- Persaingan posisi bek kiri Timnas Indonesia kini sangat ketat dengan munculnya banyak pemain berkualitas.
- Shayne Pattynama menyikapi persaingan ini secara positif sebagai pendorong peningkatan performa tim secara keseluruhan.
- Pattynama melihat persaingan sehat ini sebagai kesempatan belajar dari kualitas permainan rekan setimnya, seperti Calvin Verdonk.
Suara.com - Persaingan untuk merebut satu tempat di posisi bek kiri Timnas Indonesia kini menjadi salah satu yang paling sengit.
Sadar akan kompetisi yang semakin ketat, Shayne Pattynama justru menyambutnya dengan sikap legawa dan pandangan yang sangat positif.
Shayne Pattynama yang merupakan salah satu pemain naturalisasi pertama di posisi tersebut, kini harus bersaing dengan deretan nama berkualitas lainnya.
Jika sebelumnya ia hanya berhadapan dengan Pratama Arhan atau Edo Febriansyah, kini muncul nama-nama seperti Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, dan Dean James yang semuanya memiliki kualitas mumpuni.
Meski dalam beberapa kesempatan terakhir ia harus rela tersisih, pemain yang kini membela Persija Jakarta itu sama sekali tidak berkecil hati.
Baginya persaingan ketat ini justru akan menjadi bahan bakar yang memacu setiap pemain untuk memberikan kemampuan terbaiknya.
“Kami memiliki banyak pemain berkualitas. Saya pikir ini adalah hal yang bagus karena itu membuat kami jadi lebih kompetitif. Kualitas tim juga menjadi lebih baik,” ujar Shayne dikutip dari kanal YouTube Sport77.
Shayne bahkan secara terbuka mengakui kualitas salah satu pesaing utamanya, Calvin Verdonk, yang dalam setahun terakhir lebih sering menjadi pilihan utama.
Alih-alih merasa tersaingi, ia justru melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk belajar.
Baca Juga: FIFA Series 2026, Ajang Debut John Herdman yang Terancam Sepi Kehadiran Suporter
“Jika kamu melihat, misalnya, Calvin Verdonk bermain, dia adalah pemain yang sangat bagus. Sebagai pemain, kamu bisa belajar dari itu juga. Ketika saya melihatnya bermain, saya akan melihat dan tentu saja mencoba belajar darinya,” ujarnya.
Pemain berusia 27 tahun ini berharap bahwa atmosfer kompetitif seperti ini tidak hanya terjadi di pos bek kiri, tetapi juga merata di semua lini.
Ia meyakini, dengan adanya persaingan sehat di setiap posisi, kualitas Timnas Indonesia secara keseluruhan akan terangkat.
“Saya pikir, sangat bagus untuk memiliki persaingan itu dengan pemain-pemain bagus di setiap posisi. Sehingga kualitas latihan dan kualitas tim akan menjadi lebih baik sepanjang waktu. Jadi, ya itu hal yang baik menurut saya,” pungkas Shayne Pattynama.
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Komentari John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Ngebet Bela Timnas Indonesia, Damian van Dijk Sudah Jalin Komunikasi Kembali dengan PSSI
-
Eks Calon Pelatih Timnas Indonesia Debut Manis, Banjir Pujian dari Anak Asuhnya
-
Pelatih Bulgaria Dibuat Merinding Suporter Timnas Indonesia, Tapi...
-
Pesan Keras Pelatih Persija ke Shayne Pattynama: Tak Ada Alasan Cadangkan Dony Tri Pamungkas
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Shin Tae-yong Komentari John Herdman Jadi Pelatih Timnas Indonesia
-
Bos Persib Bandung Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit Majed Al-Shamrani
-
Ngebet Bela Timnas Indonesia, Damian van Dijk Sudah Jalin Komunikasi Kembali dengan PSSI
-
Pesan Keras Pelatih Persija ke Shayne Pattynama: Tak Ada Alasan Cadangkan Dony Tri Pamungkas
-
Tanpa Rizky Ridho dan Paulo Ricardo, Strategi Rahasia Mauricio Souza Bungkam PSM Makassar di JIS
-
Tersandung Kasus Dugaan Penganiayaan, PSM Coret Ricky Pratama Saat Hadapi Persija
-
Eks Calon Pelatih Timnas Indonesia Debut Manis, Banjir Pujian dari Anak Asuhnya
-
Pelatih Bulgaria Dibuat Merinding Suporter Timnas Indonesia, Tapi...
-
Perang Kata-kata dengan Allegri, Cesc Fabregas: Pelatih AC Milan Itu Lebay!
-
Alasan Souza Pilih Dony Tri Pamungkas Ketimbang Shayne Pattynama di Skuad Utama Persija Jakarta