-
AS Roma menang telak 3-0 atas Cremonese lewat gol Cristante, Ndicka, dan Niccolo Pisilli.
-
Emil Audero tampil gemilang dengan dua penyelamatan sebelum akhirnya kebobolan tiga kali di Olimpico.
-
Hasil ini memutus tren positif clean sheet Audero yang didapatkan pada pertandingan pekan sebelumnya.
Suara.com - Stadion Olimpico menjadi saksi bisu dominasi total tuan rumah saat menjamu Cremonese pada Senin dini hari.
AS Roma langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit di lapangan hijau.
Tekanan demi tekanan dilancarkan skuat Serigala Ibu Kota untuk membongkar pertahanan tim tamu yang cukup rapat.
Bryan Cristante dan Bryan Zaragoza menjadi aktor utama yang berkali-kali merepotkan barisan belakang lawan mereka.
Namun upaya awal dari kedua pemain tersebut masih belum membuahkan hasil manis bagi publik tuan rumah.
Ketangguhan Emil Audero di Bawah Mistar
Kiper Emil Audero membuat dua penyelamatan saat Cremonese ditekuk AS Roma 0-3 dalam pertandingan pekan ke-26.
Penampilan apik penjaga gawang keturunan Indonesia ini sempat membuat para penyerang Roma merasa sangat frustrasi sekali.
Zeki Celik mencoba peruntungannya lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti pada menit ke-16 pertandingan.
Baca Juga: Duel Hidup Mati Cremonese di Roma, Emil Audero Jadi Tembok Terakhir Hindari Jurang Degradasi
Bola tersebut ternyata masih menyamping tipis di sisi kanan gawang yang dijaga ketat oleh Audero.
Cremonese benar-benar dipaksa bermain bertahan total demi menghindari kebobolan gol cepat di babak pertama ini.
Drama Mistar Gawang dan Skor Kacamata
Keberuntungan seakan masih berpihak pada tim tamu ketika laga memasuki menit ke-35 di babak pertama.
AS Roma nyaris unggul 1-0 atas Cremonese pada menit ke-35 jika sundulan Gianluca Mancini tidak membentur mistar.
Mancini yang melompat tinggi menyambut umpan lambung akurat gagal merayakan gol karena faktor ketidakberuntungan tiang gawang.
Hingga waktu turun minum tiba, papan skor masih menunjukkan angka nol berbanding nol bagi kedua tim.
Babak pertama berakhir imbang 0-0 yang menunjukkan betapa alotnya perjuangan tim asuhan pelatih Cremonese di Roma.
Runtuhnya Tembok Pertahanan Tim Tamu
Memasuki paruh kedua, tensi pertandingan justru semakin meningkat dengan serangan Roma yang kian masif dan tajam.
Pada babak kedua Emil Audero membuat penyelamatan penting pada menit ke-56 setelah menggagalkan peluang Donyell Malen.
Refleks luar biasa dari kiper utama Cremonese tersebut sempat menjaga harapan timnya untuk mencuri poin malam itu.
Namun gempuran bertubi-tubi dari tim asuhan Daniele De Rossi akhirnya membuahkan hasil positif yang sangat dinantikan.
Tembok kokoh Emil Audero akhirnya runtuh setelah Bryan Cristante membuka keunggulan AS Roma pada menit ke-59.
Rentetan Gol Kemenangan Skuat Giallorossi
Gol pembuka dari Cristante tersebut langsung mengubah alur permainan dan membuat mental pemain tuan rumah melambung.
AS Roma unggul 1-0 dan kini berada di atas angin untuk terus menambah pundi-pundi gol mereka.
Audero lagi-lagi menunjukan kelasnya sebagai kiper top setelah mementahkan peluang Evan Ndicka pada menit ke-64.
Meskipun terus ditekan, sang penjaga gawang tetap berusaha memberikan performa terbaiknya di bawah tekanan suporter lawan.
Sayangnya perjuangan keras kiper tersebut kembali menemui jalan terjal setelah lini belakang mereka lengah kembali lagi.
Kemenangan Telak Roma di Pekan 26
Setelah jatuh-bangun mengamankan gawang Cremonese dari banyak kebobolan, Emil Audero kembali harus memungut bola usai gol Ndicka.
Ndicka mencetak gol pada menit ke-70 yang membuat Roma unggul 2-0 dan semakin nyaman mengendalikan jalannya laga.
Cremonese mencoba keluar dari tekanan namun mereka kesulitan mengembangkan permainan di lini tengah yang sangat padat.
Kemenangan tuan rumah akhirnya disempurnakan oleh pemain muda berbakat mereka menjelang berakhirnya waktu normal pertandingan itu.
Niccolo Pisilli memastikan AS Roma menang 3-0 atas Cremonese di Liga Italia setelah ikut mencatatkan namanya.
Catatan Kurang Impresif Bagi Cremonese
Gol Pisilli pada menit ke-86 tersebut sekaligus mengunci kemenangan tiga angka yang sangat krusial bagi Roma.
Cremonese kalah 0-3 dari AS Roma dan harus pulang dengan tangan hampa tanpa membawa satu poin pun.
Hasil minor ini tentu menjadi evaluasi besar bagi staf kepelatihan dalam menatap laga-laga selanjutnya di liga.
Kekalahan dari Roma itu membuat Emil Audero kembali gagal mempertahankan clean sheet setelah dalam laga sebelumnya imbang.
Padahal pada pertandingan sebelumnya mereka sempat tampil solid saat menahan imbang Genoa tanpa gol di kandang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Arsenal Bantai Tottenham 4-1, Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres Jadi Mimpi Buruk Derbi London
-
Lini Depan Timnas Indonesia Memanas, Striker Rp 43,45 Miliar Berdarah Jogja Siap Geser Ole Romeny
-
Kevin Diks Gagal Bawa Poin, Monchengladbach Terkapar di Markas Freiburg Akibat Gol Rebound Ginter
-
Barcelona Gusur Madrid, Gol Roket Fermin Lopez Hancurkan Pertahanan Levante
-
Inter Milan Siap Balas Dendam, Chivu Sebut Peluang Singkirkan Bodoe Glimt Masih Sangat Terbuka Lebar
-
Hasil Liga Inggris: Gol Telat Guessand Benamkan Wolves, Fulham Sukses Hancurkan Sunderland
-
Eks Bomber Liverpool: Jika Saya Jadi Carrick, Benjamin Sesko Akan Duduk Manis di Bangku Cadangan
-
11 Laga Tersisa, Jarak Sisa 2 Poin, Pep Guardiola Bikin Dengkul Arteta Gemetar
-
Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!
-
Fred Grim Soroti Kelemahan Ajax Usai Ditahan NEC 1-1, Kritik Maarten Paes?