-
Malut United menargetkan poin penuh saat melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Kie Raha.
-
Pelatih Hendri Susilo menegaskan kesiapan tim meski kehilangan dua pilar utama di lini pertahanan.
-
Laskar Kie Raha berambisi meraih kemenangan perdana setelah tiga laga sebelumnya belum pernah menang.
Suara.com - Stadion Gelora Kie Raha di Ternate bersiap menjadi saksi bisu ambisi besar tim tuan rumah. Malut United dijadwalkan menjamu raksasa ibu kota, Persija Jakarta, pada pekan ke-23 BRI Super League.
Pertandingan yang dinanti publik Maluku Utara ini akan kick-off pada Selasa malam pukul 21.00 WIT.
Tuan rumah membawa misi besar untuk mengamankan poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Coach Hendri Susilo memastikan bahwa anak asuhnya sudah melupakan rentetan hasil kurang memuaskan sebelumnya.
Pelatih kepala Malut United menegaskan bahwa saat ini fokus utama mereka hanyalah memenangkan pertandingan krusial tersebut.
“Kami sudah melupakan hasil pertandingan sebelumnya. Sekarang, fokus penuh menghadapi Persija dan kami akan bekerja keras untuk meraih tiga poin,” ujar Hendri.
Manajemen tim memastikan persiapan teknis tetap berjalan maksimal meski jadwal pertandingan sangatlah padat belakangan ini.
Pihak official menjamin bahwa kebugaran fisik para pemain berada dalam level yang sangat memuaskan saat ini.
Kehadiran suporter di tribun diharapkan mampu memberikan energi tambahan bagi punggawa Laskar Kie Raha di lapangan.
Baca Juga: Persija Jakarta Incar Puncak, Faktor Mental Pemain Jadi Kunci Harus Kuat dan Bangkit Lagi
Hendri Susilo menginformasikan bahwa proses latihan dalam beberapa hari terakhir berjalan sangat kondusif tanpa kendala berarti.
“Secara umum, persiapan melawan Persija berjalan lancar. Semua pemain dalam keadaan sehat dan siap untuk pertandingan besok,” tutur Hendri.
Malut United sebenarnya memiliki modal kepercayaan diri yang tinggi karena menjadi tim paling produktif musim ini.
Ketajaman lini depan mereka terbukti dengan koleksi 44 gol sepanjang bergulirnya kompetisi liga kasta tertinggi ini.
Gelora Kie Raha tergolong angker bagi lawan karena 29 gol tuan rumah tercipta di stadion tersebut.
Nama-nama beken seperti David Da Silva dan Ciro Alves menjadi ancaman nyata dengan masing-masing tujuh gol.
Gelandang kreatif Tyronne del Pino juga menunjukkan performa impresif dengan kontribusi lima gol bagi timnya.
Barisan pemain lokal seperti Yakob Sayuri dan Frets Butuan tetap menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan lawan.
Kecepatan sisi sayap diprediksi akan menjadi senjata utama untuk menekan pertahanan tim Macan Kemayoran sejak awal.
Efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci utama yang terus diasah oleh tim pelatih dalam sesi latihan.
Di sisi lain, Persija Jakarta datang dengan rekam jejak yang cukup mentereng dalam lima laga terakhirnya.
Skuad arahan Mauricio Souza ini berhasil menyapu bersih empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir yang dijalani.
Persija juga menyandang status sebagai tim dengan rekor kemenangan tandang terbanyak sepanjang musim kompetisi ini bergulir.
Macan Kemayoran tercatat telah memenangkan tujuh laga saat bermain di luar kandang mereka sendiri selama ini.
Statistik menunjukkan bahwa Persija sangat berbahaya di babak kedua, terutama pada 15 menit terakhir waktu normal.
Kewaspadaan tinggi harus diterapkan karena Malut United kerap kebobolan tujuh gol pada menit-menit akhir pertandingan tersebut.
Kondisi tuan rumah sedikit pincang karena absennya dua bek sentral akibat hukuman akumulasi kartu kuning sebelumnya.
Safrudin Tahar dan Nilson Junior dipastikan tidak bisa merumput untuk mengawal area pertahanan Laskar Kie Raha besok.
Namun, tim pelatih sudah meracik formula alternatif untuk menutupi celah yang ditinggalkan oleh kedua pemain inti.
Mentalitas kolektif diharapkan mampu menutupi kekurangan individu di lini belakang saat menghadapi gempuran lawan nantinya.
Hendri Susilo percaya bahwa pemain pengganti memiliki kualitas yang setara untuk menjaga kedalaman skuad di lapangan hijau.
“Saya pikir hal itu bukan menjadi masalah. Kami sudah menyiapkan komposisi line-up yang tak kalah kuat dari komposisi sebelumnya. Hal yang terpenting, besok mentalitas kami adalah bermain secara kolektif,” tutur Hendri.
Pemain asing Malut United, Igor Inocencio, menyatakan bahwa seluruh rekan setimnya memiliki satu visi yang sama.
Igor menekankan bahwa kemenangan adalah harga mati yang harus diperjuangkan oleh seluruh pemain tanpa kecuali besok malam.
Baginya, rintangan cedera atau absennya rekan tim tidak boleh menjadi alasan untuk gagal meraih hasil maksimal.
“Dengan situasi yang ada saat ini, saya pikir tidak menjadi masalah untuk kami. Seluruh pemain bisa fokus pada pertandingan demi meraih kemenangan melawan Persija,” kata Igor.
Sejarah mencatat bahwa Malut United masih kesulitan menaklukkan Persija Jakarta dalam beberapa pertemuan terakhir mereka berdua.
Dari tiga laga sebelumnya, Laskar Kie Raha hanya mampu memetik dua hasil imbang dan menelan satu kekalahan.
Pertandingan pekan ke-23 ini menjadi momentum paling tepat bagi Malut United untuk memutus tren negatif tersebut.
Sesuai aturan I-League, laga ini tetap diperbolehkan dihadiri oleh penonton tuan rumah dengan prosedur keamanan yang ketat.
Dukungan langsung dari tribun diharapkan menjadi pemain ke-12 yang mampu meruntuhkan mentalitas bertanding para pemain Persija Jakarta.
Antusiasme warga Ternate diprediksi akan memuncak mengingat lawan yang dihadapi adalah tim besar dengan sejarah panjang.
Gustavo Franca dan kawan-kawan telah berjanji akan memberikan tontonan yang menarik serta hasil yang membanggakan pendukung.
Kemenangan di laga ini akan menjadi pembuktian bahwa Stadion Gelora Kie Raha adalah benteng yang sulit ditembus.
Pertarungan taktis antara Hendri Susilo dan Mauricio Souza akan menjadi sajian utama yang sangat layak dinantikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Tantangan Berat Persija di Markas Malut United, Jordi Amat Waspadai Kekuatan Tuan Rumah Ternate
-
Gelandang FC Magdeburg Beri Sinyal Hijau Perkuat Timnas Indonesia: Saya Tidak Menutup Kemungkinan
-
Aksi Nyata John Herdman Berburu Pemain Lokal di Indomilk Arena Jelang Agenda FIFA Series 2026
-
Elkan Baggott Kembali? Rekomendasi Pemain untuk Gebrakan Baru John Herdman di Timnas Indonesia
-
Carlos Pena Ungkap Penyebab Hokky Caraka Terpaksa Pakai Sarung Tangan Lawan Persib Bandung
-
Jadwal FIFA Series 2026 Rilis, Timnas Indonesia Siap Guncang GBK Lawan Saint Kitts and Nevis
-
Persija Jakarta Incar Puncak, Faktor Mental Pemain Jadi Kunci Harus Kuat dan Bangkit Lagi
-
Persib Out dari AFC, Mauricio Souza Percaya Persija Masih Punya Peluang Besar Juara Super League
-
Penalti Bernardeschi Bawa Bologna Bungkam Udinese, Posisi Klasemen Langsung Melejit
-
Gol Benjamin Sesko Bawa MU Tembus Empat Besar Liga Inggris Usai Tekuk Everton 1-0