Bola / Bola Indonesia
Selasa, 24 Februari 2026 | 07:57 WIB
Kapten Malut United, Gustavo Franca, mengaku senang bisa kembali ke Kota Bandung meski kali ini berstatus sebagai lawan Persib Bandung. [Dok. Rahman/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Malut United menargetkan poin penuh saat melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Kie Raha.

  • Pelatih Hendri Susilo menegaskan kesiapan tim meski kehilangan dua pilar utama di lini pertahanan.

  • Laskar Kie Raha berambisi meraih kemenangan perdana setelah tiga laga sebelumnya belum pernah menang.

Gelandang kreatif Tyronne del Pino juga menunjukkan performa impresif dengan kontribusi lima gol bagi timnya.

Barisan pemain lokal seperti Yakob Sayuri dan Frets Butuan tetap menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan lawan.

Kecepatan sisi sayap diprediksi akan menjadi senjata utama untuk menekan pertahanan tim Macan Kemayoran sejak awal.

Efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci utama yang terus diasah oleh tim pelatih dalam sesi latihan.

Di sisi lain, Persija Jakarta datang dengan rekam jejak yang cukup mentereng dalam lima laga terakhirnya.

Skuad arahan Mauricio Souza ini berhasil menyapu bersih empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir yang dijalani.

Persija juga menyandang status sebagai tim dengan rekor kemenangan tandang terbanyak sepanjang musim kompetisi ini bergulir.

Macan Kemayoran tercatat telah memenangkan tujuh laga saat bermain di luar kandang mereka sendiri selama ini.

Statistik menunjukkan bahwa Persija sangat berbahaya di babak kedua, terutama pada 15 menit terakhir waktu normal.

Baca Juga: Persija Jakarta Incar Puncak, Faktor Mental Pemain Jadi Kunci Harus Kuat dan Bangkit Lagi

Kewaspadaan tinggi harus diterapkan karena Malut United kerap kebobolan tujuh gol pada menit-menit akhir pertandingan tersebut.

Kondisi tuan rumah sedikit pincang karena absennya dua bek sentral akibat hukuman akumulasi kartu kuning sebelumnya.

Safrudin Tahar dan Nilson Junior dipastikan tidak bisa merumput untuk mengawal area pertahanan Laskar Kie Raha besok.

Namun, tim pelatih sudah meracik formula alternatif untuk menutupi celah yang ditinggalkan oleh kedua pemain inti.

Mentalitas kolektif diharapkan mampu menutupi kekurangan individu di lini belakang saat menghadapi gempuran lawan nantinya.

Hendri Susilo percaya bahwa pemain pengganti memiliki kualitas yang setara untuk menjaga kedalaman skuad di lapangan hijau.

Load More