-
Persib Bandung harus mengejar selisih tiga gol dari Ratchaburi FC di Liga Champions Asia.
-
Bojan Hodak mengakui banyak kesalahan di leg pertama namun tetap optimis membalas kekalahan.
-
Bek Frans Putros percaya keajaiban masih bisa terjadi saat berlaga di kandang sendiri.
Suara.com - Persib Bandung kini berada di ambang tantangan raksasa pada putaran kedua ajang bergengsi AFC Champions League 2.
Tim kebanggaan Jawa Barat ini memikul beban berat untuk mengejar ketertinggalan tiga gol yang cukup menyakitkan.
Pertarungan hidup mati dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Rabu malam waktu setempat.
Kehadiran ribuan suporter militan atau Bobotoh diharapkan menjadi pelecut semangat bagi skuad berjuluk Maung Bandung tersebut.
Kekalahan telak di pertemuan sebelumnya membuat langkah tim asuhan Bojan Hodak terasa sangat mendaki dan terjal.
Performa yang jauh dari harapan pada laga pertama menuntut para pemain untuk tampil tanpa celah di kandang.
Pelatih kepala Bojan Hodak memahami betul betapa peliknya posisi yang sedang dialami oleh anak asuhnya sekarang.
Meski demikian pria asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa pasukannya tidak akan berhenti berjuang hingga pertandingan benar-benar berakhir.
Ia memberikan catatan khusus bahwa hasil buruk di leg pertama disebabkan oleh banyaknya eror yang terjadi.
Baca Juga: Bojan Hodak Bicara Mental Pemain Persib Jelang Lawan Ratchaburi FC
Kesalahan tersebut muncul baik dari sisi individu tiap pemain maupun koordinasi tim yang kurang padu di lapangan.
"Pertandingan pertama, kami membuat terlalu banyak kesalahan. Itu adalah salah satu permainan ketika semuanya menjadi salah. Saya yakin besok akan lebih baik," kata pelatih asal Kroasia dikutip dari laman resmi klub.
Kutipan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa ada perbaikan mendalam yang telah dilakukan oleh jajaran staf pelatih.
Hodak kini sangat fokus untuk meningkatkan kedisiplinan serta ketajaman penyelesaian akhir di depan gawang lawan yang tangguh.
Mengejar selisih tiga angka memang bukan pekerjaan yang bisa dianggap remeh oleh tim mana pun di Asia.
Namun Hodak secara tegas menolak untuk menyerah pada keadaan sebelum pertarungan 90 menit itu dimulai kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang
-
Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang
-
BRI Sediakan Fasilitas Cicilan 0 Persen Hingga 12 Bulan di AZKO
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD
-
Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya
-
Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur