- Pelatih Ajax, Fred Grim, menegaskan bahwa staf pelatih memegang penuh otoritas penentuan gaya bermain tim.
- Grim memprediksi laga Ajax kontra NEC Nijmegen akan sengit, menyoroti kecepatan dan duel satu lawan satu lawan.
- Ajax sedang mengadaptasi skema lima bek, fokus pada pembagian tanggung jawab serta koordinasi saat fase bertahan.
Suara.com - Pelatih Ajax, Fred Grim, menegaskan bahwa keputusan soal gaya bermain tim sepenuhnya berada di tangan staf pelatih bukan pada dirtek Jordi Cruyff.
Hal itu disampaikan Grim jelang laga kontra NEC Nijmegen yang dinilainya bakal berlangsung sengit dan penuh determinasi.
Grim memprediksi pertandingan melawan NEC akan berjalan menarik. Menurutnya, lawan memiliki karakter bermain cepat dan gemar melakukan duel satu lawan satu.
“Saya mengharapkan pertandingan yang bagus melawan lawan yang kuat. Mereka ingin menekan setiap tim dengan oportunisme tertentu. Kedua tim sama-sama ingin menang,” ujar Grim dikutip dari Voetbalzone.
Ia juga mengingat kembali pertemuan sebelumnya ketika Ajax menghadapi NEC yang bermain dengan 10 orang. Saat itu, Ajax dinilai tidak konsisten menjalankan rencana permainan.
“Kami sudah berkembang dibanding Desember lalu. Ini akan jadi laga penuh gairah, banyak duel satu lawan satu, dan kami harus tampil lebih baik dalam aspek itu,” tegasnya.
Terkait komunikasi dengan Jordi Cruyff, Grim mengakui keduanya rutin berdiskusi tentang banyak hal di klub, termasuk soal pemain dan pertandingan.
“Kami banyak berbicara tentang klub dan sepak bola. Tapi bagaimana kami bermain, itu sepenuhnya keputusan staf,” tegas Grim.
Ia menambahkan, komunikasi biasanya dilakukan setiap siang, baik secara langsung di klub maupun melalui sambungan telepon.
Baca Juga: Ajax Amsterdam Krisis, Maarten Paes Justru Ketiban Berkah Malam Nanti?
Dalam beberapa laga terakhir, Ajax bermain dengan lima bek. Menurut Grim, skema tersebut masih dalam tahap adaptasi, terutama soal pembagian tanggung jawab dan koordinasi saat bertahan.
“Kapan harus keluar menekan, kapan menutup sisi berlawanan, dan bagaimana menjaga kotak penalti, itu semua bagian dari proses,” jelasnya.
Saat menghadapi Fortuna sebelumnya, Ajax memilih dua bek sayap yang lebih bertahan. Grim membuka kemungkinan strategi serupa kembali digunakan demi menjaga keseimbangan dan meminimalkan kebobolan.
“Kami ingin lebih banyak pemain berada di belakang bola saat menyerang agar tidak terlalu terbuka,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Ajax Amsterdam Krisis, Maarten Paes Justru Ketiban Berkah Malam Nanti?
-
Jay Idzes Tembok Kokoh Sassuolo! Verona Digulung 3-0, Berardi Cetak Brace di Serie A
-
Hubner Tampil Solid! Fortuna Sittard Tumbangkan Excelsior 2-1, Miliano Jonathans Jadi Super Sub
-
Gila! Pelatih Bulgaria Sebut Sepak Bola Indonesia Adalah Agama Karena Fans Sangat Fanatik Sekali
-
Bertabur Bintang Eropa, Ini 5 Pemain Naturalisasi Kunci Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
-
Profesor Olahraga Soroti Integritas FIFA, Kontroversi Argentina vs Mesir Rusak Kepercayaan Publik
-
Christian Pulisic Kecewa Berat, Amerika Serikat Akhiri Piala Dunia 2026 Secara Tragis
-
Bruno Fernandes Yakin Portugal Bisa Juara Piala Dunia Tanpa Cristiano Ronaldo
-
Belum Kebobolan di Piala Dunia 2026, Marc Cucurella Pede Spanyol Bisa Jadi Juara