Bola / Bola Indonesia
Senin, 23 Februari 2026 | 08:25 WIB
Carlos Pena (Ileague)
Baca 10 detik
  • Persita kalah 0-1 dari Persib setelah gol penyama kedudukan dianulir wasit.

  • Carlos Pena menolak berkomentar pedas mengenai kepemimpinan wasit meski merasa sering dirugikan.

  • Hokky Caraka jadi kiper dadakan usai Igor Rodrigues mendapat kartu merah di Bandung.

Suara.com - Pertarungan sengit antara Persib Bandung melawan Persita Tangerang menyisakan cerita pahit bagi tim tamu.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi saksi bisu kekalahan tipis Pendekar Cisadane pada Minggu malam.

Skor akhir 0-1 memastikan tuan rumah mengamankan poin penuh dalam lanjutan kompetisi Super League tersebut.

Gol semata wayang yang tercipta di laga ini dilesakkan oleh penyerang Persib, Andrew Jung.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi kubu Persita karena adanya insiden gol yang tidak disahkan.

Memasuki menit ke-81, Matheus Alves sebenarnya berhasil menggetarkan jala gawang Persib lewat sundulan mautnya.

Jika gol tersebut sah, kedudukan seharusnya berubah menjadi imbang 1-1 bagi kedua tim.

Namun wasit Hendrik Candra memiliki keputusan berbeda dengan menganulir torehan gol penyerang asal Brasil itu.

Keputusan tersebut diambil karena wasit sudah meniup peluit pergantian pemain sebelum bola masuk gawang.

Baca Juga: Persib Susah Payah Tumbangkan Persita, Bojan Hodak Beri Penjelasan

Situasi ini memicu perdebatan hangat di pinggir lapangan maupun di kalangan pendukung yang hadir.

Pelatih kepala Persita Tangerang, Carlos Pena, memberikan tanggapan terkait keputusan kontroversial sang pengadil lapangan.

Pria asal Spanyol itu terlihat sangat kecewa namun memilih untuk menjaga sikapnya di depan media.

Eks juru taktik Persija Jakarta ini merasa timnya sudah sering dirugikan oleh keputusan serupa sebelumnya.

Ketimbang meledak-ledak, Pena lebih memilih menutup rapat mulutnya mengenai kinerja wasit pada malam itu.

Ia mengisyaratkan bahwa memprotes hal tersebut tidak akan mengubah hasil akhir yang sudah tercatat.

Saat sesi konferensi pers, Pena mendapatkan cecaran pertanyaan dari awak media mengenai momen krusial tersebut.

Ia menegaskan tidak ingin memperpanjang urusan dengan kepemimpinan wasit di atas lapangan hijau Bandung.

“Tidak ada komentar tentang wasit, tidak ada komentar. Ini bukan pertama kalinya kami mengalami situasi seperti ini, tetapi saya tidak ingin berkomentar,” kata Pena dalam konferensi pers seusai laga.

Pernyataan singkat tersebut menunjukkan rasa frustrasi yang mendalam dari pelatih berusia 42 tahun itu.

Fokus sang pelatih kini nampaknya sudah beralih untuk mengevaluasi performa keseluruhan anak asuhnya.

Nasib buruk Persita tidak berhenti pada dianulirnya gol penyeimbang yang dicetak oleh Matheus Alves.

Pada masa tambahan waktu babak kedua, penjaga gawang utama mereka, Igor Rodrigues, harus keluar lapangan.

Wasit memberikan kartu merah kepada kiper tersebut setelah melakukan pelanggaran keras di area pertahanan.

Kondisi semakin sulit bagi Persita karena jatah pergantian pemain mereka sudah habis terpakai semua.

Kekosongan posisi di bawah mistar gawang memaksa tim melakukan tindakan darurat yang sangat tidak biasa.

Secara mengejutkan, Carlos Pena menunjuk striker muda Hokky Caraka untuk mengenakan sarung tangan kiper.

Pemain yang biasanya bertugas mencetak gol itu harus berjibaku menghalau serangan lawan di menit akhir.

Keputusan menempatkan pemain depan sebagai kiper ini menjadi momen yang sangat langka dalam kompetisi resmi.

Meski bermain dengan sepuluh orang, Persita mampu mencegah Persib Bandung menambah keunggulan mereka di sisa waktu.

Hokky Caraka tampil disiplin menjaga gawangnya agar tidak kebobolan untuk kedua kalinya dalam laga itu.

Akibat hasil negatif di markas Maung Bandung, posisi Persita kini tertahan di urutan keenam klasemen.

Klub kebanggaan warga Tangerang ini baru mengoleksi total 35 poin dari 22 pertandingan yang dijalani.

Sebaliknya, Persib Bandung semakin nyaman duduk di singgasana puncak klasemen sementara Super League saat ini.

Tim asuhan Bojan Hodak tersebut kini mengantongi 50 poin dari total 21 pertandingan yang telah dimainkan.

Mereka unggul tiga angka dari rival abadi, Persija Jakarta, yang membuntuti di posisi kedua klasemen.

Persib juga berada di atas angin karena masih memiliki tabungan satu pertandingan lebih banyak dari Persija.

Dominasi tim kebanggaan Jawa Barat ini semakin terlihat kuat menjelang berakhirnya putaran musim kompetisi 2026.

Kemenangan atas Persita menjadi modal berharga bagi mereka untuk terus menjauh dari kejaran para pesaing.

Mental juara ditunjukkan oleh Marc Klok dan kawan-kawan dalam mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Dukungan ribuan Bobotoh di GBLA terbukti menjadi tambahan energi yang sangat krusial bagi skuad Persib.

Setelah kekecewaan di Bandung, Persita harus segera bangkit untuk menatap pertandingan berat di depan mata.

Jadwal berikutnya akan mempertemukan mereka dengan rival satu provinsi dalam tajuk laga Derbi Banten.

Pendekar Cisadane dijadwalkan akan menjamu Dewa United di markas sendiri pada tengah pekan mendatang.

Pertandingan panas tersebut rencananya bakal digelar pada Kamis malam, tepatnya tanggal 26 Februari 2026.

Laga melawan Dewa United akan menjadi pembuktian bagi Carlos Pena untuk mengembalikan tim ke jalur kemenangan.

Pena dipastikan harus memutar otak lebih keras karena kehilangan kiper utama mereka untuk pertandingan selanjutnya.

Absennya Igor Rodrigues menjadi lubang besar yang harus segera ditutupi oleh penjaga gawang cadangan.

Selain itu, ketajaman lini depan juga menjadi sorotan setelah gagal mengonversi peluang menjadi gol yang sah.

Pihak manajemen Persita berharap tim bisa segera melupakan insiden wasit Hendrik Candra demi meraih hasil maksimal.

Kemenangan di Derbi Banten sangat dibutuhkan untuk menjaga asa mereka menembus posisi empat besar klasemen.

Load More