- Cremonese resmi terdegradasi ke Serie B setelah kalah 1-4 dari Como di Stadion Giovanni Zini, Senin (25/5/2026).
- Kemenangan telak atas Cremonese tersebut sukses mengantarkan Como 1907 mengamankan tiket bersejarah menuju Liga Champions musim depan.
- Pelatih Marco Giampaolo menyatakan tetap bertanggung jawab dan menolak mundur meski Cremonese harus turun kasta musim depan.
Suara.com - Pelatih kepala Cremonese, Marco Giampaolo, akhirnya buka suara terkait masa depannya setelah tim dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Italia.
Mimpi buruk tersebut menjadi kenyataan bagi Emil Audero dan kawan-kawan usai takluk 1-4 saat menjamu Como 1907 pada laga pamungkas Serie A 2025/2026.
Kekalahan di Stadion Giovanni Zini pada Senin (25/5/2026) dini hari WIB itu secara resmi mengirim klub berjuluk La Cremo turun ke Serie B musim depan.
Di sisi lain, hasil tersebut menghadirkan pesta bagi Como yang berhasil mengamankan tiket bersejarah menuju Liga Champions.
Dominasi Como Hancurkan Harapan Cremonese
Jalannya pertandingan sejak awal sebenarnya sudah memperlihatkan tekanan besar bagi lini pertahanan Cremonese yang dikawal Emil Audero.
Como membuka keunggulan pada menit ke-36 setelah sepakan Tasos Douvikas yang sempat ditepis Audero justru jatuh ke kaki Jesus Rodriguez dan berbuah gol pembuka.
Memasuki babak kedua, koordinasi lini belakang tuan rumah semakin berantakan hingga Douvikas sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-51.
Harapan sempat muncul bagi pendukung tuan rumah ketika Federico Bonazzoli memperkecil kedudukan melalui tendangan penalti pada menit ke-55.
Baca Juga: Ancaman Degradasi Menghantui Persijap Jepara, Kalahkan Persita Harga Mati
Namun, momentum kebangkitan sirna setelah Alberto Grassi diganjar kartu merah usai tinjauan VAR pada menit ke-70.
Lucas Da Cunha kemudian tampil sebagai bintang lapangan lewat satu gol penalti dan tambahan satu gol lain untuk memastikan kemenangan telak Como 4-1.
Giampaolo Beri Jawaban Soal Masa Depan
Menanggapi kegagalan timnya bertahan di Serie A, Giampaolo tampak terpukul namun berusaha tetap tenang di hadapan awak media.
Juru taktik asal Italia itu menegaskan bahwa saat ini yang paling penting adalah memproses rasa kecewa sebelum menentukan langkah berikutnya.
“Ada batas waktu, dan sekarang kita harus memproses kekecewaan ini,” ujar Giampaolo dikutip dari Tuttocremonese, Senin (25/5/2026).
Berita Terkait
-
Como Cetak Sejarah Lolos Liga Champions, Kubur Asa Emil Audero dan Cremonese Bertahan di Serie A
-
Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A
-
2 Klub Pemain Timnas Indonesia yang Degradasi, Satu Nama Jalani Penentuan Hari Ini
-
Menang Dramatis, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Justru Rasakan Perasaan Campur Aduk
-
Penyelamatan Krusial Emil Audero Jaga Asa Cremonese Lolos Degradasi Liga Italia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh
-
Erick Thohir Buka Suara! FIFA Belum Beri Kepastian Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kecewa Pratama Arhan Pilih Persija, Perjanjian Tertulis dengan PSIS Semarang Diungkit
-
Profil Patryk Klimala Bomber Haus Gol Asal Polandia yang Ogah Gabung Persib
-
Duel Prancis vs Maroko Bawa Nuansa Pasca-Kolonial di Piala Dunia 2026
-
Inggris vs Norwegia: Morgan Rogers Desak Skuad Tiga Singa Putus Suplai Bola ke Erling Haaland