-
Persib Bandung berjuang mengejar ketertinggalan agregat 0-3 dari Ratchaburi FC di ACL 2.
-
Maung Bandung mengandalkan catatan tak terkalahkan di kandang musim ini demi meraih remontada.
-
Frans Putros menegaskan skuad Persib tetap optimis bisa lolos meski tanpa kehadiran Marc Klok.
Sisi positif bagi tim tuan rumah adalah adanya waktu istirahat dan persiapan yang jauh lebih ideal.
Penyesuaian jadwal di kompetisi domestik membuat kebugaran fisik pemain Persib relatif lebih terjaga dibandingkan sang lawan.
Faktor kelelahan bisa menjadi kelemahan bagi Ratchaburi FC yang tidak mendapatkan dispensasi serupa di liga mereka.
Keunggulan stamina ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menekan lawan sejak menit pertama pertandingan dimulai.
Bermain dengan intensitas tinggi sepanjang laga menjadi satu-satunya cara untuk membalikkan keadaan agregat yang ada.
Motivasi Federico Barba dan rekan-rekannya semakin berlipat mengingat catatan apik mereka saat bermain di Bandung.
Sepanjang musim 2025/2026, Persib Bandung belum pernah mencicipi pahitnya kekalahan saat tampil di depan publik sendiri.
Keangkeran GBLA diharapkan kembali bertuah untuk meruntuhkan mental bertanding para pemain perwakilan dari Thailand tersebut.
Setidaknya kemenangan dengan selisih tiga gol tanpa balas wajib diraih untuk memaksakan laga berlanjut ke babak tambahan.
Baca Juga: Persib Bandung Wajib Menang 4-0 vs Ratchaburi Jika Mau Keajaiban Remontada Terwujud di GBLA Bandung
Ambisi besar ini menjadi pertaruhan harga diri klub di kancah sepak bola bergengsi antar klub Asia.
Punggawa bertahan Maung Bandung, Frans Putros, menegaskan bahwa peluang untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka.
Seluruh elemen di dalam tim tetap menjaga optimisme tinggi meskipun situasi yang dihadapi saat ini sangat sulit.
"Tentu saja tidak mudah melihat hasil yang kami dapatkan di di Ratchaburi. Namun, tidak ada yang mustahil. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin. Saya pikir, seluruh tim, staf, semua orang di sini masih percaya kita bisa melewatinya," kata bek Persib, Frans Putros.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa mentalitas juara tetap tertanam kuat di sanubari para pemain klub kebanggaan Jawa Barat.
Kerja sama tim yang solid akan menjadi penentu apakah sejarah baru akan tercipta di markas kebesaran mereka malam ini.
Di posisi penjaga gawang, nama Teja Paku Alam diprediksi akan tetap menjadi pilihan utama Bojan Hodak.
Lini belakang akan dikawal oleh kuartet Frans Putros, Julio Cesar, Patricio Matricardi, serta pemain bertahan Federico Barba.
Sektor tengah kemungkinan besar akan diisi oleh kombinasi Thom Haye, Luciano Guaycochea, dan pemain kreatif Eliano Reijnders.
Untuk urusan mencetak gol, trio Uilliam Barros, Andrew Jung, dan Beckham Putra akan menjadi tumpuan di lini depan.
Skema menyerang total 4-3-3 diperkirakan akan diterapkan demi mengejar defisit gol yang cukup lebar tersebut.
Melihat lima laga terakhir, Persib sebenarnya memiliki tren yang cukup stabil di kompetisi liga domestik Indonesia.
Kemenangan atas tim-tim besar seperti Persija Jakarta dan Persis Solo menjadi modal mental yang cukup berharga.
Namun, kekalahan 0-3 dari Ratchaburi pada 11 Februari lalu merupakan pukulan telak yang harus segera direspon.
Di sisi lain, Ratchaburi datang dengan hasil imbang di liga lokal setelah sebelumnya sukses menumbangkan Persib Bandung.
Duel kali ini bukan sekadar soal teknik, melainkan tentang ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan besar di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona
-
Potensi Panas Bumi Indonesia Capai 23,2 GW, Baru 11,6 Persem Terpasang
-
The Dragon Republic: Dari Pejuang Menjadi Bidak dalam Permainan Kekuasaan
-
Pertumbuhan Ekonomi RI di Semester I 2026 Diklaim Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir
-
Viral WNA Diduga Tentara IDF di Bali, Arya Wedakarna Malah Jadi Pengikut PM Israel
-
GEMPAR Dorong Pedagang Pasar Ngino Melek Digital Hingga Buka Wacana Pasar Sore
-
Layani 162 Ribu Pelanggan Sehari, KAI Rombak Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta