- Vinicius Junior diduga dilecehkan secara rasial oleh Gianluca Prestianni saat laga play-off Liga Champions, Rabu (18/2) dinihari WIB.
- Setelah Vinicius melapor, wasit Francois Letexier mengaktifkan protokol anti-rasisme, menyebabkan pertandingan dihentikan selama sepuluh menit.
- Protokol anti-rasisme mencakup tiga tahapan mulai dari peringatan, penghentian sementara hingga pembatalan permanen pertandingan.
Suara.com - Vinicius Junior diduga menjadi korban dugaan pelecehan rasial dalam laga play-off Liga Champions melawan Benfica, Rabu (18/2) dinihari WIB.
Winger Benfica, Gianluca Prestianni diduga melakukan serangan rasial kepada Vinicius setelah kedua pemain terlibat perdebatan sengit.
Vinicius membuka keunggulan Real Madrid lima menit setelah babak kedua dimulai lewat sepakan spektakuler ke pojok atas gawang Benfica.
Selebrasinya memicu reaksi dari pemain lawan dan berujung kartu kuning dari wasit Francois Letexier karena dianggap berlebihan.
Dari sinilah insiden serangan rasial kepada Vinicius berawal.
Saat pemain kembali ke tengah lapangan untuk kick-off, Vinicius dan Prestianni kembali terlibat perdebatan.
Dalam tayangan ulang, Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan jersey saat berbicara kepada Vinicius.
Tak lama kemudian, Vinicius menghampiri Letexier dan melaporkan ucapan yang diduga bernada rasis.
Dalam cuplikan video yang beredar, Vinicius tampak menyebut kata “mono” (monyet) saat menjelaskan kepada wasit.
Baca Juga: Prediksi Skor Club Brugge vs Atletico Madrid: Los Rojiblancos Terancam Tumbang?
Merespons laporan tersebut, Letexier langsung mengaktifkan protokol anti-rasisme.
Pertandingan dihentikan sekitar 10 menit.
Selama jeda itu, Vinicius sempat berbicara dengan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, serta pelatih Benfica, Jose Mourinho.
Pemain asal Brasil tersebut bahkan terlihat duduk di bangku cadangan sementara wasit berdiskusi dengan kedua kubu.
Lantas apa itu protokol antirasisme?
Protokol anti-rasisme adalah prosedur resmi yang diterapkan dalam pertandingan sepak bola untuk menangani dugaan tindakan atau ucapan rasis, baik dari pemain, ofisial, maupun suporter.
Berita Terkait
-
Prediksi Skor Club Brugge vs Atletico Madrid: Los Rojiblancos Terancam Tumbang?
-
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter Milan: Nerazzurri Wajib Menang di Kutub Utara
-
Jose Mourinho Sindir Vinicius yang Kena Serangan Rasial Hingga Sebut Madrid Dibantu Wasit
-
Gianluca Prestianni Sebut Vinicius Jr Monyet, Legenda Dunia Ngamuk: Jangan Jadi Pengecut!
-
Arbeloa Pasang Badan untuk Vinicius: Rasisme Tak Punya Tempat, Sindir Jose Mourinho
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Makin Sulit Ditebak, Pasar 'Wait and See' Momentum Perang AS - Iran
-
Kebakaran di Kawasan Bromo: Mengapa Pemulihan Ekosistem Tak Bisa Sekadar Menanam Pohon?
-
Febrie Adriansyah Tak Masalah Emas 74 Kg Disita, Tapi Minta Dokumen dan Foto Keluarga Dikembalikan
-
Penentuan Desil Tak Sesuai Ekonomi Warga, Menko Airlangga Akui Data DTSEN Tak Permanen
-
5 HP OPPO yang Mirip iPhone, Desain Premium Mulai Rp2 Jutaan
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
OPM Klaim Markas Puncak Jaya Digempur Drone Militer Indonesia, Begini Kondisinya
-
Saat Rambut Memutih dan Langkah Melambat: Sebuah Renungan Tentang Pulang
-
Peluang Emil Audero Gabung Juventus Semakin Tipis, Ini Penyebabnya
-
Dari Belajar - Menjadi Dampak, United Tractors Hadirkan UNTUK Indonesia