-
Persita kalah 0-1 dari Persib setelah gol penyama kedudukan dianulir wasit.
-
Carlos Pena menolak berkomentar pedas mengenai kepemimpinan wasit meski merasa sering dirugikan.
-
Hokky Caraka jadi kiper dadakan usai Igor Rodrigues mendapat kartu merah di Bandung.
Suara.com - Pertarungan sengit antara Persib Bandung melawan Persita Tangerang menyisakan cerita pahit bagi tim tamu.
Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi saksi bisu kekalahan tipis Pendekar Cisadane pada Minggu malam.
Skor akhir 0-1 memastikan tuan rumah mengamankan poin penuh dalam lanjutan kompetisi Super League tersebut.
Gol semata wayang yang tercipta di laga ini dilesakkan oleh penyerang Persib, Andrew Jung.
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi kubu Persita karena adanya insiden gol yang tidak disahkan.
Memasuki menit ke-81, Matheus Alves sebenarnya berhasil menggetarkan jala gawang Persib lewat sundulan mautnya.
Jika gol tersebut sah, kedudukan seharusnya berubah menjadi imbang 1-1 bagi kedua tim.
Namun wasit Hendrik Candra memiliki keputusan berbeda dengan menganulir torehan gol penyerang asal Brasil itu.
Keputusan tersebut diambil karena wasit sudah meniup peluit pergantian pemain sebelum bola masuk gawang.
Baca Juga: Persib Susah Payah Tumbangkan Persita, Bojan Hodak Beri Penjelasan
Situasi ini memicu perdebatan hangat di pinggir lapangan maupun di kalangan pendukung yang hadir.
Pelatih kepala Persita Tangerang, Carlos Pena, memberikan tanggapan terkait keputusan kontroversial sang pengadil lapangan.
Pria asal Spanyol itu terlihat sangat kecewa namun memilih untuk menjaga sikapnya di depan media.
Eks juru taktik Persija Jakarta ini merasa timnya sudah sering dirugikan oleh keputusan serupa sebelumnya.
Ketimbang meledak-ledak, Pena lebih memilih menutup rapat mulutnya mengenai kinerja wasit pada malam itu.
Ia mengisyaratkan bahwa memprotes hal tersebut tidak akan mengubah hasil akhir yang sudah tercatat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Erling Haaland Ambisi Akhiri Kutukan 26 Tahun Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026
-
Sesumbar Mauricio Souza: Janji Bawa Persija Juara Super League Musim Depan
-
Dony Tri Pamungkas Buka Peluang Abroad, Legia Warszawa Masih Memantau?
-
Bali United Dirumorkan Tertarik Datangkan Eks Striker Leicester City
-
Skuad Timnas Belanda Dinilai Lebih Komplet, Incar Trofi Piala Dunia 2026
-
Turun Kasta Liga Italia, Segini Nilai Emil Audero Setelah Dibantai Como 1907
-
Pelatih Persija Irit Komentar soal Persib Juara, Hanya Ucapkan Satu Kalimat
-
Pelatih Emil Audero Bicara Masa Depan usai Cremonese Degradasi: Kita Lihat Nanti
-
Marco van Basten Jadi Target Penculikan Mafia Italia, Gagal Gegara Pelaku Fans AC Milan
-
Sinyal Abroad? Dony Tri Pamungkas Dipuji Bakal Mudah Adaptif di Luar Negeri