- Kiper keturunan Indonesia, Tony Kouwen (lahir 4 Oktober 2009), sedang menjalani masa percobaan (trial) di klub raksasa LaLiga, Atletico Madrid.
- Tony memulai karier sejak usia 9 tahun di SC Welberg, menunjukkan bakat sebagai kiper dan mengidolakan Justin Bijlow dari Feyenoord.
- Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek yang lahir dan besar di Bali, meskipun Tony lahir dan besar di Belanda.
Suara.com - Mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil di lapangan rumput. Itulah yang dirasakan Tony Kouwen, kiper keturunan Indonesia yang sekarang tengah menjalani trial di Atletio Madrid.
Sebelum mendapat kesempatan emas trial di raksasa LaLiga itu, Tony menjalani karier sejak usia dini. Ia tercatat pernah menjadi kiper di tim SC Welberg.
Tony bermain di klub tersebut pada usia 9 tahun. Di klub tersebut, Tony ditempatkan di tim U-11 dan 12.
Di usia yang masih sangat muda, pihak klub sudah yakin bahwa Tony punya bakat dan kemampuan sebagai seorang kiper hebat.
Tony sendiri mengaku paling nyaman berdiri di bawah mistar, berusaha menggagalkan setiap peluang lawan.
“Kalau sudah di gawang, saya ingin menepis semua bola,” ungkap Tony seperti dilansir dari scwelberg.nl
Cita-cita menjadi seorang kiper tak lepas karena pengaruh pemain idolanya. Tony Kouwen mengaku bahwa idola utamnya ialah eks kiper Feyenoord, Justin Bijlow, yang saat ini bermain di Serie A bersama Genoa.
Feyenoord juga menjadi klub idola pemain keturunan Indonesia tersebut.
Tak hanya aktif di klub, Tony juga mendapat panggilan istimewa mengikuti ajang Jonger Oranje Finals sebagai satu-satunya peserta dari 100 anak seusianya.
Baca Juga: Trial di Atletico Madrid, Ibu Kiper Keturunan Ini Langsung Kode Keras ke Timnas Indonesia
Meski memiliki cita-cita menjadi kiper profesional, Tony juga menyiapkan rencana cadangan.
Jika mimpinya di sepak bola tak terwujud, ia ingin mengikuti jejak sang ayah dengan membuka usaha besi tua.
Ayah Tony, Toon Kouwen merupakan pemilik Kouwen Oud IJzer, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan dan perdagangan besi tua.
Tony Kouwen ialah anak pertama dari pasangan Toon Kouwen dan Corrina Kouwen. Ayah dari Corrina diketahui lahir dan besar di Bali. Hal itu yang membuat Tony Kouwen memiliki garis keturunan Indonesia.
Tony lahir di Belanda pada 4 Oktober 2009, Tony Kouwen kini baru berusia 16 tahun.
Dalam sebuah kesempatan, Tony sendiri mengonfirmasi ikatan keluarganya dengan Indonesia.
“Ya. Saya Kakek saya lahir dan besar di Bali. Tetapi saya dan orang tua saya lahir di Belanda, Saya bergabung dengan Dordrecht sejak umur 13 tahun,” bunyi unggahan akun @futboll.Indonesia.
Ket Foto: Tony Kouwen [Dok: Internetbode]
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Jateng Dikepung Zona Megathrust dan Sesar Aktif, Wakil Ketua DPRD: Warga Harus Waspada!
-
4 Penyebab HP Android Lemot yang Sering Tak Disadari, Cek Sebelum Makin Parah
-
8 Aturan Menata Sofa Menurut Feng Shui agar Tidak Menghambat Energi
-
35 Ucapan HUT RI ke-81, Penuh Semangat dan Cocok Dibagikan di Media Sosial
-
KKN Berubah Jadi Misi Kemanusiaan, 61 Mahasiswa UMY Bertahan di Tengah Bencana NTT
-
Siapa Pembawa Baki Tahun Ini? Ini Dia Sosok Celine Olivia dari Tim Paskibraka 'Indonesia Berdaulat'
-
Wajah Baru Way Kambas: Ambisi Lampung Membangun Surga Gajah Kelas Dunia
-
Cara Meratakan Skin Tint Pakai Jari atau Spons? Ini Bedanya
-
Motul Indonesia Dukung Gaya Hidup Roda Dua di Mozia MotoFest 2026
-
Mitos PTN vs PTS: Label Kampus Tak Pernah Menjamin Otakmu Berkelas