- Daniel Ting dan Ratchaburi FC kalah 0-1 dari Persib Bandung di GBLA namun lolos ke perempat final ACL 2.
- Duel ini menjadi pemanasan berharga bagi bek Malaysia saat menghadapi pemain Indonesia seperti Thom Haye dan Reijnders.
- Pengalaman bermain di GBLA dirusak insiden kerusuhan suporter yang menyebabkan suasana akhir pertandingan kurang menyenangkan.
Suara.com - Meskipun gagal membawa timnya meraih kemenangan, bek Timnas Malaysia, Daniel Ting justru memetik pengalaman berharga dari lawatannya ke markas Persib Bandung.
Baginya pertandingan leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2)melawan Maung Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) terasa seperti sebuah pemanasan ideal jelang potensi bentrokan melawan Timnas Indonesia di panggung Piala AFF 2026.
Dalam laga tersebut, Daniel Ting dan Ratchaburi FC memang harus takluk 0-1 dari Persib.
Namun, berkat keunggulan agregat 3-1, mereka tetap berhak melaju ke babak perempat final.
Tampil penuh selama 90 menit, Daniel Ting berkesempatan untuk berduel langsung dengan para pilar Timnas Indonesia yang kini berseragam Persib, seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Pengalaman ini memberinya gambaran awal mengenai kualitas para pemain yang mungkin akan ia hadapi saat membela Harimau Malaya.
"Ya, tentu ada beberapa pemain bagus. Selalu menyenangkan bermain melawan tim dan pemain dari negara lain. Kita lihat saja nanti kalau Indonesia dan Malaysia bertemu, baru akan terlihat seperti apa," kata Daniel Ting.
Pemain pinjaman dari Johor Darul Ta'zim ini sadar betul akan potensi pertemuan antara dua rival abadi di Asia Tenggara tersebut.
Oleh karena itu, merasakan langsung tekanan bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh menjadi sebuah simulasi yang sangat berharga baginya.
Baca Juga: Prediksi Sanksi AFC untuk Persib Usai Bobotoh Mengamuk di GBLA
"Ya, tentu ada kemungkinan. Siapa pun lawannya di kompetisi seperti itu, kami pasti selalu ingin menang. Jadi sebenarnya tidak terlalu masalah siapa yang akan dihadapi," katanya.
Sayangnya, pengalaman berharga tersebut sedikit tercoreng oleh insiden kerusuhan suporter di akhir laga.
Aksi pitch invasion yang dilakukan oknum suporter membuat para pemain Ratchaburi FC tidak bisa merayakan kelolosan mereka dengan leluasa.
"Seperti yang saya bilang, atmosfernya luar biasa. Selama pertandingan, itu benar-benar membuat laga terasa hidup. Sekali lagi, hanya saja sedikit disayangkan karena ada hal di akhir pertandingan yang menutupi suasana tersebut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pelatih Ratchaburi Trauma Kebrutalan Suporter Timnas Indonesia Pernah Bakar GBK
-
Media Thailand Soroti Ulah Suporter Persib, Singgung Sisi Gelap Sepak Bola Indonesia
-
Timnas Tak Lolos, Indonesia Tetap Gelar Agenda Road to Piala Dunia 2026
-
Persib Digembosi Wasit, Bojan Hodak Ngadu ke AFC Meski Bakal Sia-sia
-
Penyerang Persija ke Persib Bandung: Kami Masih Punya 13 Pertandingan, 13 Final
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Casemiro ke Inter Miami Segera Terjadi, Tapi Terjanggal Regulasi Discovery Rights dan Slot Non-DP
-
Gelar Juara Persib di Depan Mata, Julio Cesar Ingatkan Jangan Lengah Lawan Persijap
-
Arsenal Akan Parade Juara Liga Inggris Musim 2025/2026 di Islington Pada 31 Mei
-
Aston Villa Juara Liga Europa 2026
-
Gebrakan Indonesia di Markas PBB: UniLeague Jadi Model Dunia untuk Pemberdayaan Pemuda
-
Catat! Nonton Piala Dunia 2026 Kini Lebih Gampang
-
Asisten Bojan Hodak Takut Persib Kalah di Laga Pamungkas dan Gagal Juara
-
Inter Keliling Dunia! Chivu Bawa Nerazzurri ke Jerman, Hong Kong, Indonesia?
-
Mengenang Starting XI Pertama Mikel Arteta di Arsenal, Hanya Satu yang Tersisa Saat Juara
-
Kiper Buangan Pep Guardiola Bongkar Kunci Sukses Arsenal Juara Liga Inggris