- Perubahan posisi Jordi Amat menjadi gelandang bertahan di Persija memberikan solusi bagi Timnas Indonesia yang memiliki surplus bek tengah berkualitas.
- Jordi Amat terbukti tampil impresif dan nyaman di posisi baru, bahkan meraih predikat pemain terbaik saat Persija mengalahkan Bali United.
- Opsi ini memungkinkan pelatih John Herdman menurunkan komposisi pemain terbaik sekaligus tanpa harus mengorbankan bek tangguh lain di bangku cadangan.
Suara.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kini memiliki opsi taktis baru yang sangat menjanjikan untuk memperkuat lini tengah skuad Garuda di masa depan.
Inspirasi strategi tersebut muncul setelah melihat keberhasilan eksperimen Persija Jakarta yang menempatkan Jordi Amat sebagai gelandang bertahan di kompetisi domestik.
Transformasi posisi mantan pemain Espanyol ini ternyata membawa sejumlah dampak positif yang bisa diadopsi untuk kebutuhan tim nasional.
Berikut adalah tiga keuntungan besar bagi Timnas Indonesia jika Jordi Amat dipercaya mengisi pos gelandang bertahan:
1. Solusi Penumpukan Stok Bek Tengah
Keuntungan pertama adalah menjadi solusi jitu untuk mengatasi surplus pemain berkualitas di sektor bek tengah Timnas Indonesia saat ini.
Skuad Garuda diketahui memiliki stok melimpah di jantung pertahanan dengan kehadiran nama-nama besar seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Justin Hubner, hingga Elkan Baggott.
Kondisi ini seringkali membuat pelatih dilema dalam menentukan komposisi starter karena harus mengorbankan salah satu bek elit di bangku cadangan.
Dengan menggeser Jordi Amat ke posisi gelandang bertahan, John Herdman dapat mengakomodasi seluruh talenta pertahanan terbaiknya bermain dalam satu lapangan secara bersamaan.
Baca Juga: Menelusuri Silsilah Joey van Beukering, Pemain Keturunan Jawa yang Siap Bela Timnas Indonesia
2. Kualitas Teruji Sebagai Pemain Terbaik
Keuntungan kedua berkaitan dengan jaminan kualitas performa Jordi Amat yang sudah teruji nyata di kompetisi level tertinggi Indonesia.
Eksperimen pelatih Persija, Mauricio Souza, terbukti sukses besar saat Jordi tampil gemilang sebagai penyeimbang lini tengah ketika melawan Bali United.
Kontribusi vitalnya dalam memutus serangan dan mendistribusikan bola membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam kemenangan 1-0 atas Serdadu Tridatu tersebut.
Performa konsisten ini bukan kebetulan semata, karena Jordi juga tampil solid saat memainkan peran serupa di laga sebelumnya melawan Madura United.
3. Kenyamanan dan Fleksibilitas Pemain
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung