-
Cremonese resmi terdegradasi ke Serie B setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari Como 1907.
-
Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mencatatkan rating terendah usai gawangnya kebobolan empat gol.
-
Masa depan karier Emil Audero menjadi tidak pasti meski masih terikat kontrak dengan Como.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, harus menerima kenyataan pahit setelah klubnya dipastikan turun kasta ke Serie B musim depan. Langkah penyelamatan yang ia lakukan gagal membendung gempuran lini serang lawan dalam laga penentuan.
Kekalahan telak ini menjadi pukulan telak bagi sang penjaga gawang utama. Hasil minor tersebut sekaligus memperpanjang catatan buruk lini pertahanan timnya di penghujung musim.
Kepastian degradasi ini lahir setelah Cremonese dihantam Como 1907 dengan skor mencolok 1-4 pada pekan ke-38 Serie A Liga Italia 2025-2026. Laga krusial yang berlangsung di Stadion Giovanni Zini pada Senin (25/5/2026) dini hari WIB menjadi akhir perjalanan mereka di kasta tertinggi.
Gawang yang dikawal ketat oleh Emil Audero menjadi bulan-bulanan penyerang Como sepanjang pertandingan. Empat gol bersarang melalui aksi Jesus Rodriguez (36'), Anastasios Douvikas (51'), serta dwigol dari Lucas Da Cunha (74' pen, 81').
Cremonese hanya sempat membalas satu kali lewat eksekusi penalti Federicco Bonazzoli pada menit ke-55. Upaya bangkit semakin tertutup rapat setelah tim tuan rumah harus bermain hanya dengan delapan orang di lapangan.
Petaka kubu tuan rumah memuncak pada menit ke-71 saat wasit mengusir tiga pemain sekaligus. Milan Djuric, Alberto Grassi, dan David Okereke menerima kartu merah yang membuat kekuatan tim pincang seketika.
Kondisi tersebut membuat Emil Audero bekerja ekstra keras di bawah mistar gawang untuk menahan gempuran. Sepanjang jalannya laga, penjaga gawang utama ini tercatat melakukan 38 kali penguasaan bola.
Akurasi umpan sang kiper hanya mencapai 36 persen dengan efektivitas umpan jauh yang menyentuh angka 14 persen. Meski demikian, ia sempat mematahkan peluang emas lawan dengan melakukan 2 kali penyelamatan penting di dalam kotak penalti.
Berkat performa yang kurang maksimal tersebut, Fotmob memberikan rating 4,6 untuk penampilan Emil Audero. Angka ini menjadi penilaian paling rendah di antara seluruh pemain Cremonese yang bertanding.
Baca Juga: Ditentukan Malam Ini: Hitung-hitungan Emil Audero dan Cremonese Lolos Degradasi Serie A
Di sisi lain, media Italia Tutto Mercato memberikan penilaian objektif dengan memberikan rating 5 atas performanya. Mereka tetap mengapresiasi beberapa aksi heroik yang ditunjukkan Emil sebelum rentetan gol terjadi.
Aksi penyelamatan Emil sempat mendapatkan pujian karena menggagalkan peluang emas dari Anastasios Douvikas hingga Assane Diao.
"Kiper menyelamatkan beberapa tembakan," tulis Tutto Mercato dalam ulasannya.
Namun, ia tidak luput dari kritik tajam akibat kegagalannya mengantisipasi tendangan penalti Lucas da Cunha.
Kekalahan ini menempatkan Cremonese sebagai tim terakhir yang terlempar ke Serie B menyusul Pisa dan Verona. Sebaliknya, kemenangan besar ini membawa Como mengukir sejarah baru dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
Pertandingan ini menandai penampilan ke-34 Emil Audero bersama Cremonese sepanjang musim ini dengan total 3.060 menit bermain. Kiper pinjaman tersebut total telah kebobolan 50 kali dan mengemas 11 catatan tanpa kebobolan (clean sheet).
Masa depan penjaga gawang Timnas Indonesia ini kini berada dalam ketidakpastian total setelah masa peminjamannya berakhir. Status kepemilikan Emil sebenarnya masih terikat kontrak panjang bersama Como hingga Juni 2028 mendatang.
Cremonese berjuang keras keluar dari zona merah sejak pertengahan musim Liga Italia 2025-2026 akibat performa yang tidak konsisten. Kehadiran Emil Audero sebagai pemain pinjaman dari Como awalnya diharapkan mampu memperkokoh lini pertahanan yang rapuh.
Namun, ketergantungan pada lini belakang yang kurang solid membuat mereka terus kehilangan poin krusial di laga-laga penting. Kepastian degradasi di pekan terakhir ini memaksa manajemen klub untuk merombak total skuad demi menyongsong kompetisi musim depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rp1,3 Triliun untuk Operasional, Berapa Gaji Presiden FIFA Gianni Infantino?
-
Prancis vs Maroko: Pasukan Singa Atlas Siap Permalukan Tanah Kelahiran
-
Rahasia Belakang Layar Timnas Argentina di Piala Dunia 2026: Ada Ritual Wajib Pemain
-
Mesin Belgia Mulai Panas, Courtois Yakin Setan Merah Pulangkan Spanyol
-
STY Punya Misi Lebih Besar dari Sekedar Bawa Persija Juara Piala Presiden 2026
-
3 Sosok di Persija yang Bikin Pratama Arhan Yakin Cepat Nyetel Bareng Macan Kemayoran
-
Perkuat Sayap, Persija Datangkan Eks Timnas Bosnia Kerim Memija
-
Tanpa Ismael Saibari, Maroko Tetap Yakin Bisa Singkirkan Prancis
-
Kenapa Pesepak Bola Sering Muntahkan Minuman di Lapangan? Begini Penjelasan Pakar
-
Manuel Akanji Yakin Swiss Bisa Bikin Argentina Kesulitan di Perempat Final Piala Dunia 2026