Bola / Bola Indonesia
Selasa, 17 Februari 2026 | 20:20 WIB
Shayne Pattynama dan Thom Haye bermain di Super League. (Kolase Suara.com)
Baca 10 detik
  • Pengamat Mohamad Kusnaeni menilai pemain naturalisasi ke Liga Indonesia adalah proses alamiah mencari menit bermain.
  • Keputusan merumput di domestik merupakan strategi menjaga performa karena kesulitan bersaing di klub elit luar negeri.
  • Kusnaeni membagi pemain diaspora menjadi senior yang menjaga performa dan talenta muda mencari batu loncatan.

Bagi talenta muda ini, kompetisi dalam negeri bisa berfungsi sebagai "batu loncatan" yang efektif sebelum mereka kembali mencoba peruntungan bersaing di Eropa.

Langkah ini dianggap Kusnaeni jauh lebih bijak daripada memaksakan diri bertahan di Eropa namun tidak mendapatkan jam terbang yang memadai.

"Para pemain diaspora yang masih muda kalau bertahan terus di Eropa belum tentu bisa berkembang atau survive, karena kalau di bench terus maka karier tidak akan berkembang," tegasnya.

Meskipun sebagian pihak menganggap tren ini ironis karena pemain lokal justru ingin ke luar negeri, Kusnaeni melihatnya sebagai bagian dari dinamika kebutuhan perkembangan setiap individu pemain.

Load More