Shayne Pattynama dan Thom Haye bermain di Super League. (Kolase Suara.com)
Baca 10 detik
- Pengamat Mohamad Kusnaeni menilai pemain naturalisasi ke Liga Indonesia adalah proses alamiah mencari menit bermain.
- Keputusan merumput di domestik merupakan strategi menjaga performa karena kesulitan bersaing di klub elit luar negeri.
- Kusnaeni membagi pemain diaspora menjadi senior yang menjaga performa dan talenta muda mencari batu loncatan.
Bagi talenta muda ini, kompetisi dalam negeri bisa berfungsi sebagai "batu loncatan" yang efektif sebelum mereka kembali mencoba peruntungan bersaing di Eropa.
Langkah ini dianggap Kusnaeni jauh lebih bijak daripada memaksakan diri bertahan di Eropa namun tidak mendapatkan jam terbang yang memadai.
"Para pemain diaspora yang masih muda kalau bertahan terus di Eropa belum tentu bisa berkembang atau survive, karena kalau di bench terus maka karier tidak akan berkembang," tegasnya.
Meskipun sebagian pihak menganggap tren ini ironis karena pemain lokal justru ingin ke luar negeri, Kusnaeni melihatnya sebagai bagian dari dinamika kebutuhan perkembangan setiap individu pemain.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN