-
Gianni Infantino tegaskan FIFA tidak khawatir soal keamanan Meksiko jelang Piala Dunia 2026.
-
Konflik kartel pasca tewasnya El Mencho picu keraguan atas kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah.
-
FIFA menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Meksiko demi menjamin keselamatan seluruh peserta turnamen.
Suara.com - Kesiapan Meksiko dalam menyambut pesta sepak bola terbesar sejagat pada tahun 2026 Piala Dunia 2026 kini menjadi pusat perhatian dunia.
Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya memberikan pernyataan resmi guna meredam spekulasi pemindahan lokasi pertandingan akibat isu stabilitas negara.
Meksiko sendiri mengemban mandat sebagai tuan rumah bersama yang akan berbagi tempat dengan Amerika Serikat dan Kanada.
Rencananya seluruh rangkaian laga yang melibatkan tim nasional Meksiko akan dipusatkan di stadion utama milik negara tersebut.
Sesuai jadwal yang dirilis, seremoni pembukaan turnamen akan dimulai dari jantung Mexico City pada tanggal 11 Juni 2026.
Pertandingan perdana tersebut diprediksi akan menyajikan duel emosional antara tim tuan rumah melawan skuad Afrika Selatan.
Namun bayang-bayang kekerasan yang dipicu oleh kelompok kartel narkoba di beberapa titik mulai memicu keraguan publik.
Wilayah Zapopan yang berada di kawasan Guadalajara menjadi salah satu titik yang masuk dalam radar pengawasan serius.
Padahal wilayah ini sudah dipetakan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan empat pertandingan penting di babak penyisihan grup.
Baca Juga: Alasan Dick Advocaat Mundur usai Bawa Curacao ke Piala Dunia 2026
Tim-tim raksasa dunia seperti Spanyol hingga Uruguay dijadwalkan akan merumput di kawasan yang sedang bergejolak tersebut.
Situasi keamanan memburuk pasca kabar meninggalnya tokoh kriminal paling dicari, Nemesio Oseguera-Cervantes atau yang dikenal sebagai ‘El Mencho’.
Pemimpin tertinggi Kartel Generasi Baru Jalisco itu dikabarkan menghembuskan napas terakhir setelah terlibat kontak senjata dengan militer.
Kejadian tersebut langsung memicu gelombang anarkisme dari para pengikut setianya di berbagai sudut kota Meksiko.
Aksi pembakaran moda transportasi massal serta blokade jalan raya utama sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah daerah setempat bahkan sempat menginstruksikan penduduk sipil untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan demi keselamatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda