-
Daniele De Rossi memuji ketangguhan Emil Audero yang sulit dibobol pemain Genoa.
-
Emil Audero meraih rating 9,3 setelah melakukan lima penyelamatan krusial di laga tersebut.
-
Laga Cremonese melawan Genoa berakhir imbang 0-0 akibat pertahanan solid kedua tim.
Suara.com - Daniele De Rossi selaku juru taktik Genoa mengungkapkan kekagumannya terhadap ketangguhan barisan pertahanan Cremonese yang dikawal ketat oleh pemain keturunan Indonesia Emil Audero.
Laga sengit di kompetisi kasta tertinggi Italia tersebut berakhir tanpa pemenang dengan skor kacamata yang bertahan hingga peluit panjang.
Genoa sebenarnya memiliki ambisi besar untuk meraih poin penuh guna memperbaiki posisi mereka setelah rentetan hasil buruk di laga sebelumnya.
Namun, upaya tim tamu untuk mencetak angka selalu kandas akibat penampilan cemerlang kiper berdarah Indonesia yang berdiri kokoh di bawah mistar.
De Rossi secara terbuka mengakui bahwa menaklukkan pertahanan yang dijaga Audero merupakan sebuah tantangan yang sangat berat bagi anak asuhnya.
Ketangguhan Fisik Pemain Cremonese
"Ini akan menjadi kekalahan terberat yang harus ditelan, mengingat dua kekalahan terakhir," tutur sang pelatih dengan nada penuh penekanan.
Ia merasa lega karena setidaknya timnya tidak kehilangan poin sama sekali dalam lawatan sulit ke markas lawan kali ini.
Menurutnya, kegagalan timnya memetik kemenangan murni karena faktor teknis dan performa lawan yang luar biasa di atas lapangan hijau.
Baca Juga: Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
"Di sini, kami harus menyalahkan diri sendiri, jika itu terjadi bukan wasit atau VAR," tegas De Rossi mengenai jalannya laga.
Mantan kapten AS Roma tersebut juga menambahkan bahwa situasi akan sangat rumit bagi mental tim jika mereka sampai menderita kekalahan.
Pujian De Rossi Untuk Skuad Lawan
"Akan sulit untuk bangkit kembali dalam kasus itu, tetapi untungnya tidak demikian," lanjut De Rossi dalam sesi wawancara resminya.
Pujian juga mengalir dari mulut De Rossi untuk performa kolektif tim asuhan tuan rumah yang tampil sangat disiplin menjaga area mereka.
"Selain itu, saya melihat tim yang hebat, kami bermain bagus," ucap sang pelatih memberikan apresiasi pada permainan kedua belah pihak.
Ia menyadari bahwa setiap lawan yang datang ke markas Cremonese pasti akan menghadapi kesulitan besar untuk menciptakan peluang gol bersih.
"Mencetak gol melawan Cremonese itu sulit, mereka tim yang kuat secara fisik dan vertikal," ujar De Rossi menambahkan analisanya.
Strategi Genoa Menghadapi Postur Lawan
Struktur permainan Cremonese dianggap sangat solid sehingga tidak memberikan banyak ruang bagi penyerang Genoa untuk melakukan manuver berbahaya.
De Rossi menekankan bahwa bertanding melawan tim dengan karakter seperti ini bukanlah perkara mudah bagi siapapun di liga musim ini.
"Itu tidak mudah bagi siapa pun," ungkapnya lagi sebagai bentuk pengakuan atas kualitas lawan yang baru saja mereka hadapi.
Pemain-pemain Genoa sebenarnya sudah berupaya keras untuk mengimbangi keunggulan postur tubuh dan kecepatan para penggawa tuan rumah di lapangan.
"Kami mampu mengimbangi Djuric, yang tingginya dua meter, dan lari-lari Thorsby," ujar De Rossi menutup pernyataannya mengenai taktik pertandingan.
Statistik Mengagumkan Emil Audero
Sepanjang jalannya laga, Emil Audero tercatat melakukan lima penyelamatan krusial yang membuat gawangnya tetap perawan hingga akhir pertandingan berakhir.
Berkat aksi gemilangnya tersebut, mantan penjaga gawang Juventus ini mendapatkan rating yang sangat tinggi mencapai 9,3 dari situs Sofascore.
Meskipun tampil heroik, nilai Audero masih sedikit di bawah kiper Genoa, Justin Bijlow, yang secara mengejutkan meraih poin sempurna.
Genoa tercatat melepaskan total sembilan tembakan ke arah gawang, di mana lima di antaranya mengarah tepat ke sasaran namun dimentahkan Audero.
Cremonese sebagai tuan rumah sebenarnya tampil menekan sejak awal, namun efektivitas serangan justru lebih banyak diperlihatkan oleh kubu tim tamu.
Pertarungan Sengit di Stadion Giovanni Zini
Atmosfer pertandingan di Stadion Giovanni Zini benar-benar menguji mental kedua tim yang sama-sama mengincar kemenangan penting di kompetisi ini.
Kendati pertahanan Cremonese terus digempur, kehadiran Emil Audero memberikan rasa aman yang luar biasa bagi rekan-rekan setimnya di lini belakang.
Genoa yang mencoba mengendalikan jalannya laga pun dibuat frustrasi karena setiap peluang emas selalu berhasil diantisipasi dengan sangat tenang.
Hasil imbang ini membawa catatan tersendiri bagi kedua tim dalam persaingan ketat di papan klasemen sementara Liga Italia musim 2025/2026.
Kini Genoa harus segera berbenah untuk menatap laga selanjutnya, sementara Cremonese semakin percaya diri berkat ketangguhan tembok pertahanan mereka yang kokoh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gegara Foto Bareng Orang Ini, Sardar Azmoun Dicoret dari Skuad Iran Piala Dunia 2026
-
9 Negara Memburu Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
-
Bruno Fernandes Diambang Pecahkan Rekor Assist Henry dan De Bruyne di Brighton
-
Antonio Conte Beri Sinyal Tinggalkan Napoli, Bakal Jadi Pelatih Timnas Italia?
-
Laurin Ulrich Jadi Incaran John Herdman, Gaya Mainnya Disebut Mirip Florian Wirtz
-
Pesta Gelar Juara Inter Panas! Marcus Thuram Bentangkan Spanduk Tikus Buat Tetangga
-
Mimpi Masa Kecil di Old Trafford Berakhir, Rasmus Hojlund Emosional Tinggalkan MU dengan Cara 'Aneh'
-
2022 Emiliano Martinez Raih Sarung Tangan Emas, Siapa yang Dapat di Piala Dunia 2026?
-
Igor Tolic Sebut Comeback Dramatis Lawan PSM Sudah DNA Persib
-
Ukir Sejarah Lolos Liga Champions, Ini Statistik Calvin Verdonk di Musim Debutnya Bersama Lille