- Kontroversi dugaan rasisme Prestianni terhadap Vinicius terjadi saat laga play-off Liga Champions di Estadio da Luz.
- Thierry Henry dan legenda lain mengecam keras Prestianni karena menutup mulut saat berbicara di lapangan.
- Seedorf dan Sneijder menegaskan pelecehan rasial tidak dapat dibenarkan, menyoroti pengalaman Vinicius di Spanyol.
Suara.com - Kontroversi yang terjadi dalam laga play-off Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz berbuntut panjang.
Dugaan tindakan rasisme oleh winger Benfica, Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior membuat sejumlah legenda sepak bola dunia angkat suara.
Legenda Arsenal dan Prancis, Thierry Henry mempertanyakan sikap Prestianni yang terlihat menutup mulutnya saat berbicara di lapangan.
“Gianluca Prestianni, beri tahu kami apa yang kamu katakan. Jadilah pria. Kenapa kamu menutup mulut dengan jersey? Apakah karena kedinginan?” sindir Henry dilansir dari AS.
Henry juga mengaku memahami situasi yang dialami Vinicius. Menurutnya, pemain kerap merasa sendirian dalam situasi seperti itu.
“Saya merasa terhubung dengan apa yang dialami Vinicius. Terkadang Anda merasa sendirian, karena itu akan menjadi kata-katamu melawan kata-katanya.”
Sementara itu eks Manchester City Micah Richards, bahkan lebih keras. Ia menyebut Prestianni sebagai pengecut dan menegaskan bahwa Vinicius tidak mungkin berbohong.
Sementara itu, eks gelandang Belanda Clarence Seedorf juga mengecam keras insiden tersebut.
“Fakta bahwa Vini sudah bertahun-tahun menghadapi situasi buruk di Spanyol tidak bisa diabaikan. Tidak ada pembenaran untuk pelecehan rasial. Tidak ada ruang untuk itu,” tegas Seedorf.
Baca Juga: Arbeloa Pasang Badan untuk Vinicius: Rasisme Tak Punya Tempat, Sindir Jose Mourinho
“Jika kamu ingin mengatakan sesuatu, katakan tanpa menutup mulut. Ini skandal bahwa orang masih memanggil pemain kulit hitam dengan sebutan seperti itu,” tambah eks gelandang Real Madrid lainnya, Wesley Sneijder.
Ia juga mempertanyakan sikap Prestianni yang memiliki rekan setim berkulit hitam.
“Dia punya rekan setim berkulit hitam. Apa yang sebenarnya ada di pikirannya?”
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Arbeloa Pasang Badan untuk Vinicius: Rasisme Tak Punya Tempat, Sindir Jose Mourinho
-
Insiden Benfica vs Real Madrid: Vinicius Kena Serangan Rasial, Jose Mourinho Diusir Wasit
-
Juventus Dibantai Galatasaray 2-5, Luciano Spalletti Ngamuk: Kami Mundur Tiga Langkah!
-
Kylian Mbappe Tuduh Pemain Benfica Panggil Vinicius Monyet Sebanyak Lima Kali
-
Allegri Kibarkan Bendera Putih: Sebut Inter Favorit Scudetto, Milan Fokus Tiket Liga Champions
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?
-
Transisi Status PPPK Dimulai Awal 2027, Komisi X DPR Minta Para Guru Tak Lagi Resah
-
Merdeka dari People Pleasing: Mengapa Gen Z Harus Mulai Belajar Berkata 'Tidak'
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Makna Lagu "Great Expectation" Sienna Spiro, Ketika Cinta Tejebak Ekspetasi
-
Asap Kebakaran Hutan Kalimantan Sudah Sampai Malaysia, Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta dan Kenangan Masa Remaja Saya
-
Warga Jakarta Bayar Mahal Udara Kotor, Revisi Aturan Pencemaran Masih Terpinggirkan
-
Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI
-
Mahasiswa Minta Praperadilan Febrie Ardiansyah Tak Hambat Penelusuran Aset dan Aliran Dana TPPU