- Juventus kalah telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama play-off Liga Champions di Istanbul, Rabu (18/2).
- Pelatih Luciano Spalletti menilai performa timnya mengalami kemunduran signifikan pasca jeda babak pertama.
- Spalletti menyoroti kesalahan bertahan fatal dan hilangnya karakter tim sebagai penyebab kekalahan memalukan tersebut.
Suara.com - Pelatih Luciano Spalletti tak menahan kekecewaannya usai Juventus dihajar Galatasaray dengan skor telak 2-5 pada leg pertama play-off Liga Champions di Istanbul, Rabu (18/2) dinihari WIB.
Menurut Spalletti, performa Si Nyonya Tua bukan sekadar kemunduran kecil, melainkan kemunduran besar.
“Ini bukan satu langkah mundur, tapi tiga langkah mundur malam ini,” tegas Spalletti kepada Sky Sport Italia.
Juventus sebenarnya tampil menjanjikan di babak pertama.
Setelah tertinggal lebih dulu lewat gol Gabriel Sara, Bianconeri mampu membalikkan keadaan berkat dua gol Teun Koopmeiners dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-1.
Namun, semuanya berubah drastis selepas jeda.
Masuknya Juan Cabal menggantikan Andrea Cambiaso, justru menjadi titik balik negatif. Cabal melakukan dua kesalahan fatal yang berujung gol, sebelum akhirnya menerima kartu merah.
Bermain dengan 10 orang, Juventus tak berdaya. Noa Lang mencetak dua gol, sementara Davinson Sanchez dan Sacha Boey turut menambah penderitaan Si Nyonya Tua.
Spalletti mengakui timnya terlalu sering menciptakan masalah sendiri, terutama dalam fase bertahan.
Baca Juga: Kylian Mbappe Tuduh Pemain Benfica Panggil Vinicius Monyet Sebanyak Lima Kali
“Jika kami tidak bermain dengan standar kualitas kami, maka kami selalu berisiko kebobolan,” ujarnya.
Ia menilai pendekatan bertahan total bukan solusi bagi Juventus saat ini.
“Jika kami hanya membuat barikade dan menunggu serangan balik, kami tidak punya pemain yang cocok untuk itu. Serangan adalah bentuk pertahanan terbaik.”
Spalletti tetap ingin timnya bermain dari kaki ke kaki, tetapi menegaskan ada situasi tertentu yang menuntut pragmatisme.
“Dalam situasi bahaya ekstrem, Anda harus buang bola. Tidak semua situasi sama.”
Selain kesalahan teknis, Spalletti juga menyoroti aspek karakter.
“Kami kehilangan karakter. Bukan hanya soal kartu merah, seluruh tim mundur beberapa langkah dalam banyak hal.”
Ia menilai keputusan pergantian pemain sebenarnya untuk meredam risiko kartu kedua, namun justru memperburuk keadaan ketika pemain pengganti ikut diusir.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Kylian Mbappe Tuduh Pemain Benfica Panggil Vinicius Monyet Sebanyak Lima Kali
-
Allegri Kibarkan Bendera Putih: Sebut Inter Favorit Scudetto, Milan Fokus Tiket Liga Champions
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray: Potensi Duel Panas di Istanbul!
-
Victor Osimhen Bongkar Luka di Napoli: Saya Diperlakukan Seperti Anjing!
-
Superkomputer Jagokan Real Madrid Menang, Mampukah Jose Mourinho Ulangi Keajaiban?
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Bersinar di Persija, Fajar Fathurrahman Juga Sandang Gelar Sarjana dan Raih Penghargaan Kampus
-
Sandy Walsh Bersiap Jalani Latihan Perdana Bersama Persib Bandung, Igor Tolic Pastikan Skuad Kumpul
-
Tak Sepakat Piala AFF Disebut Ecek-ecek, PSSI: Kita Belum Juara
-
Jual Jersey untuk Berobat Anak, Kiper Paraguay Ingin Kalahkan Prancis Demi Pulangkan Baju Miliknya
-
Rayhan Hannan Tak Takut Gempuran Pemain Keturunan, Siap Rebut Kepercayaan Shin Tae-yong di Persija
-
Pelatih Kroasia Semprot VAR Usai Disingkirkan Portugal di Piala Dunia 2026
-
Pertemuan Rahasia dengan DFB, Julian Nagelsmann Siap Mundur dari Timnas Jerman