-
Manajemen Persib menutup Tribun Selatan GBLA akibat kericuhan suporter saat melawan Ratchaburi FC.
-
Penutupan tribun dimulai pada laga kontra Persita hingga batas waktu yang belum ditentukan.
-
Tindakan ini diambil untuk mengevaluasi keamanan pasca insiden pitch invasion di level Asia.
Selain tribun selatan, manajemen juga memutuskan untuk mengosongkan area VIP Barat Selatan tepatnya di sektor D dan E.
Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan di dalam area pertandingan.
Penutupan area ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak agar menjaga kondusivitas stadion.
Manajemen menekankan bahwa keselamatan penonton umum adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi.
Keputusan penutupan akses ini mulai diterapkan secara efektif pada akhir pekan ini di kompetisi domestik.
Laga antara Persib Bandung melawan Persita Tangerang menjadi momen perdana pemberlakuan aturan pembatasan tribun tersebut.
Adhitia menegaskan bahwa durasi penutupan area tribun selatan ini belum ditentukan batas akhirnya.
"Sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang, kami memutuskan untuk menutup sementara tribun selatan serta VIP Barat Selatan (VBS) sektor D dan E, mulai dari pertandingan Persib vs Persita yang digelar pada hari ini, Minggu, 22 Februari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan," jelas Adhitia.
Ketegangan di kalangan pendukung diharapkan bisa mereda seiring dengan adanya kebijakan preventif ini.
Baca Juga: Carlos Pena Bungkam Soal Gol Dianulir Saat Persita Tumbang di Markas Persib Bandung
Proses penyelidikan mendalam terus berjalan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas.
Manajemen berharap insiden serupa tidak akan pernah terulang lagi dalam pertandingan-pertandingan yang akan datang.
GBLA diharapkan kembali menjadi tempat yang ramah bagi keluarga dan pecinta sepak bola sejati di Indonesia.
Upaya perbaikan sistem ticketing dan pengamanan akan terus digodok agar stadion tetap steril dari tindakan anarkis.
Adhitia menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen suporter untuk lebih bijak dalam memberikan dukungan.
"Mari kita jaga bersama marwah klub ini dengan menunjukkan dukungan yang dewasa dan bertanggung jawab, agar sepakbola tetap menjadi ruang kebanggaan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan," tutup Adhitia.
Dukungan yang positif sangat dibutuhkan tim untuk kembali bangkit setelah kegagalan pahit di level Asia musim ini.
Seluruh elemen klub kini fokus menatap laga sisa di liga domestik demi memberikan prestasi yang membanggakan.
Sanksi internal ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan ekosistem sepak bola di lingkungan Persib Bandung.
Kepatuhan suporter terhadap aturan baru ini akan menjadi tolok ukur pembukaan kembali tribun selatan di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik