-
Pelatih Persija Mauricio Souza membela Allano Lima dari kritik tajam mengenai koleksi kartu kuning.
-
Meski sering dihukum kartu, Allano Lima berkontribusi besar dengan tujuh gelar pemain terbaik.
-
Souza meminta media fokus pada kemenangan Persija bukan pada catatan disiplin individu pemain.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza pasang badan untuk Allano Lima yang kembali jadi sorotan usai menerima kartu kuning dalam kemenangan 3-2 atas Malut United FC pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa (24/2/2026) malam WIB.
Kartu kuning tersebut menjadi yang ke-11 bagi Allano musim ini—terbanyak dibanding pemain lain di kompetisi.
Fakta ini memunculkan tanda tanya, mengingat ia berposisi sebagai winger yang secara peran tidak identik dengan pelanggaran keras atau duel defensif intens.
Namun di balik catatan disiplin yang jadi bahan perbincangan, Allano justru tampil krusial di laga tersebut.
Ia menyumbang dua assist dan dinobatkan sebagai man of the match (MOTM), mempertegas kontribusinya dalam kemenangan Macan Kemayoran.
Souza pun menilai kritik terhadap anak asuhnya tidak sepenuhnya adil. Ia menyebut kartu kuning yang diterima Allano bukan karena tindakan berlebihan seperti yang kerap diasumsikan.
"Allano tidak bicara apa pun dengan wasit, dengan siapa pun. Ada beberapa pemain terlibat masalah, justru pemain yang mendapatkan kartu itu Allano," ujar Souza usai laga.
"Jadi, di satu momen, kita tidak menghargai kemenangan Persija. Jadi, selalu ada kritik dari wartawan untuk pemain kami," jelasnya.
Sepanjang musim ini, Allano membukukan enam gol, tujuh assist, tujuh gelar MOTM, sebelas kartu kuning, dan satu kartu merah.
Baca Juga: Persija Nyaris Terpeleset di Ternate, Mauricio Souza Soroti Momen Krusial
Statistik tersebut menunjukkan perannya yang signifikan dalam perjalanan Persija di papan atas klasemen.
Souza mengaku heran karena sorotan lebih sering tertuju pada kartu kuning ketimbang dampak positif yang diberikan pemain berusia 30 tahun itu di atas lapangan.
"Sepertinya yang sudah kami lakukan tidak bisa memuaskan wartawan. Memang beberapa klub yang sedang bersaing jadi juara, kami datang ke sini dengan laga susah, kami bisa dapat kemenangan," ucap Souza.
"Mungkin ketujuh kalinya Allano jadi pemain terbaik. Tapi, kita cuma fokus ke kartu kuningnya dia, sedih sekali saya. Jadi, apakah Allano seperti itu, dia dapat kartu terus, atau kita mau kritik terus?" tuturnya.
Souza memastikan pihaknya sudah melakukan komunikasi internal untuk membantu Allano menjaga emosi. Ia menegaskan sang winger tetap berkomitmen penuh untuk tim.
"Kami sudah berbicara dengan dia, dan dia menjaga dirinya, emosinya. Tapi, dia adalah pemain bagus dan mau lakukan yang terbaik untuk tim," ungkap Souza.
"Tapi, kali ini, dia tidak melakukan apa-apa dan diberikan kartu kuning. Fokus kami di laga adalah kemenangan, jangan fokus ke kartu Allano. Saya pikir The Jakmania selalu kasih dukunga yang positif untuk kami," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali