Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:21 WIB
MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo Seri 2 musim 2025–2026 resmi digelar pada 10–15 Februari 2026 di dua venue, yakni Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo. [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 2 diadakan pada 10–15 Februari 2026, diikuti 1.618 siswi dari 90 SD/MI.
  • Terdapat peningkatan konsisten peserta sejak Mei 2025, dan SD Al Azhar menjuarai KU 10 dua seri beruntun.
  • Kompetisi ini juga menyelenggarakan Festival SenengSoccer dan Skill Challenge, menuju All-Stars di Kudus, Juni 2026.

Suara.com - MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo Seri 2 musim 2025–2026 resmi digelar pada 10–15 Februari 2026 di dua venue, yakni Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar, Solo.

Turnamen sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini diikuti 1.618 siswi dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Solo dan sekitarnya. Mereka terbagi ke dalam 64 tim kategori usia (KU) 10 dan 85 tim KU 12.

Partisipasi peserta menunjukkan tren positif. Pada MLSC Solo Mei 2025, jumlah peserta tercatat 1.016 siswi. Angka tersebut melonjak pada MLSC Solo Seri 1 musim 2025–2026 (28 Oktober–2 November 2025) menjadi 1.736 siswi. Di Seri 2 ini, partisipasi tetap tinggi dengan 1.618 peserta.

Pada gelaran MLSC Solo Mei 2025, tim KU 10 SD Al Azhar Syifa Budi Surakarta keluar sebagai juara setelah menaklukkan MIN 9 Sragen dengan skor 6-2 di final. Sementara di KU 12, SD Djama’atul Ichwan meraih trofi usai menang adu penalti dramatis melawan MIN Surakarta dengan skor 1-1 (4-3).

Kemudian pada MLSC Solo Seri 1 musim 2025–2026, SD Al Azhar Syifa Budi Surakarta kembali mempertahankan gelar KU 10 setelah menang tipis 3-2 atas SD Cemara Dua. Di KU 12, SD Kristen Manahan Surakarta tampil sebagai kampiun usai mengalahkan MIN 9 Sragen dengan skor 4-1.

Di kategori KU 10, SD Al Azhar Syifa Budi Surakarta menjadi tim yang patut diperhitungkan karena telah meraih dua gelar beruntun. Sementara di KU 12, dua edisi terakhir melahirkan juara berbeda, yakni SD Djama’atul Ichwan dan SD Kristen Manahan Surakarta.

Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Solo, Maya Susmita, menilai para pesepak bola putri Solo menunjukkan motivasi tinggi untuk berkembang.

“Saya rasa banyak talenta putri Solo yang mulai lebih terlihat. Ambisi mereka untuk memenangi setiap pertandingan menunjukkan keseriusan para siswi untuk berlatih dan berkembang di dunia sepak bola. Untuk masuk radar talent scouting tim All Stars Solo, standar yang dibutuhkan cukup tinggi,” ujar Coach Maya.

Salah satu peserta yang menunjukkan perkembangan konsisten adalah Lourinda Divya Tera Avantika, siswi kelas 5 MIN 9 Sragen yang berposisi sebagai sayap kiri.

Baca Juga: Gelandang Persib Beckham Putra Gelar Turnamen Sepak Bola Usia Dini

“Aku sudah ikut MLSC sejak kelas 4 di KU 10 dan sekarang di KU 12. Awalnya merasa sulit, tapi aku tidak menyerah. Aku terus berlatih di rumah bersama kakak dan ayah, juga ikut SSB. Sekarang aku lebih percaya diri. Aku bertekad mengejar cita-cita menjadi pemain timnas Indonesia,” kata Tera.

Format pertandingan MLSC menggunakan sistem 7 lawan 7 di setiap kategori usia. Selain turnamen utama, penyelenggara juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8 yang bertujuan menumbuhkan kecintaan sepak bola sejak dini bagi anak usia 6–8 tahun.

Pada MLSC Solo Seri 2 ini, Festival SenengSoccer diikuti 89 peserta dari 26 SD dan MI.

MLSC juga menghadirkan Skill Challenge yang wajib diikuti seluruh tim. Kompetisi ini mencakup lima uji ketangkasan, yakni 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target.

Seperti musim sebelumnya, rangkaian dua seri di 12 kota akan bermuara pada MilkLife Soccer Challenge All-Stars yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Juni 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan talenta terbaik hasil kurasi sepanjang turnamen.

Load More