-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia sejak tanggal 13 Januari 2026.
-
Dukungan fans dipandang sebagai berkah sekaligus tekanan berat bagi kesuksesan skuad Garuda.
-
Pelatih baru ini menargetkan Indonesia lolos Piala Dunia dalam misi jangka panjang empat tahun.
Suara.com - Langkah baru diambil oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia PSSI dalam upaya meningkatkan performa tim nasional di kancah internasional.
Sosok juru taktik asal Inggris, John Herdman, kini memegang kendali penuh sebagai arsitek utama bagi Timnas Indonesia.
Pengangkatan resmi Herdman sebagai pelatih terjadi pada awal tahun, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2026 yang lalu.
Semenjak menduduki kursi kepelatihan, ia terus mendalami berbagai aspek yang menyangkut dinamika internal maupun eksternal tim nasional.
Eks pelatih timnas Kanada ini menemukan adanya potensi luar biasa yang tersimpan di dalam jajaran pemain Indonesia saat ini.
Kualitas individu para pemain lokal dinilai terus menunjukkan grafik peningkatan yang sangat signifikan dan kompetitif di lapangan hijau.
Faktor kepemimpinan di tingkat federasi juga menjadi sorotan utama bagi pria yang pernah berkarier di Amerika Utara tersebut.
Keberadaan pemimpin yang memiliki pandangan jauh ke depan dianggap sebagai pondasi vital untuk melakukan transformasi sepak bola nasional.
Herdman merasa bahwa dukungan total dari berbagai pihak memberikan kekuatan tambahan bagi dirinya dalam menjalankan tugas berat ini.
Baca Juga: St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Antusiasme publik sepak bola tanah air yang sangat masif dirasakan sebagai dorongan energi yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain.
Namun di sisi lain, tingginya kecintaan masyarakat terhadap tim nasional membawa tekanan tersendiri bagi staf pelatih dan para pemain.
Kondisi psikologis dan sosiologis fans Indonesia ini dianggap memiliki sisi unik yang bisa berdampak secara langsung pada mentalitas tim.
Herdman secara blak-blakan menyebutkan bahwa ekspektasi publik yang sangat tinggi merupakan tantangan yang harus dikelola secara bijak.
"Itu bisa menjadi berkah dan kutukan. Itu bisa menjadi kutukan karena ada banyak sekali harapan," ujar Herdman dikutip dari situs Aseanutd.
Pernyataan tersebut mencerminkan realitas betapa beratnya beban yang dipikul saat menangani tim dengan basis massa yang sangat besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Brace Harry Kane Bawa Inggris Tantang Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Bikin Ngiler! Ini Nilai Bonus Pemain Timnas Inggris Jika Juara Piala Dunia 2026
-
Persib Bongkar Proses Panjang Datangkan Gabriel Mutombo, Sudah Dipantau Lama
-
Trossard Tunda Bahas Masa Depan di Arsenal, Besiktas dan Klub Arab Saudi Berminat
-
Bukan Messi atau Ronaldo, Legenda Perancis Jagokan Sosok Ini Raih Ballon d'Or
-
Usai Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Kirim Pesan Tegas ke Jakmania
-
5 Fakta Menarik Jelang Belgia vs Senegal: Ujian Berat Setan Merah Jinakkan Singa Teranga
-
Rekor Erling Haaland Lampaui Cristiano Ronaldo Usai Singkirkan Pantai Gading dari Piala Dunia 2026
-
Jordan Pickford Ingatkan Inggris Siaga Adu Penalti Kontra RD Kongo