Bola / Bola Indonesia
Rabu, 18 Februari 2026 | 22:05 WIB
Mauro Zijlstra (Persija Jakarta)
Baca 10 detik
  • Mauro Zijlstra resmi debut bersama Persija Jakarta saat menang melawan Bali United di Gianyar.

  • Striker Timnas tersebut kaget karena Liga Indonesia menuntut lebih banyak lari dibanding Liga Belanda.

  • Persija kini duduk di posisi ketiga klasemen dan mengincar posisi puncak milik Persib Bandung.

Suara.com - Penyerang anyar Timnas Indonesia yakni Mauro Zijlstra memberikan testimoni mengejutkan setelah merasakan atmosfer sepak bola tanah air.

Pemain muda berbakat ini baru saja menjalani partai perdananya di kompetisi kasta tertinggi yakni Super League musim 2025/2026.

Pengalaman pertama berbaju Persija Jakarta memberikan perspektif baru baginya mengenai karakter unik permainan di Indonesia.

Zijlstra merasa ada perbedaan yang sangat kontras jika dibandingkan dengan gaya main di Eredivisie atau Liga Belanda.

Striker berusia 21 tahun tersebut resmi bergabung dengan skuad Macan Kemayoran pada jendela transfer paruh musim ini.

Kesempatan yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang pada pertandingan pekan ke-21 melawan Bali United.

Laga panas tersebut diselenggarakan di markas lawan yakni Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Rabu malam.

Persija Jakarta berhasil membawa pulang poin penuh setelah menyudahi perlawanan tuan rumah dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan ini terasa sangat krusial karena mengakhiri kutukan tidak pernah menang di markas Bali United selama tujuh tahun.

Baca Juga: Blusukan ke Liga 2, Inilah 3 Berlian Tersembunyi yang Bisa Dilirik John Herdman

Selain hasil akhir yang memuaskan, aksi Mauro Zijlstra di lapangan menjadi magnet utama bagi para suporter.

Pemain yang memiliki darah campuran Indonesia-Belanda ini tidak diturunkan sebagai pemain inti sejak menit awal.

Pelatih memasukkan Zijlstra sebagai pemain pengganti pada menit ke-74 untuk menambah daya gedor tim.

Ia menggantikan posisi Gustavo Almeida yang menjadi pahlawan kemenangan lewat gol tunggalnya dalam pertandingan tersebut.

Walaupun durasi bermainnya tergolong singkat, debut ini meninggalkan kesan mendalam bagi sang pemain depan.

“Kesempatan yang bagus bisa menjalani debut dengan Persija,” ujar Mauro Zijlstra sebagaimana dikutip dari laman resmi I.League, Rabu (18/2/2026).

Mantan penggawa FC Volendam ini tidak ragu membagikan pandangannya mengenai kerasnya kompetisi sepak bola di Indonesia.

Menurut analisanya, pemain di Indonesia dituntut memiliki ketahanan fisik yang luar biasa karena tempo yang sangat tinggi.

Ia melihat bahwa dinamika di lapangan mengharuskan setiap individu untuk terus bergerak tanpa henti mencari ruang.

Zijlstra merasa intensitas permainan di Indonesia jauh lebih menguras tenaga dibandingkan dengan pengalamannya di benua Eropa.

“Di sini lebih banyak berlari selama pertandingan,” jelas Mauro Zijlstra mengenai perbandingan gaya bermain antar liga.

Zijlstra menilai bahwa Super League sangat menonjolkan transisi permainan yang berlangsung dengan sangat cepat.

Setiap kali bola berpindah penguasaan, tim akan langsung melakukan serangan balik dengan kecepatan penuh ke area lawan.

Kondisi tersebut memaksa para pemain melakukan sprint berkali-kali baik saat menyerang maupun ketika sedang bertahan.

Hal ini sangat berbanding terbalik dengan filosofi sepak bola di Belanda yang lebih menitikberatkan pada sisi taktis.

Klub di Eredivisie umumnya lebih sabar dalam membangun serangan lewat penguasaan bola yang sangat terukur dan rapi.

Kedisiplinan taktik di Eropa membuat pergerakan pemain lebih terorganisir sesuai dengan instruksi pelatih di pinggir lapangan.

Perbedaan fundamental inilah yang sempat membuat Mauro Zijlstra merasa kaget saat pertama kali menginjakkan kaki di lapangan.

Sebagai ujung tombak, ia menyadari harus memiliki kondisi fisik yang sempurna untuk bersaing di liga yang sangat eksplosif.

Kendati harus bekerja ekstra keras, ia mengaku sangat bahagia bisa memulai perjalanannya bersama klub sebesar Persija.

“Senang bisa melakukan debut saya untuk klub yang indah dan mengamankan tiga poin,” tuturnya dengan penuh rasa bangga.

Hasil positif di markas Bali United ini membawa Persija merangkak naik ke posisi ketiga pada tabel klasemen sementara.

Kini tim kebanggaan warga Jakarta tersebut hanya berselisih tiga poin dari pemuncak klasemen yaitu Persib Bandung.

Persib saat ini masih memimpin perburuan gelar juara dengan koleksi total sebanyak 47 poin dari laga yang sudah dijalani.

Skuad Macan Kemayoran kini fokus sepenuhnya untuk menjaga tren kemenangan mereka pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Ujian selanjutnya bagi Zijlstra dan kawan-kawan adalah menghadapi tantangan berat dari PSM Makassar pada pekan ke-22.

Load More