sangat buruk di sini."

Tak berhenti di situ, penderitaan Barcelona bertambah saat Eric García diusir karena pelanggaran sebagai pemain terakhir terhadap Álex Baena. Blaugrana harus bermain dengan 10 orang di lima menit akhir ditambah 10 menit waktu tambahan.

Misi Sulit di Camp Nou

Kekalahan 0-4 jelas bukan modal ideal. Namun Flick menegaskan semifinal belum berakhir. Leg kedua akan digelar di Spotify Camp Nou pada 3 Maret mendatang.

"Kami memiliki leg kedua. Kami akan berjuang untuk itu. Jika kami mampu memenangkan setiap babak dengan skor 2-0, inilah tujuan kami. Kami membutuhkan fans kami di Camp Nou dan kita akan lihat apa yang terjadi."

Pemenang duel ini akan menghadapi salah satu dari Real Sociedad atau Athletic Club di partai final.

Sebelum itu, kedua tim kembali fokus ke liga domestik. Barcelona, yang kini memimpin klasemen LaLiga, akan bertandang ke markas Girona, sementara Atletico melawat ke kandang Rayo Vallecano.

Tamparan sudah diterima. Kini pertanyaannya: apakah itu benar-benar “pelajaran di waktu yang tepat” seperti kata Flick? Atau justru awal dari runtuhnya ambisi musim ini?

Load More