Bola / Bola Indonesia
Minggu, 15 Februari 2026 | 19:15 WIB
Pada babak final yang berlangsung di Lapangan Kota Barat, Solo, Minggu (15/2/2026), SD Kristen Manahan Surakarta akhirnya berhasil mempertahankan gelar kampiun di kategori KU 12 usai menundukkan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Sragen dengan skor akhir 7-2. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Final MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 (15/2/2026) menobatkan SD Kristen Manahan juara KU 12, MIN 9 Sragen juara KU 10.
  • SD Kristen Manahan mengalahkan MIN 9 Sragen 7-2 di KU 12; MIN 9 Sragen menang 3-0 atas SDN 02 Malangjiwan di KU 10.
  • Acara ini diikuti 1.618 siswi dan diapresiasi sebagai pembinaan akar rumput sepak bola putri yang sistematis.

Jual beli serangan berjalan imbang.
Papan skor akhirnya berubah menjadi 1-0 saat goal getter MIN 9 Sragen Salsabilla Mustika Prasetyo sukses mengonversikan umpan lemparan dalam dari Nabilla Aulia Sari lewat sontekan tipis yang masuk gawang SDN Malangjiwan. Keunggulan sementara buat MIN 9 Sragen itu bertahan hingga paruh pertama selesai.

Di babak kedua, upaya MIN 9 Sragen untuk mencetak gol sempat terbentur kokohnya pertahanan SDN 02 Malangjiwan. Namun lewat kerjasama apik umpan satu dua, Salsabilla akhirnya menambah pundi gol di menit ke 16 memanfaatkan sepak pojok yang dilepaskan Nabilla. Di menit 24, Salsabilla akhirnya mencetak hattrick untuk memastikan kemenangan MIN 9 Sragen dengan skor 3-0

“Sudah tiga kali ikut MLSC, namun kali ini aku tampil lebih percaya diri untuk bertanding karena rajin latihan. Saat final tadi aku yakin bisa bikin gol karena aku fokus dan bermain lepas. Karena bermain sepak bola itu sangat menyenangkan,” ucap Salsabilla yang berhasil jadi top scorer dengan mengumpulkan 46 gol selama MLSC Solo Seri 2 2025 - 2026.

Memupuk Asa Calon Atlet Handal dari Kota Bengawan

Antusiasme putri Solo untuk menekuni dunia sepak bola tak pernah padam. MLSC Solo Seri 2 2025 - 2026 total diikuti sebanyak 1.618 siswi yang berasal dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Solo dan sekitarnya. Dalam ajang yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut, mereka terbagi menjadi 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12.

Semangat untuk menunjukkan kualitas kemampuan mengolah ‘si kulit bundar’ di lapangan hijau tersebut dibarengi dengan ambisi besar untuk meraih asa menjadi penggawa timnas putri Indonesia di masa depan.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann mengapresiasi tekad dan mimpi besar para pesepakbola putri cilik dari Solo dan sekitarnya, untuk menapaki jalur karir sepak bola dari level paling dasar.

Pria yang mendapat lisensi kepelatihan UEFA A di Koeln, Jerman sejak tahun 2007 itu mengungkapkan langkah pembinaan ekosistem sepak bola putri sudah berada di jalur yang tepat dan tumbuh secara pasti selaras dengan peningkatan kualitas kemampuan calon-calon atlet putri.

“Kita bersyukur sepak bola putri Indonesia sekarang memiliki sistem yang baik karena kita benar-benar memulai dari tingkat grassroot. Kita mencari pemain dari tiap daerah penyelenggaraan MLSC lalu melakukan penyaringan secara obyektif dan bertahap. Bukan hanya teridentifikasi, namun talenta-talenta yang ada bisa dikembangkan lewat turnamen seperti ini ditambah dengan berlatih di SSB. Terlihat pula perkembangan para putri yang masuk dalam Extra Training yang berkembang pesat, hal ini menunjukkan kalau ada pembinaan pasti ada perkembangan yang signifikan,” kata Coach Timo.

Baca Juga: MLSC 2025/2026 Seri 2 Lebarkan Sayap Hingga ke Kalimantan, Dua Kota Jadi Tuan Rumah

Sementara itu Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Surakarta Arya Surendra mengatakan keberhasilan pertumbuhan ekosistem sepak bola putri di Kota Bengawan tak lepas dari usaha keras dan persamaan mimpi untuk mengembalikan era kejayaan timnas putri Indonesia. Tak memungkiri, Kota Solo menjadi salah satu basis pembinaan akar rumput yang kuat dengan dukungan sejumlah SSB putri.

“Ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak. Terima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang terus konsisten menyelenggarakan turnamen sepak bola putri usia dini. Memang benar, jika ekosistem yang dibangun dengan baik maka akan menuai hasil yang baik juga. Tentunya dengan fasilitas penunjang yang ada di Kota Solo, saya berharap akan lahir pemain sepak bola wanita yang baik dari Solo,” kata Arya.

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation Satria Chandra Wiguna menyambut gembira atas respon positif masyarakat Kota Solo terhadap penyelenggaraan MLSC Solo 2025 - 2026. Chandra mengungkapkan turnamen sepak bola putri usia dini tersebut menjadi wadah untuk mengolah dan mengasah kemampuan para putri yang dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan untuk menghasilkan talenta yang mumpuni.

“Terima kasih Kota Solo yang selalu antusias dalam mengikuti penyelenggaraan MLSC 2025-2026. Meski jumlah peserta KU 12 sedikit menurun karena benturan jadwal Tahun Kalender Akademik, namun kualitas permainan yang tersaji meningkat. Dukungan juga mengalir deras dari para orang tua yang menyaksikan putrinya bertanding. Tentu kota Solo akan menjadi salah satu kota tujuan penyelenggaraan MLSC dengan harapan besar melahirkan banyak atlet putri berkualitas,” ucap Chandra.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 2025 - 2026:
Kategori Usia 10
Champion : MIN 9 Sragen
Runner-up : SDN 02 Malangjiwan
Semifinalis : SD Al Azhar Syifa Budi dan SDIT Muhammadiyah Al Kautsar
Top Scorer : Salsabilla Mustika Prasetiyo - MIN 9 Sragen (46 goal)
Best Player : Shaqueena Nasha Olivia - SDN 02 Malangjiwan
Best Goalkeeper : Humaira Putri Satriyawan - MI Ta’mirul Islam
Fairplay Team : MIN Surakarta

Kategori Usia 12
Champion : SD Kristen Manahan Surakarta
Runner-up : MIN 9 Sragen
Semifinalis : SDN Tempel Surakarta dan MIN Surakarta
Top Scorer : Ika Wonda - SD Kristen Manahan Surakarta (43 goal)
Best Player : Fatimah Misy Al Al Kholida - SDN Manang 1
Best Goalkeeper : Mayuri Wistarakara Harimurti - SD Kristen Manahan Surakarta
Fairplay Team : SDIT Muhammadiyah Al Kautsar

Load More